WAWANCARA (JOSSTAP)

817 102 9
                                        

Sudah dari semalam Joss merasa seperti anak ABG yang sedang di mabuk cinta,ia bahkan nyaris tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat menunggu pagi. Joss tidak pernah sebahagia ini sebelumnya ketika akan menginterview calon karyawan,tentu saja karena kali ini yang akan ia wawancarai adalah Toptap.

Laki laki berotot sexy itu sudah menunggu Toptap dikantor Mas Tawan,memang semua calon karyawan baik yang akan bekerja di perusahaan ataupun di minimarket semuanya di panggil ke kantor untuk interview. Sebenarnya Mas Tawan sudah memberi lampu hijau untuk melakukan interview di rumah saja khusus untuk Toptap,tapi Joss menolak karena ia ingin terlihat profesional di mata Toptap.

Joss nyaris terlonjak dari kursinya ketika ia melihat ke jendela dan mendapati Honda Beat keluaran pertama berwarna merah memasuki parkiran kantor. Ia tahu betul siapa yang mengendarainya.

"Susah emang kalo orang lagi jatuh cinta. Yang mau interview siapa,yang grogi siapa." Goda Mas Tawan yang dari tadi menahan tawa melihat tingkah Joss.

"Kayak nggak pernah jatuh cinta aja." Jawab Joss enteng.

Tok tok tok..

Beruntung suara ketukan pintu itu membuat Joss tidak sempat menyadari ketika senyuman Tay seketika menghilang karena jawaban entengnya tersebut. Bukan. Tay bukan sakit hati karena jawaban adiknya itu,ia hanya tiba tiba teringat dengan New dan Thanat. Dua laki laki yang sama sama pernah membuatnya merasakan apa itu jatuh cinta.

"Pak,atas nama Toptap sudah datang." Ucap seorang karyawan.

"Suruh langsung masuk aja." Jawab Joss setenang mungkin.

"Mas perlu keluar nggak ini??" Goda Tay lagi. Tay dan Joss memang menggunakan ruangan yang sama,hanya mejanya saja yang terpisah.

"Nggak usah Mas,temenin disini aja nanti kalo aku ada salah ngomong biar Mas bisa langsung benerin." Tanpa sadar Joss mengepalkan kedua tangannya. Lihat kan? Joss memang terlihat garang dari penampilannya,tapi ketika ia dihadapkan dengan orang yang ia sukai?? Nilai saja sendiri.

Tok..tok..

"Permisi bang..eh..pak.." Toptap mengucapkan salam dengan terbata ketika ia masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Panggil Bang aja,nggak usah terlalu formal." Joss menjawab sambil melirik ke arah Tay,sungguh Tay mati matian menahan tawanya saat ini.

"Duduk Tap." Tay ikut ambil peran. Toptap hanya mengangguk sopan kemudian duduk di sofa empuk yang terletak di tengah ruangan seperti yang dikatakan Tay.

"Saya Tay Tawan. Kakak paling tua. Panggil aja Mas Tawan." Lanjut Tay tersenyum sambil berjalan menuju meja kerjanya. Senyum yang membuat Toptap diam diam bernafas lega karena sebelumnya Toptap sudah membayangkan bagaimana jika ia mendapat sambutan yang kurang baik dari kakak kakak Bright.

"Baik,Mas."

"Kalo saya,kamu masih inget kan nama saya?" Kali ini Joss terlihat lebih rileks. Ia mengambil posisi duduk di seberang Toptap.

"Iya,Bang Joss." Rasanya Joss ingin teriak kegirangan,Toptap masih ingat dengan namanya. Tapi bagaimana Toptap bisa melupakannya kalau nyaris setiap hari Bright menyebut nama abangnya itu di depan Toptap.

"Toptap..umur 20 tahun. Fakultas ekonomi prodi akuntansi." Joss membolak balik CV milik Toptap,sementara Tay sudah pura pura sibuk dengan laptop mahalnya padahal ia sedang memperhatikan interaksi keduanya. Dari apa yang Tay lihat,ia bisa menilai bahwa Toptap adalah anak yang baik dan Joss belum apa apa saja sudah jelas bahwa adiknya itu sangat bucin terhadap Toptap. Tay ingin tertawa setiap melihat tatapan Joss untuk Toptap.

"Iya,Bang."

"Siap kerja mulai kapan,Tap?" Joss bertanya langsung ke inti,toh ia sudah tahu semua latar belakang Toptap dari Bright dan Joss sama sekali tidak keberatan tentang apapun itu.

"Mulai hari ini,Bang."

"Ok. Minimarket kita buka 24 jam. Masalah shift saya serahkan ke kalian,kalian atur sendiri tapi nanti tetap di ajukan dulu ke saya. Sekiranya pembagian shift nya kurang adil nanti saya revisi. Lalu untuk gaji dan fasilitas apa saja yang akan kamu dapatkan,kamu bisa lihat dan baca disini." Joss menyodorkan surat perjanjian kerja kepada Toptap. "Kalau sudah dibaca,kamu tanda tangan langsung ya." Lanjutnya.

"Tapi Bang.." Toptap bertanya ragu.

"Iya,kenapa Tap?"

"Beneran saya boleh manggil "Bang"?? Sepertinya kurang sopan memanggil boss sendiri dengan sebutan seperti itu." Toptap menunduk dalam dalam,tidak berani menatap mata lawan bicara. Kali ini Tay sudah tidak sanggup menahan tawanya lagi,laki laki itu terbahak dan membuat Toptap menatap takut takut ke arahnya.

"Mas,nggak sopan tau." Joss bersungut sungut,menatap tajam ke arah Tay.

"Maaf..maaf..habisnya kalian lucu banget." Tay menghentikan tawanya. "Boleh Tap..nggak apa apa manggil Bang,lagian saya sama Joss malah bakal sedih kalo kamu panggilnya Bapak. Kan kita belum jadi bapak bapak." Jelas Tay. "Apalagi Joss,bakal tambah seneng banget kalo kamu panggil sayang." Khusus kalimat terakhir itu,Tay mengucapkannya dalam hati.

"Iya,Mas." Toptap tersenyum canggung dan setelah itu ia mulai membaca perjanjian kerja yang tadi di sodorkan oleh Joss.

"Mulai kerjanya besok aja ya tap,setelah ini kamu ke minimarket untuk atur shift. Saya udah bilang sama anak anak yang lain." Joss berkata saat Toptap selesai menanda tangani perjanjian kerja itu.

"Baik,bang Joss."

"Tapi Tap,beneran kamu nggak punya pacar??" Demi Tuhan,Joss ingin menangis. Tay Tawan benar benar jahil dan Joss hanya bisa menatap tajam ke arah Kakaknya itu.

"Iya mas. Saya nggak punya pacar" Toptap sebenarnya juga bingung kenapa Tay harus menanyakan hal itu tapi ia merasa tidak sopan jika tidak menjawabnya.

"Lho..itu lho Joss,Toptap beneran nggak punya pacar." Tay menaikkan turunkan alisnya,sementara Joss sudah tidak tahu lagi mau bicara apa.


"Maaf ya Tap. Mas Tawan memang gitu orangnya." Joss menatap pasrah ke arah Toptap. Ia benar benar menyesal,harusnya ia usir saja Tay dari ruangan itu tadi.

"Nggak apa apa kok Bang." Toptap tersenyum.

.

.

.

TBC

.

.

.

Eaaa Joss sudah selangkah lebih dekat dengan Toptap eeaaaaa... wkwkwkwk

.

.

~ Extra ~

Joss melempar bantal sofa di ruangan itu ke arah Tay setelah Toptap pamit undur diri.

Joss : Mas norak sumpah.

Tay : Hahahaha...Mas kudu ngakak liat kamu mandangin Toptap tadi. Calon bucin.

Joss : Nyesel aku,harusnya tadi Mas Tawan keluar aja. Malu aku sama Toptap Maaaaassss........ kalo dia ilfil sama aku gimanaaa????

Tay : Hahahahaha........ bentar Mas mau ketawa dulu Joss. Hahahahaa

Joss : Mamii... Mas Tawan jahat sama Joss miiii............

*Mami di Thailand lidahnya seketika nggak sengaja ke gigit pas lagi makan buah apel*

PANDAWA LIMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang