Warning!!
Ada bagian yang kurang baik jadi tolong diingat kalau ini hanya sebatas cerita fiksi. Bukan real.
Kalo ga suka ga usah dibaca sampai akhir
Makasii
Happy reading
"Darimana saja kau?! Aku sudah lama menunggumu!"
Ucap Jihyo yang terlihat kesal karna sudah menunggu y/n selama sepuluh menit. Y/n hanya memutar bola mata malas sembari mengelap keringat yang ada di sekitar pelipisnya.
"Awalnya aku ingin mencaritahu di markas tetapi saat tau kau ada disini aku memilih untuk menanyakan ini langsung kepadamu. Kau tau tentang kalung ini?"
Y/n memperlihatkan kalung yang ada di tangannya. Kalung itu hanya sebuah persegi panjang yang ada tulisan mandarin yang sangat jelas.
"Mereka masih hidup?" gumam Jihyo dan y/n menyerngit bingung.
"Apa maksudmu?" tanya y/n dan Jihyo menatap y/n dengan tatapan yang berubah. Sekarang dia terlihat menyeramkan karna wajahnya berubah menjadi serius.
"Kau tau tentang masalah 97line? Ini bersangkutan dengan mereka"
Y/n mengangguk walau ragu. Dia tidak tau semuanya tetapi dia bisa mencari tau.
"Ini regu yang membuat berita bohong itu. Kau bisa tanyakan yang lainnya kepada Jaehyun, dia pasti tau"
Y/n kembali mengangguk lalu memasukkan kalung itu ke dalam saku jaket kulit hitam yang dia pakai.
"Oh ya, kenapa kau menyuruh Nayeon untuk mengat-"
"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Jennie ada hubungan dengan Taeyong?"
"Hah?"
"Ya, aku tau dari Hana"
Jihyo mengangguk paham. "Mereka dijodohkan"
"Sejak kapan?"
"Sejak kecelakaan yang kau buat waktu itu. Saat kejadian kecelakaan waktu itu, banyak sekali kejadian yang kau lewatkan"
"Lalu kenapa dia terlihat seperti masih berharap kepadaku?"
"Mereka itu musuh, tetapi karna orang tua mereka tidak tau akan hal itu jadi mereka dijodohkan. Sebenarnya mama Taeyong tidak memaksa tetapi berbeda dengan ayahnya. Ayahnya memaksanya menikah dengan Jennie agar dapat mengambil alih semua yang dimiliki keluarga Jennie"
Y/n hanya mengangguk mendengarkan penuturan dari Jihyo. Dia tidak tau soal ini.
"Lalu bagaimana dengan hubunganmu dan Taeyong?" tanya Jihyo dan y/n menghela nafas panjang.
"Kurasa sebulan sudah cukup kami menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih"
"Apa kau serius?"
Y/n mengangguk yakin. "Kau boleh pergi, aku akan menyelesaikan urusanku dengan Taeyong dulu"
Jihyo mengangguk lalu berpamitan dan segera pergi dari sana. Y/n kembali menghampiri Taeyong yang masih dijaga oleh anjing tadi.
Y/n menekan sebuah tombol di salah satu pohon yang lumayan jauh dari kotak kaca itu. Saat kotak kaca itu perlahan terbuka, anjing tadi langsung lari dan y/n langsung menghampiri Taeyong.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is A Mafia
Fiksi PenggemarCerita ini fiksi yaa Aku pakai bahasa indonesia, ada bahasa baku dan non baku Maaf kalo ga bagus soalnya baru pertama kali buat:v Janlup Voment dan follow yaa
