TAK MAMPU PERGI (TAYLEE)

594 35 16
                                    

TW : Part ini berisikan kisah flashback TayLee. Sedikit angst. New ambil peran meski nggak muncul secara langsung. Ditulis impulsif karena nggak sengaja keputer lagu yang aku taruh link nya di atas.

*****

Tay Tawan. Sejak tiga bulan yang lalu,Lee Thanat sudah memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam hubungan apapun dengannya. Termasuk persahabatan mereka. Thanat memang tidak pernah menyesali perasaan itu. Pun ia tidak pernah berharap Tawan membalasnya,karena ia sepenuhnya sadar bahwa New adalah semesta milik Tawan yang mungkin posisinya tidak bisa di gantikan oleh siapa pun.

Sejak kejadian malam itu,Thanat merasa seperti pencuri yang tertangkap basah. Ia merasa sesak dan sangat kesulitan setiap kali bertemu dengan Tay. Thanat bahkan butuh usaha keras untuk menghentikan segala pemikiran tentang seseorang yang bernama Tay Tawan itu. Ia tidak mampu lagi untuk membendung segala perasaan beserta rasa sakit yang selama ini disembunyikannya dengan sangat rapi.

Tidak. Thanat tidak pernah menyalahkan mereka berdua. Laki laki itu sadar betul bahwa ini adalah masalahnya sendiri. Tapi Thanat hanya tidak ingin menyakiti dirinya lagi,jadi ia mulai menghindar. Ia hanya butuh waktu. Dan jika suatu saat nanti ia berhasil,mungkin ia bisa kembali berteman dengan Tay.

Thanat mulai mengabaikan pesan dan panggilan dari Tay. Mulai menghindari acara yang memungkinkannya untuk bertemu dengan Tay dan New. Ia bahkan berniat untuk memblokir semua media sosial Tay-New. Awalnya Tay--dengan segala kebodohannya--tidak menyadari itu. New bahkan sempat membombardir Thanat dengan panggilan telepon hanya untuk bertanya apakah ia bertengkar dengan sang pacar sehingga hubungan keduanya menjadi renggang?

"Nggak kok. Emang mau menghindar aja." Jawaban jujur Thanat waktu itu membuat New mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi antara Tay dan Thanat lalu keadaan pun semakin canggung.

Tay akhirnya sadar bahwa Thanat sedang membangun benteng pertahanan,dan hal terakhir yang bisa ia lakukan demi persahabatan mereka adalah membantu Lee untuk mewujudkannya.

Thanat nyaris berhasil,meski dengan susah payah ia menahan diri untuk tidak mencari tahu tentang Tay.

Thanat nyaris berhasil,meski selama ini ia masih sering tersiksa rindu.

Thanat nyaris berhasil,meski foto Tay masih bertahan menjadi wallpaper di ponselnya.

Thanat nyaris berhasil. Beruntung pekerjaannya mampu mengalihkan sebagian perhatian. Pergi ke gym. Bertemu dengan teman baru. Hingga sesekali membantu sang bunda di klinik kecantikan milik beliau walau nyatanya yang ia lakukan hanya sebatas duduk manis di sebelah mbak mbak resepsionis sambil menyapa para pasien dengan senyuman tampan.

"Bun,udah selesai kan? Habis ini pulang kan?" Tanya Thanat sambil menyembulkan kepala di balik pintu ruangan sang bunda. Persis seperti anak kecil.

"Sini dulu deh duduk sebelah bunda,bunda pengen ngobrol sebentar sama kamu." Wanita itu tersenyum teduh lalu menepuk nepuk ruang kosong di sebelahnya.

Thanat tersenyum lebar,lalu berlari kecil menghampiri bundanya.

"Ngobrol apa bundaaaa?" Tanya Thanat dengan intonasi yang terdengar manja.

"Kok bunda ngerasa akhir akhir ini kamu lagi seneng nyari kesibukan?" Bunda bertanya lagi sambil membuat gestur tanda petik dengan kedua tangan. "Ada apa,hm? Thanat nggak mau cerita sama bunda?" Thanat dapat melihat raut khawatir di wajah wanita cantik yang paling ia cintai itu.

Thanat menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab "Aku nggak apa apa kok bun.."

"Kalo bunda boleh tebak,ini soal Tawan kan?" Telak. Pertanyaan bunda kali ini mampu membuat Thanat menunduk dalam. "Kalo Thanat nggak mau cerita sama bunda nggak apa apa..tapi bunda nggak suka lihat anak bunda satu satunya sedih." Sambung beliau sambil mengusap punggung Thanat dengan sayang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 24, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PANDAWA LIMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang