5 ✓

14.6K 715 28
                                        

'Semakin tinggi espektasi'
'Semakin tinggi juga peluang depresi'

-Jonathan

Pagi ini panas Lea sudah turun dan dia juga kuliah seperti biasanya walau baru saja sembuh.

"Kamu bareng Dita aja ya mumpung jam mata kuliah kamu sama kayak Dita" ucap mama yang masih sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Lea.

"Iya ma ini juga mau ke rumah Dita" ucap Lea  yang sudah menenteng tas nya di pundak kanan saja.

"Nih bekal nya nanti kamu makan ya sama Dita" ucap mama sambil menyerahkan satu kotak tempat makanan / bekal yang lumayan besar.

"Makasih ma, Lea berangkat dulu ya assalamualaikum" ucap Lea lalu mencium tangan mamanya dan berlalu menuju rumah seberang.

"Waalaikumsalam hati-hati ya" ucap mama dan diacungi jempol oleh Lea.

-Mansion Keluarga Dita

"DIDIT AYO BERANGKAT" teriak Lea.

Ceklek

"Ayo" ucap Dita lalu mereka menuju mobil Dita dan berangkat ke kampus.

-UNEA

Saat memarkirkan mobil nya Lea tak sengaja melihat Alan yang juga memarkirkan mobilnya bahkan bersebelahan dari mobil Dita.

"Omg Didit ada Alan ish gua harus dandan dulu nih, lipstick gua menor gak? Udah cantik kan gua?" Cerocos Lea sambil mengaca.

"Udah cantik banget, yuk keluar" ucap Dita lalu mereka keluar dan menyapa Alan.

"Hai Alan" sapa Lea sambil tersenyum.

"Hm" jawab Alan dengan acuh.

"Jawab dong kalo orang nyapa itu" sindir Dita.

"Iya maaf" ucap Alan dengan nada sedikit berbeda yang membuat Lea mengernyit.

"Kok nada bicara nya ke gue sama ke Dita beda" batin Lea tapi dia tidak mau su'udzon kepada sahabatnya.

"Gakpapa yaudah ayok ke kelas bareng" ajak Lea yang kembali lagi dengan raut ceria.

Btw Alan sekarang udah banyak tau tentang bahasa Indonesia dia juga diajarin sama saudaranya yang tinggal di Indonesia sejak lama.

"Gak, kalian duluan aja" ucap Alan lalu Lea dan Dita menuju kelas nya masing-masing .

Alan menatap kepergian kedua gadis itu, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di fikirannya.

Dari lantai atas terdapat Jo yang menyaksikan kejadian itu dari awal lalu dia tersenyum penuh arti seakan mengerti tentang tatapan Alan tadi.

"Rumit" gumam Jo.

___

Kini kuliah telah usai, Lea dan Dita sedang memakan bekal buatan Mama Lea di kantin kampus.

"Widih spaghetti sama sosis canzler nih" ucap Dita dengan heboh tetapi berbeda dengan Lea yang biasa saja tapi nampak sedang memikirkan sesuatu.

"Awakmu kok diam aja Le? Awakmu sakit ta?" ucap Dita sambil menempelkan punggung tangannya di kening Lea.

"Gak" jawab Lea.

Setelah itu mereka makan bersama tapi tak lama Jo datang bersama Alan.

"Gabung ya?" tanya Jo.

"Iya/gak" ucap Lea dan Dita bersamaan.

"Duduk aja" ucap Dita.

"Saya mau pesan makanan dulu, kalian nitip apa?" tanya Jo.

"2 milkshake strawberry" ucap Dita yang mewakili Lea.

"Nasi goreng sama lemon tea" ucap Alan.

Setelah itu Jo menuju stand penjual tersebut.

"Mau gak?" tanya Lea pada Alan.

"Gak" jawab Alan dengan ketus.

"Enak loh yakin gak mau nyobain?" kali ini Dita yang berbicara.

"Suapin" ucap Alan yang berhasil membuat hati Lea sakit.

Dita meyuapi Alan di depan mata kepala Lea, Lea hanya diam saja toh mau bagaimana lagi, mau cemburu juga dia sadar kalo bukan siapa-siapa nya Alan.

"Enak?" tanya Dita.

"Enak" jawab Alan sambil tersenyum tipis.

Tak lama setelah itu Jo datang membawa pesanan mereka, Jo melihat raut sedih di muka Lea kini ia menjadi khawatir.

"Lea kamu gakpapa?" tanya Jo.

"I'm okay" jawab Lea sambil tersenyum.

Mereka makan makanannya masing-masing Lea hanya makan 2 suap saja ia sudah tidak mood untuk melanjutkan makannya, dia hanya menghabiskan milkshake nya.

"Pak Jo nanti pulangnya bareng ya" ucap Lea dan diangguki oleh Jo.

"Saya udah selesai kok ayok pulang" ajak Jo lalu berdiri dari duduknya.

"Loh Lele kan lo berangkat sama pulang harus sama gue" ucap Dita.

"Gak usah" setelah itu Jo dan Lea menuju parkiran mobil.

"Lo bareng gue aja mobil lo titipin disini dulu, habis ini hujan bahaya berkendara di saat hujan" ucap Alan dan diangguki oleh Dita.

Setelah beberapa menit berkendara kini Lea-Jo dan Dita-Alan sampai di mansionnya bersamaan.

Lea melihat bahwa Dita diantar pulang oleh Alan, kalau ditanya Lea sakit gak? Ya sakit lah masa engga.

Cup

Kiss in kening.

"Jangan dipikirin" bisik Jo yang mengerti perasaan Lea sekarang.

"Makasi, hati-hati Jo" ucap Lea dan setelah itu di langsung masuk ke dalam kamarnya.

-Dalam kamar Lea

"Hiks apa Alan suka sama Dita?" ucap Lea yang sudah tak tahan lagi kini dia sudah menangis menumpahkan segala kesedihannya.

"A-apa gue mundur aja hiks?" ucap Lea sambil sesegukan lalu menuju kamar mandi dan menangis dibawah guyuran air shower sampai dia pingsan.

Sedangkan di bawah Mama yang baru pulang kerja tak melihat keberadaan Lea di bawah.

"Lea sini turun Mama beliin kamu sesuatu loh" ucap Mama dengan sedikit keras.

Karena tidak ada jawaban akhirnya Mama memutuskan untuk menuju kamar Lea.

Tok
Tok

"Lea bukain pintunya ini Mama" ucap Mama sambil mengetuk pintu kamar Lea.

Ceklek

"Loh gak dikunci toh" ucap Mama lalu masuk dan menatap setiap sudut kamar anak semata wayangnya itu.

"Dita tadi udah pulang, Lea harusnya udah pulang juga dong" batin Mama lalu tiba-tiba perasaan nya menjadi tak enak, tempat yang belum ia cek adalah kamar mandi.

Ceklek

"Astagfirullah Lea kamu kenapa nak" ucap Mama Rea dengan heboh sambil mematikan shower.

Panggilan tersambung.

"Halo dokter bisa ke rumah gak? Lea pingsan dok" ucap Mama.

"Bisa bu tunggu sebentar ya" ucap dokter khusus di keluarga Lea.

"Cepetan ya" ucap Mama.

Tut

Panggilan diputus sepihak oleh Mama.

Mama memapah Lea menuju walk in closet untuk menggantikan bajunya setelah itu dia memapah lagi Lea menuju kasur.

"Bangun Le" ucap Mama yang sudah menangis dia takut sekali kalau kehilangan anaknya karena Lea lah penyemangat hidup nya dan karena Lea lah ia bertahan hidup.

__

See you next chapter
Vote ya
Komen ya

Dosen kasmaran [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang