kenapa

600 65 1
                                    


Jimin dan soodam kali ini tengah berada di depan dorm yeoja itu. Soodam terlihat murung sepulang dari sungai Han.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jimin.

Aku tak baik-baik saja jimin-ah, aku juga tak tau kenapa..

"Hmm ne" balas soodam dengan senyum yang di paksakan.

"Benarkah?" Tanya Jimin tak percaya dan soodam Mengangguk.

"Emm soodam, aku ingin bicara sesuatu" kata Jimin membuat soodam menatapnya.

"Wae?"

"Aku, ingin mengutarakan perasaan ku padamu" ujar Jimin membuat soodam kaget setengah mati. Tidak, tidak lagi.

"Maksudmu" kata soodam.

"Aku menyukaimu soodam-ah, apa kau ingin menjadi kekasih ku?" Kata Jimin membuat soodam meneguk ludahnya kasar.

Soodam terdiam.

Aniyo soodam, kau tak boleh menerimanya.. aku tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Jimin idol besar, sedangkan kau.. ayolah sadar..

"Bagaimana?" Tanya Jimin memecahkan lamunan soodam dan soodam masih diam.

Kau juga menyukainya soodam, jangan membohongi dirimu..

Tapi..

"Soodam" kata Jimin yang melambaikan tangannya.

"Mianhe" ucap soodam menunduk.

"Aku harus masuk ke dalam" lanjutnya lalu masuk begitu saja.

Jimin terpengarah di tempatnya, apa dia salah berkata.

"Apa ini terlalu cepat?" Gumamnya yang bermonolog sendiri.

"Huhfft, mungkin dia belum bisa melupakan mantannya" ujar Jimin lalu pergi dari sana dengan wajah yang muram.

Sedangkan di kamarnya, soodam sedang melamun. Dia sedang berpikir akan resiko yang akan dia terima dari ini semua.

"Jika aku menerimanya, apa dia akan sama seperti Lucas.. tapi jika aku menolaknya.. apa aku tak akan menyesal" gumam soodam.

"Memang tak semua lelaki sama, tapi kenapa.. kenapa hatiku tak bisa menerima seseorang untuk masuk.. seolah dia menutup pintunya rapat-rapat"

"Apa Jimin kecewa padaku" tanyanya pada diri sendiri.

"Mianhe jiminie"

Ting

Sebuah notifikasi masuk ke handphone yeoja ber marga Lee itu.

Jimin
Istirahat lah, lupakan soal tadi. Aku hanya bermain-main.. aku sedang latihan untuk mengungkapkan nya pada seseorang.

Deg

Sialan

Soodam
Oh gwenchana

Jimin
Aku pikir kau akan membuka hatimu

Soodam mengerutkan keningnya bingung dan sedetik setelah Jimin mengirim pesan itu, Jimin menghapusnya lagi.

Soodam
Pasti kau salah kirim kan?

Jimin
Ne

Soodam
Semoga dia menerima mu sebagai kekasih mu..

Jimin
Ne, gomawo..

Jimin tersenyum kecut membacanya. Hatinya seakan hancur.

secret number x BTS (Bangtan soeyeondan) Completed✅✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang