20 💟

4.8K 400 81
                                    

Flashback.

Malam itu Nayeon terus memperhatikan Lisa yang tak pernak sedetik pun jauh dari Jungkook. Padahal ia ingin sekali berdampingan dengan mantan kekasihnya itu. Bagi nya ada kebanggaan tersendiri saat ia bersama dengan Jungkook. Ia akan merasa semua mata tertuju kepada nya, para wanita merasa iri kepada nya. Menurutnya Jungkook adalah pria yang perfect.

Beberapa saat kemudian Lisa terlihat berjalan ke arah toilet. Nayeon ingat salah satu OB pernah mengatakan tentang trauma yang dialami Lisa. Jadi dia pikir bisa melakukan sesuatu malam itu.

Dengan hati-hati Nayeon mengikuti Lisa ke toilet, dan benar saja Lisa tidak menutup pintu nya dengan rapat. Ditambah tak ada satu pun orang disana, dia mengambil kesempatan itu untuk mengunci Lisa.

Saat Lisa mulai berteriak minta tolong. Sedangkan Nayeon hanya tersenyum kecil, merasa puas karena rencana nya berhasil. Saat ia akan mengembalikan kunci nya ke tempat semula, petugas datang.

"Maaf nona tapi saya tidak berani." Ucap si petugas saat Nayeon menyodorkan beberapa lembar uang.

"Ambil lah. Tidak akan terjadi sesuatu dengan nya. Aku hanya ingin mengerjai nya karena ia sangat menyebalkan." Nayeon melakukan berbagai cara agar petugas itu mau diajak bekerja sama. Kemudian ia menambahkan uang nya, "ini ambil semua uang ku."

Dengan terpaksa petugas itu menerima tawaran Nayeon. Uang yang diberikan juga lumayan banyak. "B-baiklah nona."

"Bagus." Nayeon tersenyum, "Lima belas menit kemudian baru beritahukan orang-orang bahwa seseorang terkunci di dalam."

Petugas itu mengangguk.

"Nanti katakan saja jika pintu nya memang sedang rusak." Ucap Nayeon lagi. Lalu kembali ke party.

Flashback end.

"Lagi pula aku tidak berniat mencelakai nya, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran karena ia telah merebut Jungkook." Ucap Nayeon kepada Jimin.

"Ckk... Tidak ada yang merebut Jungkook, ingat kalian sudah bertahun-tahun yang lalu putus." Ucap Jimin.

"Katakan, darimana kau tahu bahwa itu adalah ulah ku?" Tanya Nayeon, menurutnya tidak mungkin orang lain mengetahui nya.

"Jika kau bisa membayar petugas itu, aku juga bisa bahkan dengan nominal yang lebih tinggi." Jimin bangun dari tempat duduk nya. "Tapi ya sudah lah, aku tidak ingin merusak hubungan mu dengan adik mu. Lagi pula kau tidak akan mencoba mengacaukan hubungan mereka kan? Aku bersyukur karena ternyata kau dan Jungkook bersaudara." Jimin hendak pergi dari ruangan Nayeon.

Tapi...

"Banyak kan saudara kandung yang saling berhubungan?" Nayeon tersenyum tipis.

Kalimat nya itu membuat Jimin menghentikan langkah nya dan berbalik.

"Are you crazy? Aku akan mengawasi mu!" Kemudian Jimin keluar dan menutup pintu nya dengan kasar.

"Hahaha..." Nayeon tertawa sangat keras.

°°

Akhir pekan ini Rosé tidak terlalu sibuk, seperti biasa nya ia akan menginap di apartemen Jimin. Dengan cara itu lah mereka melakukan quality time. Ditambah saat ini pekerjaan Jimin lebih banyak pergi ke luar kota. Waktu mereka bersama semakin sedikit.

"Kau sudah bangun." Rosé berbalik, karena merasakan punggung polos nya diciumi oleh Jimin.

"Sejak tadi, aku tidak pernah bosan melihat punggung indah mu itu Rossean." Ucap Jimin, sambil tersenyum.

JEON'S WIFETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang