PERTAMA KALI (JOSSTAP)

627 63 6
                                        

WARNING : DELAPAN BELAS CORET.

*****

"Dengerin saya..saya nggak perlu balesan apapun. Yang perlu kamu lakuin cukup percaya sama saya. Kita laluin ini bareng bareng.. kamu mau kan??" Joss mengakhiri kalimatnya dengan mengusap air mata yang sudah menetes di pipi Toptap,dan ketika Toptap mengangguk dengan gerakan yang lemah tapi terlihat sangat yakin,Joss kembali merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya.

Cukup lama mereka saling memeluk. Merasakan hembusan nafas di leher masing masing,dan ketika pelukan itu terlepas entah mengapa pipi dan hidung Toptap yang memerah serta tatapan mata yang sayu,mengundang Joss untuk mendekatkan wajahnya dengan ragu ragu agar dapat meraih bibir yang telah lama ia damba dalam sebuah kecupan. Toptap jelas tidak bodoh,ia menangkap dengan baik sinyal yang diberikan oleh Joss dengan menutup kedua matanya. Seolah mempersilahkan sang dominan untuk melakukan apapun yang ia mau. Masa bodoh jika Joss di cap sebagai oportunis,karena kali ini ia benar benar tidak akan melewatkan kesempatan yang terbuka lebar di depannya. Maka detik itu juga Joss segera meraup bibir Toptap dengan tergesa namun tetap hati hati. Melumat belah bibir Toptap atas dan bawah secara bergantian.

Merasa tidak ingin kalah,Toptap berusaha sangat keras mengimbangi permainan bibir dari Joss. Kedua tangannya bahkan sudah mengalung dengan indah di leher Joss,sementara tangan Joss sendiri bertengger di pinggang milik sang pujaan,sesekali naik ke punggung memberikan belaian yang lembut disana. Lidah Joss pun mulai ikut andil,menyapu bibir Toptap seolah sedang meminta izin untuk masuk. Toptap yang lengah dan mulai kehabisan nafas,secara tidak sengaja membuka belah bibirnya dan mengeluarkan desahan yang jelas langsung terredam oleh lidah Joss yang melesak masuk kedalam rongga mulutnya. Toptap kewalahan,ia kemudian berusaha untuk membuat Joss berhenti dengan meremas acak rambut Joss yang sialnya justru membuat Joss semakin tak terkendali dalam ciumannya. Toptap segera menyadari kebodohannya itu,tangannya lalu beralih dari mengacak rambut menjadi memukul mukul dada sang dominan. Joss seperti tersadar,ia melumat bibir Toptap sekali lagi sebelum melepaskan ciumannya. Ia lalu menempelkan dahi nya ke dahi Toptap,dan meski mata keduanya terpejam,namun dada mereka naik turun dengan sangat cepat.

"Maaf..." Joss berbicara terlebih dulu,meski gemuruh didadanya belum usai. Ia juga menjauhkan dahi mereka,menciptakan jarak bagi keduanya.

"Maafin saya,Tap.." Joss mengusap sebelah pipi Toptap dengan telapaknya yang besar. Toptap terdiam,ia juga masih berusaha menetralkan debaran jantungnya yang menggila. Entah mengapa ia merasa tidak suka dengan permintaan maaf dari Joss. Ia bahkan juga tidak mengerti,mengapa ia merasakan sedikit kecewa saat ciuman keduanya terlepas.

Dan saat Joss bangkit dari ranjang milik Toptap,laki laki bermata sipit itu kembali menahan pergelangannya. Joss menoleh ke arah sang pemilik tangan yang saat ini membuat langkahnya terhenti. Laki laki itu menelan ludahnya dengan susah payah saat mendapati tatapan mata Toptap yang seolah meminta lebih. Tapi Joss tidak sepercaya diri itu untuk meyakini arti dari tatapan mata sang pujaan,jadi ia lebih memilih membuang muka dan melanjutkan langkah,berharap cekalan itu akan terlepas dengan sendirinya,dan Joss merasa lega saat harapannya benar benar menjadi kenyataan. Tapi diluar dugaan,Toptap justru ikut berdiri lalu memeluk pinggang Joss dari belakang. Seperti api yang di siram minyak,gerakan Toptap itu semakin membangkitkan hasrat yang sejak tadi mati matian ditahan oleh Joss.

Joss berbalik badan secepat yang ia bisa,dan tanpa peringatan ia kembali menyambar bibir Toptap dengan sedikit serampangan. Keduanya lalu saling melumat,menjilat dan menghisap hingga menciptakan suara kecipak basah yang membuat suasana semakin panas. Sadar posisi mereka masih berdiri,Joss membaringkan tubuh Toptap dengan perlahan tanpa menjeda ciumannya. Saat tubuh atletis nya sudah benar benar menindih tubuh mungil Toptap,Joss memindahkan ciuman nya pada leher seputih susu itu,memberikan jejak basah hingga tulang selangka milik Toptap yang membuat Toptap meloloskan sebuah desahan kecil. Tidak mau kalah,kali ini Toptap merubah posisi hingga mereka terduduk dengan dirinya yang berada di atas paha kokoh Joss. Dalam hati Joss semakin mengagumi Toptap yang ternyata punya sisi liar seperti ini,apalagi saat ini bibir Toptap yang sudah berganti mengecupi lehernya. Miliknya sudah keras sejak tadi,dan Joss semakin ingin memaki saat Toptap menggerakkan pinggulnya hingga kejantanan mereka yang sama sama masih terbungkus celana saling bergesekan.

"Tap..lebih dari ini saya nggak jamin saya bisa nahan diri." Joss menjauhkan kepala Toptap dari lehernya dan berkata dengan suara yang sangat rendah.

"Aku punya bang Joss malam ini dan seterusnya." Joss terdiam tapi ia sudah memaki keras dalam hati saat Toptap menyebut dirinya sendiri dengan kata aku dengan tatapan sayu dan nafas yang tersengal. "Aku tau bang Joss bawa lube sama kondom di tas.." Kali ini Toptap bahkan berani membuka kancing teratas dari kemeja yang dipakai Joss.

"Kalo kayak gini,nyesel tadi misuhin Bright pas masukin itu ke tas." Joss tersenyum miring,mungkin besok Joss harus memberikan kado istimewa kepada adiknya itu.

*****

Entah pukul berapa ini,Joss terbangun lebih dulu dan segera meraih ponselnya yang berada di atas meja. Laki laki itu tidak terlalu terkejut saat jam pada iphone nya menunjukkan pukul sepuluh lebih tiga puluh delapan menit. Joss kembali meletakkan ponsel mahalnya dan mengabaikan beberapa pesan yang masuk,ia lebih memilih untuk memandangi laki laki mungil yang saat ini masih memejamkan mata dalam pelukannya.

Joss tersenyum lembut sambil membelai puncak kepala Toptap,membuat Toptap semakin melesakkan kepalanya ke dada Joss.

"Mau bangun,mau mandi,mau makan. Tapi malu..." Joss sedikit terkejut saat tiba tiba mendengar rengekan Toptap yang pelan itu.

"Loh..udah bangun??" Tanya Joss berusaha menjauhkan tubuhnya agar bisa menatap wajah Toptap.

"Udah,tapi susah banget mau gerak.." Rengek Toptap lagi. Ia menolak melepaskan pelukan Joss karena terlalu malu,tidak sanggup menatap wajah laki laki yang tadi malam menidurinya.

"Sakit banget ta??" Tanya Joss lagi. "Tak gendong ya ke kamar mandi??" Tawarnya.

"Bang..ojok gini,aku isin." Toptap ingin menangis saja rasanya.

"Lha terus piye??" Joss kebalikannya,ia berbicara sambil tertawa gemas. Lagi lagi tidak menyangka bisa menemukan sisi lain dari Toptap.

Beruntung dering ponsel Joss menyelamatkan Toptap.

"Hm..piye??" Ucapnya begitu ia menjawab telepon itu.

"Iyo..di hotel.." Jawabnya lagi.

"Jemput saiki yo gapapa. Hm.. Ok." Tut. Joss kemudian mengakhiri panggilan telepon itu.

"Bright??" Tanya Toptap begitu Joss kembali meletakkan ponselnya ke atas meja.

"Iya..ya udah ayok mandi,habis ini mereka jemput." Joss bangkit posisi berbaring dan meraih boxer nya yang tergeletak di lantai kemudian memakainya dengan santai,tanpa sadar ada Toptap yang sedang mengalihkan pandangan ke sembarang arah dengan pipi bersemu.

"Nanti motor kamu di urus Bright katanya." Ucap Joss  sambil membungkus tubuh polos Toptap dengan selimut kemudian menggendongnya ala bridal style. Toptap hanya diam dan menuruti semuanya.

"Bang.." Panggilnya tiba tiba saat mereka sudah sampai di depan pintu kamar mandi.

"Iya sayaanggg..?" Balas Joss dengan gemas.

"Jangan tinggalin aku ya.." Pinta Toptap sambil menatap mata Joss dalam dalam.

"Nggak akan..aku janji." Balas Joss dengan senyum tulus kemudian mengecup kening Toptap sekilas.

.

.

.

TBC

.

.

.

Pemanasan dulu setelah puasa sebulan. Eheeee... 😜

Mohon maaf lahir dan batin yo rek...🙇‍♀️🙇‍♀️🙏

Ojok = Jangan

Isin = Malu

Piye = Gimana

Saiki = Sekarang



PANDAWA LIMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang