[23]

610 96 25
                                    

HAPPY

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

H
A
P
P
Y

R
E
A
D
I
N
G

Enjoy It!


Chenle berlari,
Tidak peduli seberapa banyak orang yang ia tabrak dan terobos paksa.

Jihoon.

Jihoon.

Jihoon.

Nama sang anak terus dirapalkan dalam hati. Pikirannya begitu kalut.
Tetesan air mata sudah menelusuri pipinya sedari tadi.

Demi tuhan, Chenle merasa sangat berdosa dan bersalah sekarang. Harusnya ia tidak membiarkan Jihoon bersama Wonyoung harusnya ia tidak mengikuti perlombaan bodoh saran Renj-

Ah tunggu.

Langkahnya berhenti.
Chenle menarik nafas panjang. Tidak boleh. Ini bukan salah Wonyoung ataupun Renjun. Ini murni kecelakaan. Chenle menarik nafas sekali lagi, mencoba menyingkirkan pendapat buruk yang sempat terlintas di benaknya.

Dirinya sudah sedikit tenang sesaat sampai dirumah sakit. Dengan tangan gemetar di bukannya perlahan pintu kamar rawat VVIP tersebut, pandangan nya langsung terfokus pada sang anak yang terbaring belum sadarkan diri.

Chenle sedikit bernafas lega, Jihoon nya tampak baik-baik saja tidak ada satupun perban yang menempel pada kulitnya. Hanya saja anak itu memang terlihat pucat.

"Chenle maafkan aku."

Pandangannya mengarah pada Jeonghan, ibu tersebut menundukan kepalanya. Merasa bersalah karena tidak menjaga Jihoon dengan baik saat tengah main bersama anaknya.

"Tidak apa-apa Jeonghan-ssi. Ini hanya kecelakaan beruntung Jihoon juga tidak apa-apa."

"Iya syukurlah, tapi tetap saja aku jadi merasa bersalah. Jantungku bahkan seperti berhenti berdetak saat melihat Jihoon tidak sadarkan diri."

Chenle menepuk pelan bahu Jeonghan. Ia sudah dengar ceritannya, Woozi dan Jihoon sedang bermain di taman bermain. Lalu jeonghan memanggil Jihoon untuk pulang dari sebrang, Jihoon langsung berlari tak sadar bahwa ada sepeda motor yang melaju dengan kencang. Terserempet mungkin kata yang tepat.

Atensi Chenle terganti, seorang bocah seumuran Jihoon menarik kemejanya. Woozi. "Ada apa sayang?"

Tanya Chenle lembut. Anak itu malah memainkan jarinya, "Aunty, maafkan woozi."

"Aniyaa.. tidak apa-apa, bukan salah woozi."

Woozi masih tetap menunduk, "Woozi mau berjanji kepada aunty?"

Kepala bocah itu mengadah, "Heum?"

"Tetap menjadi sahabat Jihoon ,ne?"

Bolamata jernih itu mengerjap,

🥀LIE & CRY : I LOVE YOU🥀 ✔️Where stories live. Discover now