Heaven Higher Favian. Namanya berartikan surga, tampangnya juga sangat surgawi. Tapi sial, kelakuannya tak mencerminkan sebagai penghuni surga.
Cowok itu terkenal berandal, pemaksa dan tidak bisa dikalahkan. Disisi lagi dia sangat cerdas dan berwib...
Masih seputar giveaway, besok malam diundi ya guys...
Syaratnya ada di part sebelumnya.
Oh iya, menurut kalian. Aksesoris apa sih yang dikalian kaya gak cocok gitu.
• Tangannya cocok pakai cincin gak?
•Cocok pakai jam tangan gak?
•Pakai anting?
•Pakai topi kalian cocok?
• 14 vote+ 10k komen berlajutkonfik
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang gue kira kalem, ternyata kelam.
Nara.
Entah bangun jam berapa, tapi subuh subuh begini Heaven sudah bermain dengan samsak tinju miliknya. Bukan tanpa alasan cowok itu memilih olahraga pagi pagi sekali, selain karena sibuk kuliah waktunya dicurahkan semuanya untuk Mutia.
Heaven tetap Heaven yang mengedepankan kebucinan walaupun bagi Mutia sama sekali tak terlihat tulus.
"Kak..."
Mendengar panggilan lembut cow kok itu menoleh, menghentikan aktivitasnya.
"Kak Heaven..."
"Beli bubur kayanya enak deh," usul Mutia yang bersandar dipintu.
"Sekarang jam berapa emang?" Heaven lalu menatap jam dinding. "Belum juga jam 6 Ya'."
"Nunggu jam berapa lagi memangnya? Nanti jam 7 udah harus disekolah," sahut Mutia masih mengantuk, beberapa kali mulutnya menguap lalu dengan anggunnya ia tutupi dengan tangan.
Sepertinya Heaven memang sengaja membuat resah mata yang memandang. Buktinya tak segera memakai kaos, malah memperlihatkan jelas bagaimana bentuk tubuh kekar yang dibanjiri keringat, untung cowok itu selalu wangi dan membuat candu.
"Cepetan pakai kaosnya!" tekan Mutia tak sabar, akhirnya tangannya pun gatal segera menyahut kaos yang tergeletak di sofa.