Jangan lupa vote+komen and follow ya guys😘
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di kantin mereka duduk di bangku pojok dekat jendela tepat di depan bangku kedua temannya ralat mantan temannya dan juga Devan, Reno dan Boby. Mereka terlihat bahagia, bisa di lihat dari tawa ke lima nya. Lulu yang melihat itu pun lantas tersenyum getir, dia bahagia setidaknya teman-temannya bisa tertawa tanpa nya.
Demian tau apa yang ada di pikiran Lulu, dan mengikuti arah pandangnya.
" Lo kuat Lu, lo bukan cwe lemah, lo bisa bangkit" batin Demian.
"Lu, lo mau pesen apaan?" Tanya Demian
Lulu pun tersentak" eh, em batagor sama es jeruk aja bang" jawab Lulu.
Demian yang mendengar kata "bang" dari mulut Lulu sendiri pun tersenyum lebar dan berlari menuju pedagang batagor.
Lulu,yang melihat Demian segitunya terhadap dirinya pun tersenyum dan bersyukur, di saat semua menjauhi nya, tapi Demian malah menghampiri nya dan bersedia melindunginya.
Lamunan Lulu buyar ketika mendengar namanya di sebut.
"Emang dasar nya jalang sana sini mau, dulu Devan, kemaren dokter sekarang? Si demian juga di embat" sinis Pricil di meja sebrang.
Lulu hanya diam menunduk tak mampu berbuat apa-apa.
"Hahaha kasian ya, miris banget gitu lihat nya, ga ada yang nemenin, sendiri mulu hahah" ucap Nadin yang di ikuti gelak tawa dari teman-temannya kecuali Boby.
Ya, Boby tidak percaya akan isu tersebut, dia menatap Lulu dengan tatapan iba, dia tau kalo Lulu tidak pernah mau melakukan hal sekotor itu.
" Gw nyesel udah pernah percaya sama wajah polos nya si Lulu" ucap Devan.
Boby melirik temannya itu dengan tatapan tajam.
"Dan lo bakalan nyesel udah ngomong kek gitu!" Ucap Boby datar dan langsung berlalu dari meja nya.
Ke empat nya menatap kepergian Boby dengan heran.
"Ngapa tu anak?" Tanya Reno kepada Devan.
Yang di tanya hanya mengedikan bahu acuh.
Sementara itu, Lulu melihat kepergian Boby heran, kenapa dia seolah-olah tengah membela nya.
Banyak pertanyaan di kepala Lulu,dan akan menanyakan nya nanti kepada Boby langsung.
"Batagor spesial untuk ade tercinta datang" ucap Demian sambil membawa nampan yang berisikan 2 piring batagor dan 2 es jeruk.
Lulu tersenyum di buatnya " hhe Bang ian bisa ajh"
"Ko bang ian sih?" Tanya Demian.
"Kalo manggl bang Demian, terlalu panjang" ucap Lulu.
Demian hanya mengangguk-angguk.
"Yaudah sekarang abisin makanan nya tar keburu bel bunyi" ucap Demian yang di angguki oleh Lulu.
✨✨✨
Skip pulang sekolah..
Lulu memasukan semua bukunya kedalam tas ransel kecil nya dan bergegas untuk pulang.
Lulu melewati koridor dengan kepala menunduk sampai ia tidak tahu bahwa ada orang di depannya dan otomatis menabrak nya juga.
Brakk!! Lulu terjatuh
"Awsss," Lulu meringis.
Kemudian Lulu mendongak menatap siapa yang telah menabraknya ralat di tabrak nya tadi.
"Kalo jalan hati-hati" ucap orang tersebut dan kembali melangkah kan kakinya, tetapi terhenti karena panggilan dari Lulu.
"Ka, tunggu!" Teriak Lulu. Dan orang tersebut pun seketika berhenti.
Lulu menghampirinya dengan berlari kecil.
"Ka, kenapa pas di kantin lo tiba-tiba pergi?" Tanya Lulu kepada Boby.
Ya, seseorang itu adalah Boby.
"Ga papa" ucapnya singkat.
"Tapi ka.." ucapan Lulu terpotong dengan Boby yang menariknya ke arah taman belakang sekolah.
Sesampainya di sana mereka duduk di kursi panjang yang ada di sana.
"Jujur, sebenarnya gw ga percaya kalo lo berbuat kotor kayak yang orang-orang bilang" ucap Boby dengan pandangan lurus.
Lulu menoleh "kenapa?" Tanya nya.
"Karena Demian udah cerita sama gw, kalo dokter yang meluk lo itu adalah dokter yang merawat ibu lo sebelum beliau meninggal kan?dan dokter itu pula kakak dari Demian" Tanya Boby sambil menatap Lulu.
"Gw udah coba jelasin, tapi ga ada yang percaya sama gw, dan gw bisa apa?" Lulu tersenyum miris.
"Lo ga boleh nyerah Lu, gw tau lo itu cwe yang kuat," ucap Boby
Lulu tersenyum " makasih ka, lo udah mau percaya sama gw,"
Bobby mengangguk.
"Soal Devan, biar gw yang jelasin pelan-pelan sama dia " ucap Boby.
"Hm, iya, kalo gitu gw balik duluan ya ka, gw harus cari kerja" ucap Lulu
"Kerja?" Tanya Boby
"Iya, kalo gw ga kerja, mau makan apaan gw selama hidup ka?" Lulu terkekeh.
"Yaudah gw duluan ka, dan makasih kakak udah mau percaya sama gw" ucap Lulu dan langsung berlari kecil ke arah halte bis.
Bobby menatap kepergian Lulu dengan tatapan iba. Di usia nya yang harusnya menikmati masa muda dengan bermain dan beradaptasi tapi Lulu menghabiskan masa mudanya dengan bekerja.
"Gw bakal bantu lo Lu, gw bakal cariin lo kerja" batin Boby.
Kemudian Boby pun kembali ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
Makasih buat suport yang kalian kasih ke papaw😘🙂
KAMU SEDANG MEMBACA
Alula [Tahap Revisi✓]
Teen FictionBagaimana jadinya, seorang yang dikenal dengan pangeran es, luluh dengan gadis yang sederhana yang bisa bersekolah di sekolah ternama hanya karena beasiswa? Bahkan dia berubah drastis dari dingin menjadi pecicilan? Apa yang akan terjadi? Ini cerita...
![Alula [Tahap Revisi✓]](https://img.wattpad.com/cover/250861337-64-k353492.jpg)