"Boleh aja" ucap Chandra seraya berjalan ke arah parkiran "ayo cepat nanti macet".
Setelah berkeliling parkiran, mereka akhirnya sampai di sebuah motor sport keluaran terbaru dari BMW milik Chandra.
"Kita naik motor?" Tanya Rose sedikit ragu.
"Ya, kenapa? Takut?" Jawab Chandra.
"G-ga sih...." ucap Rose dengan nada sedikit takut.
"Yaudah cepetan naik, kopernya ditinggal disitu aja nanti sekretaris gua yang urus" suruh Chandra seraya menghidupkan motornya.
Rose masih berdiam di tempatnya dengan ekspresi gugup.
"Nah ini helm" ucap Chandra seraya menyodorkan helm cadangan yang selalu dibawanya kemana mana.
"Makenya gimana...?" Tanya Rose malu.
"Udah sini" ucap Chandra seraya memakaikan helm itu kepadanya.
Akhirnya dengan sedikit terpaksa Rose menaiki motor itu. Yah walaupun tubuhnya sedikit gemetar karena ini pertama kalinya dia menaiki motor.
"Udah, kalo takut peluk aja gua" suruh Chandra.
"Hah? O-oh mana mungkin anjir" jawab Rose terkekeh.
{}{}{}{}
Motor mulai melaju dengan kencang di tengah tengah kota jakarta yang sangat megah. Ah Rose, dia sendiri bahkan sudah memeluk Chandra semenjak meninggalkan bandara. Dan dia tidak sadar sama sekali.
Setelah 2 jam lamanya, motor mulai memasuki kawasan kompleks elite yang diisi oleh rumah rumah berdesain eropa itu.
Dan akhirnya mereka tiba di sebuah rumah mewah yang tampak tidak terawat itu. Ya, rumah Rose.
"M-makasih ya" ucap Rose seraya mengembalikan helm milik Chandra.
"Iya sama sama, nanti koper lu bentar lagi nyampe kok"-Chandra.
"Oh ya" ucap Rose seraya berjalan memasuki rumah itu sebelum akhirnya Chandra kembali memacu motornya.
"OALAH ANJROT SI ADIK BARU PULANG" teriak seseorang heboh. Ya Jevellyn.
"BERISIK LU ANJIR NANTI DIDENGAR TETANGGA LAGI"-Rose.
"UDAH BIARIN" ucap wanita itu sebelum akhirnya memeluk Rose dengan erat.
"Eh btw lu masih waras kan?" Tanya Jevellyn.
"Waras lah, kenapa emang?"
"Tapi itu kepala kemarin kebentur" ucap Jevellyn seraya menunjuk bekas luka Rose.
"Gua cuma kebentur ya anzinc bukan gila" Rose menjitak pelan kepala kakaknya itu.
"Sakit bangsat"
{}{}{}{}
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lelaki itu memasuki rumahnya dengan wajah lesu. Sejujurnya dia sangat muak dengan rumah ini, terutama karena orang orang yang tinggal di dalamnya. Ya, dia Chandra.
"Gimana perjalanannya? Bagus?" tanya seorang lelaki paruh baya kepada Chandra yang baru saja memasuki rumah.
"B aja" jawabnya cuek.
"Gimana hubungan kamu sama putri keluarga Adhitama?" Tanya lelaki itu lagi.
"Apa hubungannya si Pa?"
"Masih nanya? Ya dia kan teman bisnis Papa. Tau ga akibatnya kalau kamu buat masalah sama dia, kita yang hancur!!" Ujar lelaki itu dengan nada yang mulai meninggi.
"GUA GA PEDULI SIAPAPUN DIA YA PA, GUA CAPEK" jawab Chandra seraya mencampakkan helmnya ke sembarang tempat dan berlari ke kamarnya.
{}{}{}{}
Rose menuruni tangga rumahnya dengan hanya menggunakan piyama hello kitty kesayangannya.
"Bunuh saja mereka"
*DEG*
Suara itu terdengar sayup sayup dari ruang tamu yang sontak membuat Rose bersembunyi dibalik tembok untuk menguping.
"Keluarga Ananta? Bukankah itu terlalu kejam jika kita membunuh mereka semua?"
"Jangan jadi pengecut bodoh, lihatlah apa yang sudah mereka lakukan pada kita"
"Kita bisa dipenjara bodoh"
"Tenang saja, semuanya akan kuurus"
"Bagaimana?"
"Aku memiliki banyak kenalan yang bisa membantu"
"Apakah kau yakin?"
"Tentu saja, bulan depan tepat di acara ulang tahun Ananta Corp. Kita akan melancarkan serangan pada malam itu"
"Maksudmu mereka semua?...."
"Tidak tidak, aku tidak akan mengganggu tamu tamu yang berada disana, kita hanya akan menyerang keluarga Ananta"
"Kau benar benar gila"
"Lihat saja nanti, dia, istrinya dan putranya yang sangat dibanggakannya itu akan bernasib sama"
Rose terkejut menutup mulutnya. Dia tidak menyangka ternyata rencana yang direncanakan selama ini bukanlah rencana balas dendam biasa. Ini sangat mengerikan.
"T-tunggu Putra keluarga Ananta? Chandra? Dia akan dibunuh?" . . . . . . . THANKS FOR READING JANLUP VOMMENTNYA MAAF NIH LAMA APDET