17

113 11 1
                                        

Happy reading

(Disini mereka ngobrol pakai bahasa baku)

Saat sampai di rumah sakit, kamu langsung ditangani oleh dokter. Kun, Winwin dan Ten menunggumu sambil terus berdoa agar kamu selamat.

"Ten" panggil Kun kepada Ten yang sejak tadi hanya menunduk dan duduk di lantai saking lemas kakinya. Ten yang mendengar namanya di panggil hanya menatap Kun tanpa menjawab sepatah kata pun.

"Xiaojun nitipin ini buat lo" Kun memberikan sebuah ponsel yang sudah pasti itu milik Xiaojun.

"Apaan?" tanya Ten, dia bingung apa maksudnya? Xiaojun memberikan ia handphone atau apa? Padahal kalau hanya handphone dia bisa membeli dengan uangnya sendiri.

"Buka aja, ada beberapa video, foto dan beberapa pesan buat lo. Kata dia, ada beberapa orang yang bakal bantu kita. Dan dia bilang lo kenal sama mereka, jadi dia ngasih nya ke lo"

"Itu ada nomor bang Chanyeol sama temen-temennya" ucap Winwin sambil menatap lurus ke depan.

Mendengar ucapan Winwin membuat Ten dan Kun menatap Winwin dengan tatapan bertanya.

"Tau dari mana? " tanya Kun yang tidak percaya atau bisa dibilang kurang percaya dengan ucapan yang dilontarkan Winwin.

"Nyalain trus liat kontak" perintah Winwin yang langsung dilakukan oleh Ten.

Saat Ten menyalakan ponselnya, hal yang pertama dia liat hanya foto tangan yang berlumuran darah dan ada sayatan yang bertuliskan 'hidup untuk mati'. Ten tidak peduli dan langsung melihat kontak yang ada.

Hanya ada nomor milik Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kai, Sehun, Jaehyun, Winwin, Xiaojun, Taeyong, dan Yuta.

"Ga ada kontak anggota kita? Ini hp siapa?" tanya Ten kepada Kun.

"Ga tau" jawab Kun dengan santai dan dia baru menyadari sesuatu. "Shit!"

"Kenapa? " -ww

"Lucas sama Dery, telfon mereka!" perintah Kun kepada Ten dan Winwin.

"Ok, gw telfon Lucas" -ww

"Lu punya no Lucas? " -T

"Semua anggota WayV termasuk lo, gw punya no kalian" ucap Winwin sebelum pergi karna Lucas sudah menjawab Telfonnya.

"Mending lo telfon Dery, gw samperin dokternya dulu" perintah Kun kepada Ten lalu dia menghampiri dokter yang baru saja selesai menangani mu.

"Bagaimana keadaan y/n dok?" tanya Kun dengan nada khawatir.

"Pasien y/n tidak apa-apa tetapi dia masih belum sadar. Anda wali pasien? "

"Iya, saya kakaknya"

"Kalau begitu tolong isi identitas adik anda, suster tolong urus berkas pasien. Dan silahkan melunasi administrasi untuk adik anda"

"Mana kertas yang harus saya isi? " tanya Kun dengan nada dingin dan tidak peduli dengan ucapan dokter yang tadi menangani pasien.

"Hah~ kalau begitu saya permisi" pamit dokter itu yang tetap tidak di hiraukan Kun.

Saat dokter itu sudah benar-benar pergi, Kun mencengkram dagu suster yang tadi menanganimu dengan sangat keras. "Buat dia selamat dan kembali seperti semula. Jika dia tidak selamat maka kamu juga akan dengan cepat menyusul adik cantikku itu!" ucap Kun penuh penekanan.

My Boyfriend Is A MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang