OBROLAN COGAN (PANDAWA)

1K 109 15
                                        

Minggu sore.....

Bright dan Ohm sedang bermain PS di ruang tengah.

"Kalah tu,kalah..." Seru Joss yang berjalan dari arah kamarnya menuju dapur melewati mereka berdua. "Ngapain dah nih satu lagi kok lari lari??" Lanjutnya yang melihat Yin berlari dari arah belakang sambil menggenggam ponsel di tangan.

"Bomboloni ku dateng." Jawab Yin sedikit berteriak kegirangan seperti anak ABG yang mendapat surat cinta dari gebetannya.

"Yess..!! Menang..!!" Seru Ohm tiba tiba sambil menepuk nepuk dadanya bangga,berselebrasi bak pemain sepak bola yang baru saja mencetak gol,sementara Bright membanting stick PS dengan kesal.

"Kalah gak oleh nesu,Bri.." Kali ini suara Mas Tawan yang terdengar,Kakak tertua dari lima bersaudara itu membawa dua botol besar minuman bersoda lalu ikut duduk bersama kedua adiknya.

"Yang jomblo diem aja deh Mas.." Jawab Bright dengan muka mengejek.

"Eh apaan kok bawa bawa jomblo??" Joss menyusul dari dapur dengan membawa lima cangkir berukuran sedang dengan motif huruf inisial nama mereka masing masing.

"Udah udah,nih cobain bomboloni. Enak banget." Yin membawa tas kresek putih besar berisi tiga kotak donat yang tidak memiliki lubang di tengahnya itu dan langsung di sambar oleh Ohm.

"Bang,mini market masih butuh anak gak?" Tanya Bright kepada Joss sambil ikut mencomot bomboloni berisi selai blueberry.

"Masih. Dari kemaren belum dapet yang sreg ini." Jawab Joss.

"Toptap butuh kerjaan." Respon singkat dari Bright membuat bahu Joss menegak tiba tiba,Tawan yang menyadari itu menjadi ikut tertarik dengan nama yang di sebutkan Bright.

"Siapa?? Kok baru denger namanya." Tanya Tay.

"Ada..temennya pacarku mas,bang Joss naksir sama dia." Kalimat Bright kali ini sukses membuat Tay,Yin dan Ohm serempak menolehkan kepalanya kepada Joss.

"Wah wah..sepertinya adek ketinggalan cerita menarik ini." Ohm merespon dengan muka kecewa yang dibuat buat.

"Mas juga ketinggalan dek." Tay ikut ikutan.

"Cerita dong bang.." Pinta Yin memelas kepada abangnya.

"Jadi...." Joss seperti ragu memulai cerita karena memang ia bingung harus memulai dari mana. Sedang Tay,Yin dan Ohm sudah menegakkan badan bersiap mendengar kisah cinta milik Joss. Bright tetap santai karena ia sudah tau detail ceritanya.

"Pokoknya intinya tu,aku tau dia pertama kali pas waktu acara jalan sehat kemaren." Lanjut Joss,semua diam mendengarkan tanpa ada yang menyela. Sungguh mereka sangat tertarik dengan cerita ini karena Joss jarang sekali memperlihatkan ketertarikan kepada orang lain. "Terus ketemu lagi pas habis selesai ngegym,ketemunya di studio dance yang sebelah tempat biasa kita ngegym dek." Joss menatap ke arah Ohm,Ohm hanya mengangguk mengerti. "Ternyata dia temennya Win. Udah ceritanya sampe disitu,ada yang ingin yang ditanyakan mungkin untuk saudara saudara sekalian??" Tutup Joss sedikit jenaka.

Yin bertepuk tangan sambil mengangguk anggukkan kepalanya bangga,Tay yang duduk tepat disebelah Joss menepuk nepuk bahu Joss dengan salut dan Ohm yang duduk bersebrangan dengan Joss sigap menuangkan minuman bersoda ke dalam cangkir dan mengangsurkannya kepada Joss sementara Bright hanya tersenyum tampan penuh arti.

"Jadi gimana bang?? Kalo iya,nanti aku telpon anaknya suruh masukin surat lamaran." Tanya Bright kemudian.

"Ya udah suruh aja. Ya mas ya??" Joss memastikan kepada Tay. Biar bagaimanapun juga Tay tetap kakak tertua,apalagi ini menyangkut mini market jadi Joss tetap harus profesional.

"Mas sih ok ok aja. Pokoknya anaknya beneran mau kerja dan yang paling penting jujur." Jawab Tay.

"Kalo jujur sih aku bisa jamin,mas. Aku tau Toptap anaknya kayak gimana,meskipun nggak terlalu akrab." Ucap Bright.

"Duh,jadi kepo anaknya kayak gimana. Ganteng nggak Bri??" Tanya Yin yang lagi lagi disambut anggukan mantap dari si bungsu.

"Lebih ke imut sih." Joss yang menjawab dengan sedikit tersipu mengingat wajah Toptap yang akhir akhir ini mondar mandir di benaknya.

"Kok agak geli tapi yo liat bang Joss malu malu kayak gitu." Ujar Ohm disusul gelak tawa dari Tay,Yin dan Bright.

"Maklumin ae wes dek.. namanya juga lagi jatuh cinta." Jawab Yin yang setelah itu perhatiannya teralihkan oleh notifikasi di ponselnya.

"Jatuh cinta...berjuta rasanya...biar siang biar malam terbayang wajahnyaaaa..." Bright yang bernyanyi meski suaranya sedikit fals. Tay dan Ohm sudah tertawa keras dan Joss hanya bisa mendengus sementara Yin menatap ponselnya sambil menggigit bibir.

"Mas.." Panggil Yin ragu ragu dengan raut wajah yang sulit di artikan. Tay yang masih tertawa kemudian menolehkan kepalanya ke arah Yin. "Purim nge-wa...." Yin berkata sambil mengangsurkan ponselnya kepada Tay yang sontak membuat mereka semua terdiam. Suasana di ruang keluarga yang semula ceria seketika berubah suram. Wajah Tay mengeras setelah membaca pesan dari adik mantan kekasihnya itu.

.

.

.

.

TBC


Kalah gak oleh nesu,Bri : Kalah nggak boleh ngambek,Bri

.

.

.

Lama nggak nulis,gila kaku banget rasanya wkwkwkwkkw...

Banyak yang nungguin cerita ini nggak sih rek??

PANDAWA LIMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang