3. Sugar Daddy
"Om, tau Mama aku gak?"
Sore harinya, Raffa memilih main ke taman di depan kompleksnya. Cowok itu saat ini tengah membeli batagor, tapi, baju bagian bawahnya ditarik-tarik paksa oleh bocah laki-laki yang mungkin berusia sekitar 4 tahunan.
"Mana gue tau, Bro." Raffa memilih membayar jajanannya terlebih dahulu.
"Om! Mama aku cantik."
"Gak kegoda, gue sukanya sama Lily. Sono ah, ngapain di sini? Dicariin orang tua lo nanti," usir Raffa.
Si penjual batagor menggeleng pelan. Ia menepuk pundak Raffa, "Dia itu nanya ke Abang, Abang tau gak Mamanya. Itu artinya, dia itu bocah ilang. Bukannya dibantuin cari Mamanya, malah diusir."
Raffa jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan bocah itu. "Lo ilang, Tong? Kenapa gak bilang dari tadi? Lo ilang malah promosiin Mama lo ke gue," ujar Raffa tidak tahu diri.
"Om lemot."
"Heh! Buset, WOI! INI ANAK SIAPA?!" teriak Raffa.
Bocah itu menutup telinganya menggunakan tangan. Raffa kembali menatap ke arahnya. "Lagian, lo ilang kok gak mewek, sih?!"
"Ngapain?"
Raffa beranjak, cowok itu menatap penjual batagor dengan kesal. "Bang, goreng aja dia jadi batagor." Raffa menunjuk bocah itu.
"Billy! Lo hobi banget kabur, kenapa, sih?!"
Raffa dan Bocah tadi mengalihakan pandangan mereka. Di depan sana, gadis cantik sudah memasang wajah garang ke arah bocah itu.
Raffa membulatkan matanya, cowok itu menatap bocah itu dan juga Gadis itu bergantian. "Billy, Lily, anjir! Si Lily udah ada anak!" pekik Raffa.
Lily, gadis itu mengerutkan alisnya, "Lah, Raf? Ngapain di sini?"
"Ly! Hati gue tertusuk ribuan jarum. Anjir! Lo udah ada anak?! Perasaan gue keluar di luar deh."
"HEH!" Lily memukul lengan Raffa kesal. Gadis itu beralih menarik Billy, kemudian menggendongnya.
Raffa menatap wajah bocah itu dengan teliti, "Gak mirip sama gue! Berarti ini bukan anak gue, Ly, lo hamil anak siapa?!" tanya Raffa heboh.
"Apan sih, balik di luar negeri bukannya otak makin kebuka, malah makin turun ke dengkul."
"Mama, ini Papa?"
"Heh! Apa lo bilang?" Lily melotot ke arah Billy.
Bocah itu mencebikan bibirnya sebal. Tangan mungilnya kini melingkar di leher Lily. "Mama galak banget sama Billy."
"Gue bukan emak lo! Sekata-kata lo, bocah."
Raffa menggeleng tak percaya, "Setelah khianati cinta gue, sekarang lo gak mengakui anak lo sendiri, Ly? Yaudah, kita bawa aja ke panti asuhan!" ujar Raffa.
"Billy adik gue! Emang sableng nih bocah nyebut-nyebut gue Mama. Diajarin siapa, lo?!" tanya Lily pada Billy.
Billy tertawa, "Disuruh Papa. Kata Papa, kalau lagi jalan-jalan sama Kakak, aku disuruh sebut Kakak Mama. Biar Kakak gak nikah-nikah, soalnya, siapa juga yang mau sama Janda," jawab Billy jujur.
Raffa menganga tak percaya, ternyata ada juga Bocah yang lebih ajaib dibanding dirinya dulu.
Namun, di samping itu ia merasa lega. Ternyata, Lily belum menikah.
"Boc—AHHHH!"
Raffa memekik kala telinganya dijewer dari arah samping. Ia menoleh, di sana, Fatur melotot ke arahnya.
"Bagus! Bagus, Raffa, baru hari pertama udah bikin kacau."
"Lepas, Pa! Sakit—AAAAA!" Bukannya dilepas, Fatur malah semakin menjewer kencang.
"Om, anaknya nakal ya? Buang aja," ujar Billy.
Fatur masih dengan pakaian kantornya, beralih menatap ke arah Lily dan juga Bocah yang tidak ia kenali. "Lily, ini anak siapa? Jangan bilang, ini anak kamu sama Raffa?!" pekik Fatur tak percaya.
"Gengsi dong! Masa anak ganteng hamilin anak orang duluan. Gak ada!" jawab Raffa tak suka.
Raffa menepis tangan Fatur di telinganya. Mengusap-usapnya dengan pelan, "Sakit tau, Pa!"
"Kalau bukan anak kamu anak siapa, Raf? Lily, kamu udah nikah?" tanya Fatur lagi.
"Udah, Om," jawab Lily.
Raffa melotot, cowok itu mendorong pundak Fatur agar menyingkir. "Kok bisa?"
"Ya bisa, kan ada calonnya."
"Ly, serius!"
"Bercanda." Lily tertawa pelan.
Fatur yang mendengar jawaban itu, langsung mendorong pundak Raffa agar cowok itu menyingkir. "Yah, padahal Om lebih setuju kamu nikah sama orang lain aja, Ly."
"Pa! Raffa suruh Mama nikah lagi, nih," ancam Raffa tak terima.
"Mama kamu gak akan mau nikah sama orang lain selain Papa. Kamu liat, Papa itu ganteng, kaya, rajin menabung, terus—"
"Jangan geer, Mama nerima Papa cuman kasihan. Emang cewek mana yang kuat sama tingkah gengsian Papa?" jawab Raffa memotong.
Fatur memicingkan matanya, pria itu melipat kedua tangannya di depan dada. "Kalau Papa gak nikah sama Mama kamu, kamu gak akan ada!"
"Tapi buktinya sekarang Raffa ada di sini."
"Kak, mereka ngomongin apa?" bisik Billy.
Lily menggeleng, "Kamu ketawa aja udah," jawab Lily.
Tak lama, Billy tertawa kencang. Hal itu, sontak membuat Fatur dan Raffa menghentikan perdebatan mereka.
"Tuh kan, berhenti," ujar Lily.
Billy meredakan tawanya. Pria kecil itu bertepuk tangan. "Yeay!"
"Raffa, ayo pulang."
"Ogah, Pa. Raffa mau anterin Lily pulang. Ayo, Ly!" ajak Raffa.
Raffa tanpa aba-aba, langsung menggengdong Billy, dan menggenggam sebelah tangan Lily. "Gimana, Pa? Udah cocok jadi keluarga belum?"
"Halah, terserah kamu aja, Raf. Pulang ke rumah, Papa hukum kamu!" Setelah mengatakan itu, Fatur langsung berlaku pergi meninggalkan Raffa dan juga Lily.
Raffa tertawa melihatnya, untung saja ia tak mendapat amukan yang parah dari Papanya.
"Lo ngelakuin apa sih, Raf?" tanya Lily heran.
"Gue kabur habis makan siang tadi. Habisnya, gue kesel masa gue disuruh ngurus dokumen gitu. Kan mata gue puyeng, mendingan juga Gue liat muka lo, bukannya puyeng, bawaannya malah pengen ngajak nikah."
Billy menabok wajah Raffa dengan tangan mungilnya. "Om modus."
"Heh! Om, Om, Om, gue bukan sugar Deddy! Sekata-kata lo."
"Sugar Deddy itu apa?" tanya Boby.
Lily menutup mulut Raffa yang hendak menjawab. "Bukan apa-apa. Ayo pulang."
TBC
Kangen Lily Raffa gak nih?
Kesan setelah baca part ini? Maaf banget ya, aku sekarang bakalan jarang banget update. Serius deh otak lagi buntu banget_T
Oh iya, Cuman mau bilang, Allhamdulillah Leo Rezayn segera terbit di Ramzpublisher. Wajib banget follow instagramnya biar gak ketinggalan. (Endingnya bakalan beda sama di Wp)
Dan Novel Jangan Geer tanggal 7 Maret PO terakhir, siapa nih yang belum beli? Serius deh, di novel ada scane di mana Dena ketemu sama Bima. Hem …
Oke deh! Langsung aja cus!
KAMU SEDANG MEMBACA
Gengsi dong 2 [End]
Teen FictionIntinya ini kelanjutan cerita Gengsi dong! Ingin menikah, tapi belum punya modal. Si doi juga masih kuliah. Dipaksa jadi CEO, alhasil hobinya ngerusuh. Ini adalah kelanjutan kisah Raffa. *** "Heran gue sama lo, ngikut mulu gue pergi." "Kan gue the...
![Gengsi dong 2 [End]](https://img.wattpad.com/cover/260108472-64-k421168.jpg)