CUDDLING (YINWAR)

776 101 7
                                        


Sudah pukul sembilan pagi tapi Yin masih tampak bermalas malasan di atas ranjang,bahkan War masih tertidur lelap dengan posisi tengkurap di sampingnya. Bunyi gemerutuk tulang terdengar saat Yin mulai meregangkan otot ototnya,laki laki itu kemudian berdiri,memungut boxer serta kaos tipisnya yang berserakan di lantai dan memakainya kembali lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.

Keluar dari kamar mandi,Yin menghampi War yang terlihat bergerak tidak nyaman di dalam selimutnya masih dalam posisi tengkurap,tangannya menggapai gapai ruang kosong di sebelahnya yang sebelumnya Yin tempati. Yin tersenyum,War selalu seperti itu saat mereka tidur berdua. Tidak peduli seberapa pulasnya War,ia akan langsung sadar ketika Yin bangun terlebih dulu. "Yang..aku kebawah sarapan dulu ya,laper." Ucapnya lembut tepat di telinga War kemudian mengecup bahu telanjangnya sekilas.

War memutar badan kedepan,memperlihatkan dada putihnya beserta beberapa kissmark buatan sang pacar. Yin segera menarik selimut untuk menutupinya kembali. "Tutupin,bikin horny lagi ntar." Canda Yin yang tentu saja tidak di respon War yang nyawanya belum terkumpul sempurna.

"Jam berapa sih??" War bertanya dengan suara serak khas bangun tidur.

"Sembilan lebih delapan belas." Yin bangkit dan berjalan keluar kamar. "Cepetan bangun,tak tunggu di dapur." Lanjutnya sebelum menghilang dibalik pintu.

Yin beralajan ke arah dapur sambil menggenggam ponselnya di tangan,Rumah War sudah sepi karena Mama dan Papanya sudah berangkat terlebih dulu ke Jogja dan War akan menyusul nanti sore. Laki laki itu membuka kabinet atas yang ada pada kitchen set lalu mengambil sekotak besar corn flakes dan menuangkannya ke dalam mangkuk,membuka kulkas untuk mengambil susu ultra full cream kemudian menuangkannya juga ke dalam mangkuk.

Yin menyuapkan sesendok penuh corn flakes dengan kuah susu itu ke dalam mulutnya,lalu mulai membuka ponselnya. Ia nyaris terbahak dan memuntahkan kembali makanannya saat melihat foto yang di kirim Mas Tawan ke grup chat pandawa,foto Bang Joss yang terlihat sedang curi curi pandang pada laki laki imut yang terlihat sedang berkonsentrasi membaca ntah apa itu.

"Oh..jadi ini toh yang namanya Toptap." Gumamnya sendiri. War yang baru saja tiba di dapur langsung mendekati Yin,mencondongkan tubuhnya agar bisa ikut melihat isi ponsel pacarnya itu.

"Gebetane Bang Joss ta? Tipenya Bang Joss yang imut imut cool gimana gitu ya ternyata" Tanya War setelah melihat foto tersebut. Ia kemudian duduk di sebelah Yin dan mulai mengambil alih mangkok Yin yang isinya baru berkurang sedikit.

"Iyo..belum belum udah bucin aja itu Bang Joss." Yin menjawab,ia bangkit dari kursi untuk mengisi mangkuk yang baru dengan sereal dan susu kemudian menukarnya kembali dengan mangkuk yang tadi di ambil War.

"Padahal sendirinya juga bucin." Sahut War.

"Salahe Papi nih kayaknya. Gen bucinnya nurun semua ke anak anaknya." Ucap Yin tanpa membantah.

"Kalo gitu aku harus berterimakasih banyak banyak sama Papi dong." War menyingkirkan mangkuknya yang belum tandas,bangun dari kursi lalu duduk di pangkuan Yin. "Aku nggak mau berangkat rasanya." Ia memeluk leher sang kekasih.

"Kemaren siapa yaaa yang sok sok an jual mahal di ajakin kelon seminggu tapi nggak mau." Canda Yin,faktanya ia balik memeluk pinggang War dengan erat dan ikut mengabaikan mangkuknya yang malang itu.

"Belum berangkat aja wes kangen." Rengek War lagi. War tidak menyangka akan seberat ini rasanya,belum juga berpisah tapi sudah rindu. Bagaimana nanti jika War sudah benar benar berada di Jogja??

"Kan cuman enam bulan aja sayang..lagian uang aku banyak bisa beli tiket pesawat ke Jogja kalo kangen." Yin menirukan omongan War tempo hari.

"Kamu jangan selingkuh lho yaa.." War mengecup puncak kepala Yin berkali kali.

"Mana ada sih disini yang bisa bikin aku cinta mati selain kamu?? Aku yang harusnya was was,nanti kalo kamu ketemu gebetan baru piye??" Yin menjauhkan wajahnya agar bisa menatap mata milik sang pujaan.

"Mau cuddling lagi sampek nanti siang pokoknya..." War tidak mau mengalah. Ia kembali mendekap Yin.

"Iya iya..habisini dulu serealnya. Cuddling kan butuh tenaga juga,yang.."

"Cuddling aja lho ya,jangan salah paham. Aku nggak mau ada macem macem lagi. Pinggang ku kayak mau patah." War membuat ekspresi memelas,ia tidak bohong tentang pinggangnya yang serasa akan patah.

"Kalo mandi bareng?? Mau?" Tawar Yin sambil menaik turunkan alisnya.

"Yiinnnnn" War meninju pelan lengan pacarnya.

"Aduhhh..sakit tau..." Kali ini Yin memasang tampang kesakitan yang di buat buat. "Cium dong biar nggak sakit lagi." Yin menyodorkan bibirnya ke depan wajah War.

"Bodo amat. Drama banget sih. Udah nggak ada cuddling cuddlingan lagi. Wes Bye." War turun dari pangkuan dari Yin dan langsung meninggalkan pacarnya itu kembali menuju kamar.

"Yang..tunggu..Yaaaangggg..." Dan Yin pun mengejar War dengan panik.


.

.

.

.

TBC

War manja ke Yin??? Ndusel ndusel segala. Duh... aku yang matek nggak kuat bayanginnya wkwkwkwkwk

PANDAWA LIMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang