Heaven Higher Favian. Namanya berartikan surga, tampangnya juga sangat surgawi. Tapi sial, kelakuannya tak mencerminkan sebagai penghuni surga.
Cowok itu terkenal berandal, pemaksa dan tidak bisa dikalahkan. Disisi lagi dia sangat cerdas dan berwib...
Maaf telat update. Akutuh di real life nya sibuk banget cari pundi pundi reremahan uang.
Aku ada give away nih, siapa yang mau spam komen sebanyak banyaknya bakal dapet pulsa 25 k buat 4 orang.
Komennya santai, terserah. Emot doang juga nggak papa. Yang penting ramenya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3,5 vote+ komen melimpah up yok.
16. MABUKNYA HEAVEN
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Heaven, taubat Nak. Yok, ashadu..
•Heaven•
"Asalamuaikum warrahmatullah," Mutia menoleh ke kiri, lalu diteruskan dengan mengusap wajahnya. Sholat subuhnya selesai dilaksanakan, kini giliran berdoa untuk sang mama tercinta.
Mutia menengadahkan kedua tangannya, berdoa sungguh sungguh sembari memejamkan mata.
"Yang tenang ya ma, dirumah Allah,"
Selesainya sholat subuh, Mutia tidak buru buru melepas mukena. Gadis itu selonjoran dulu disajadahnya sambil malas malasan, dengan alasan dingin.
Mutia meraih ponsel yang berada dekatnya. Cewek itu langsung membuka media sosial untuk mengecek satu persatu pacar halunya, yaitu dunia perkpopan. Namanya juga fansgirl.
"Pening, yang,"
Mutia menoleh, "Astagfirullah!" mengehela napas berat melihat Heaven tidak memakai baju, hanya celana jeansnya saja yang melekat ditubuh. Cowok itu terlantang di kasur dengan tatapan nanar.
Kapan cowok itu masuk, pikirnya.
"Keluar nggak!" Mutia bangkit sambil berkacak pinggang. Mukenanya dilepas asal tak memperdulikan kerapihan.