"Kook..." Jimin datang dan mengusap bahu Jungkook, lalu duduk di sebelah nya. "Kau tampak lelah, sebaiknya pulang dulu. Biar aku dan Rossean yang menunggu Lisa disini."
Tentu saja Jungkook sangat lelah, semalaman dia tidak tidur, dan hari ini belum makan sama sekali. Dua jam yang lalu Lisa keluar dari ruang oprasi dan sekarang masih dalam masa pemulihan. Dokter bilang beberapa jam lagi akan dipindahkan ke kamar rawat.
"Apa apartemen nya sudah ada Jim?" Tanya Jungkook.
"Aku dapat satu unit di gedung apartemen Rosé, tapi ukuran nya tidak terlalu besar. Gwenchana?" Jawab Jimin.
Jungkook mengangguk, tidak masalah ukuran berapa pun apartemen nya. Yang terpenting sekarang adalah jauh dari rumah itu. 'aku tidak akan memaafkan mama.'
"Aku akan mengurus semua nya, kau bisa pindah malam ini juga." Ucap Rosé yang sejak tadi berdiri di samping Jimin.
Rosé sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa Lisa, terlebih kejadian itu disebabkan oleh teman nya sendiri. Ia tidak menyangka teman nya itu bisa berbuat sejahat ini. Pertama, membakar rumah Jungkook. Kedua, mencelakai Lisa. Benar kata Jennie, mereka harus menjauhi Nayeon.
"Kalian tidak ke kantor?" Tanya Jungkook.
"Kami dari kantor tadi." Jawab Jimin.
"Jimin benar, sebaiknya sekarang kau pulang dan mandi. Lalu beristirahat sebentar. Aku dan Jimin akan menjaga Lisa disini." Ucap Rosé.
"Baiklah, aku juga ingin menyiapkan barang yang akan dibawa ke apartemen."
°°°
"Apa kau tahu apa yang wanita ular ini lakukan hah?" Ucap Jieun, sambil menunjuk wajah Nayeon. Ia berpapasan dengan Jisoo di living room, Jisoo baru kembali dari rumah sakit. Ia dipapah oleh Nayeon.
"Tante jangan berteriak kepada amma ya!" Nayeon menurunkan tangan Jieun dari hadapan nya.
"Dengarkan aku, akan ku pastikan kau membusuk di penjara!" Ucap Jieun kepada Nayeon.
"Sebenarnya ada apa Nay?" Tanya Jisoo, perasaan nya mulai tidak enak.
"Anak mu tidak akan menjawab. Biar ku beritahu, dia telah mendorong Lisa dari tangga itu!" Nayeon menunjuk ke arah tangga.
"Nay!?!!" Jisoo tidak percaya dengan apa yang Jieun katakan. Ia sangat berharap putri nya akan bilang bahwa semua itu tidak benar.
"Itu kecelakaan amma. Lagi pula appa tidak akan membiarkan ku dipenjara. Appa akan melindungi ku." Nayeon tersenyum kecil.
"Nayeon, amma tidak mengajari mu untuk berbuat jahat nak." Jisoo mulai menangis.
"Amma, aku antar ke kamar ya. Amma harus istirahat." Nayeon memapah Jisoo menuju kamar nya.
Sementara Jieun hanya terdiam memikirkan yang dikatakan Nayeon tadi. Benar, Namjoon akan melindungi nya. Ini sangat menakutkan. Jieun memiliki firasat buruk bahwa Nayeon akan mempengaruhi Namjoon. Saat Jieun ingin menuju kamar nya, Nayeon datang dan melipat kedua tangan nya di depan.
"Berhenti lah berteriak kepada ibu ku." Nayeon tersenyum kecil.
"Bagaimana bisa? Dia telah merayu suami ku hingga memiliki anak. Bagaimana bisa aku tidak membenci nya hah?" Mata Jieun membesar, darah nya selalu mendidih setiap kali berbicara dengan Nayeon.
"Apa kau berpikir juga bagaimana perasaan tante Sunmi jika tahu apa yang kau lakukan dengan Suami nya?" Tanya Nayeon.
Deg!!! Jantung Jieun berdegup kencang. Apa yang baru saja ia dengar? Apa yang Nayeon ketahui? Itu sangat diluar dugaan nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
JEON'S WIFE
FanfictionJeon Jungkook adalah seorang pewaris tunggal Jeons Grup perusaahan yang sangat besar, peringkat sepuluh di Asia. Saat ini dia menjadi CEO di perusahaan yang dimiliki keluarga nya sebanyak 50% itu. Dia telah menikah selama tiga tahun namun sayang ny...