part 17

2.9K 390 39
                                        


Debra menatap tajam Antaro, ia mengepalkan tangannya hingga membuat uratnya terbentuk jelas.

Ia menggerakan lehernya ke kiri dan ke kanan, merenggangkan otot yang kaku.

Tatapannya begitu sengit, Antaro yang balik menatap datar membuat kesan keduanya begitu menyeramkan.

  "Siap? Satu....," Dirga memberikan aba aba untuk memulai pertarungan. Sorak sorak dari anggota geng Rasgar lainnya menggema.

"Duaaa....." Debra semakin mengepalkan tangannya, berbeda dengan Antaro yang terlihat kalem namun sengit.

"Tiga!" Hitungan terakhir sontak membuat tangan Debra langsung mengayuh ke udara.

"Kertas, gunting, batu!" Celetuk Debra sembari menyodorkan tangan yang membentuk huruf "V". Sedangkan Antaro menyodorkan tangannya yang mengepal.

"Gunting Vs Batu, cakepan gua." Kata Razka membuat sorak hujatan keluar dari mulut yang lainnya.

"Gue menang, jadi gue yang duluan." Ucap Antaro datar, ia mengambil bola bekel memulai permainan.

Debra mendengkus kesal melihat Antaro yang hebat bermain bola bekel dengan lincah, bahkan ia bisa mengambil 8 kuwuk satu persatu dengan sekali alungan bola.

Geng Rasgar melotot, ternyata memberi pelajaran Antaro tidak semudah yang mereka kira.

"Giliran lo," Antaro menyodorkan permainan anak Sd tersebut pada Debra.

"Liat aja, gue lebih hebat dari lo." Kata Debra membanggakan diri, Antaro hanya menaikan bahu nya acuh.

Pria itu mengalungkan bola bekel tinggi tinggi, ia langsung mengambil 10 buah biji kuwuk satu persatu. Namun saat menggapai kuwuk ke empat ia mengaduh merasakan bola bekel tadi jatuh menimpa kepalanya.

Sontak hal tersebut mendapatkan gelak tawa dari geng Rasgar, Debra mendengkus kesal. Ia mengalungkan semua kuwuk ke badan Antaro, Antaro menggunakan tangannya untuk menghindar.

"Au ah ini permainan ngeselin banget anjing!" Dumel pria tersebut, Revan menggeleng gelengkan kepalanya sambil berkata. "Bukan permainannya yang ngeselin, tapi emang lu nya yang gak becus," jujur nya.

Kelima pria tersebut kini berada di samping rumah Aldara, duduk di bawah pohon mangga dengan selembar karpet yang di jadikan alas.

Tak lama Aldara datang membawa minuman beserta cemilan, di bantu oleh Argi yang sedari tadi terus menerus mengikuti gadis itu.

"Kek anak kecil aja maen gituan," celetuk Aldara yang tengah menaruh barang bawaannya, Razka tanpa aba aba langsung mencomot kueh yang baru saja di taruh.

Semuanya langsung berebut mengambil makanan layaknya anak kecil, kecuali Antaro yang hanya diam menatap mereka dengan tangan melipat di dada, bersender pada pohon. Kini tatapannya beralih pada Aldara yang sibuk menjeweri geng Rasgar yang sangat ribut, hingga kemudian Aldara mendongak. Secara otomatis pandangan keduanya bertemu. Aldara tersenyum manis ke arah Antaro.

yang di senyumi langsung berdehem mengalihkan pandangannya ke arah lain, tanpa menyadari jika wajahnya memerah. Aldara mengambil beberapa potongan kue beserta minuman, ia berjalan mendekati Antaro.

Membungkukan badan, Aldara menaruh kue tersebut di hadapan Antaro. "Makan, gue tau lo laper tapi gengsi," ucapnya, Antaro mendengkus sinis.

"Gue ga laper, ga suka kue," katanya masih memalingkan wajah, Aldara memutar bola matanya kemudian bangkit dan berjalan memasuki rumah. Argi yang sibuk berebut minuman langsung bangkit hingga membuat minuman tersebut tumpah ke paha Revan, belum sempat Revan mengamuk Argi sudah lebih dulu memasuki rumah menyusul Dara.

Reuni MantanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang