Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setiap malam aku punya tiga juta pendar asterik makanya lanskapmu hampa. Pula buritmu redum sampai lekat kau dengan nyata meski tidak punya jiwa. Aku manusia penuh sukacita.
Bukan kepada seribu wajah duka aku ada, atau rupa-rupa sengsara, payah tipu daya, 'ingin mati saja!'. Aku jauh dari itu semua sebab kau tau aku anasera paling sempurna.
Suatu waktu kau jumpa anomali. Bilang kalau aku sepertinya sudah kebanyakan bermimpi, kau salahkan jua acara televisi, lengkap dengan gawai yang kutilik tiap hari. Meski tidak kau berharap aku tak luka-luka terlampau lamanya.
Katamu tidak ada bumantara diisi penuh supernova, tidak jua anak manusia paling sempurna.
Betul, semua sebatas artifisial cua. Kiranya kau harus tau betul-betul kupunya seluruh peristiwa termasuk asterik tiga juta dari dalam kepala sebab menderita skizofrenia.
—An,
Sepuluh Ribu Senja; Selesai
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Saya ngerasa cover ini udah jd ciri khas haha)
Hai, dibaca dulu yuk.
Kayaknya harus ada yang saya luruskan, deh...
Andrea di Sepuluh Ribu Senja adalah karakter.
Saya secara pribadi merasa tidak pernah mengklaim bahwa Sepuluh Ribu Senja adalah kejadian nyata. Sama seperti saya gak pernah mengklaim siapa nama saya sebenarnya. Saya rasa kalian berasumsi dan, tapi ya gak apa-apa juga kalau kalian begitu menganggapnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.