--Happy reading
"DUIT 1MILIYARRR GUE!!!" Teriakan itu terdengar dari pintu masuk kelas XII Bahasa 1. Rachel tanpa sadar masuk ke kelasnya dengan wajah kusut, padahal bu Yolla sedang mengajar sekarang.
"APA APAAN KAMU RACHEL!" Rachel tiba tiba tersentak. Sejak kapan Bu Yolla ada di kelasnya? Ia melirik ke arah arlojinya. Rachel benar benar kaget ketika waktu telah menunjukan pukul 10.00. Apakah selama itu Rachel mencari uang 1M nya?
"Duit saya hilang bu, 1Miliyar," Perkataan barusan jelas jelas mengundang raut muka serius dari Bu Yolla. Bagaimana bisa seorang murid kehilangan uang 1M di sekolahnya. Lantas Bu Yolla segera menghentikan aktivitasnya dan segera menghampiri Rachel.
"Kamu ngapain bawa uang 1M ke sekolah?" Tanya Bu Yolla serius.
"Gak tau bu! Nesya buang uang saya!" Kesal Rachel menunjuk Nesya dari depan kelasnya.
"Nggak kok bu! Aku gak buang uang Rachel!" Nesya mencoba membela dirinya. Nesya benar benar panik ketika melihat sosok muka guru wanita terkiller SMA Wijaya ini menatap tajam kepadanya.
"Rachel yang bener kamu! Jangan nuduh orang sembarangan!" Tatapan tajam Bu Yolla kini bepindah kepada Rachel. Rachel yang tertunduk lemas, hanya bisa mengumpati guru bermata 4 itu.
"1Miliyarrius bu! Kacamata saya di buang sama Nesya!" Kesal Rachel. Perempuan dengan rambut pendek sebahu itu selalu saja mencari masalah. Untungnya, ia dipertemukan dengan Nesya. Bukan dengan orang lain yang akan membuatnya semakin nakal. Bagaimana dia bisa mengklaim kacamata itu kacamatanya? Padahal, Pandu saja tidak memberikan itu pada Nesya.
"KACAMATA DOANG RACHEL?! KAMU MAIN MAIN SAMA SAYA?!" Bu Yolla menekan suaranya. Ia menatap ke arah Rachel yang sedang linglung mencari cari kacamatanya.
"OMG IBU GAK TAU?! Itu lho bu, kacamata keluaran DC yang harganya 1M! Semua bagiannya itu ngandung berlian murni bu! Ibu gak tau? Ya allah ibu kudet banget sii! Padahal yang produksi itu DC lho bu! Keluarganya Pandu XI IPA 1!" Rachel memang perempuan pemberani. Lebih tepatnya bukan pemberani, tidak sopan! Ia bahkan berbicara pada gurunya seperti pada temannya. Tidak patut dicontoh.
Nesya yang melihat tingkah temannya itu segera mendekatinya. Menyenggol pergelangan tangannya agar perempuan itu sadar karena perlakukannya yang salah.
"Lo apaan sih Nes, Ih!"
"Kalian berdua mau mempermainkan saya?!!" Marah Bu Yolla pada mereka berdua. Nesya segera menggelengkan kepalanya. Ia bahkan tidak tau menau akan kacamata Pandu yang ia buang tadi.
"Siapa yang main main bu?! Saya dari tadi 1Mrius!" Tekan Rachel membuat Nesya segera mencubitnya.
"Aww" Rintih Rachel. "Nesya lo tuh-"
"KALIAN BERDUA KELUAR!!" Teriak Bu Yolla. Nesya lantas menggelengkan kepalanya. Ia tidak ada hubungannya dengan itu.
"Tapi bu-"
"SAYA BILANG KALIAN BERDUA KELUAR ATAU MASUK BK?!" Nesya benar benar pasrah akan kesialannya hari ini. Rachel kemudian menarik Nesya, agar perempuan itu bisa keluar bersamanya.
"Gara gara lo ih!" Sentak Rachel membuat Nesya memutar bola matanya. Selalu Nesya yang salah. Ia hanya menghela nafanya kasar ketika Rachel menyalahkannya. Sekarang, mereka berdua ada di koridor sekolah. Mereka lontang lantung entah mau kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
TO : PANDU
Teen Fiction"Langit itu lukisan nyata tuhan. Langit aja indah, apalagi rencanya, Iyakan?" ❀❀❀❀ Antara Cinta dan Benci Antara Pandu, Nesya dan Perasaan mereka Note : Bila ada ketidak lengkapan dalam cerita, hapus terlebih dahulu ceritanya di perputakaan.
