007

20.8K 2.2K 27
                                        

"udah selesai?" tanya mark setelah liat haechan udah keluar dari gramedia dengan kantong berisi buku bukunya.

mark menarik kantong yang dipegang haechan, "sini, aku aja."

ucapan mark otomatis membuat haechan memiringkan kepalanya, kedengeran aneh. bukan aneh sih, lebih ke gak biasanya.

mark akhir akhir ini emang bersikap lembut terus sama haechan ntah karna apa.

aku? mereka bahkan pacaran juga enggak.

"aku?"

"hm?" mark menoleh sambil menghembuskan nafansya panjang. kemudian mark menarik bahu haechan untuk mendekat dengannya.

akhirnya kedua berjalan, mengelilingi mall tanpa tahu harus kemana. haechan melihat sekitar sebentar. sampai akhirnya mata haechan menuju ke tempat yang ada di tengah tengah. store baskin robin yang kebetulan lagi cukup sepi.

haechan tersenyum lebar, lalu menunjuk baskin robin itu. "kak, ke baskin robin dulu yuk?"

mark hanya mengangguk menurut. "sure, c'mmon, i'll pay it." mark menarik tangan haechan pergi ke store baskin robin itu.

"choco mint 1 ya, kamu mau apa?"

"baik mint chocolate chipnya 1, stok mint chocolate chipnya sisa 1 ya kak, jadi berikutnya gak ada lagi" ucap petugas kasir yang mengetik sesuatu di keyboard komputernya.

mark menoleh ke haechan, "what do you want?"

"eh? why?" tanya mark yang bisa liat kalau muka haechan sekarang udah ancang ancang mau ngambek.

"aku baru mau itu..."

keluhan dari haechan membuat mark tertawa. tangannya mengusak kecil kepala haechan, "me first" ejek mark ke si mungil yang ada di sebelahnya.

haechan berdecak, "males ah.."

beberapa saat haechan liat liat menu, akhirnya haechan pesen menu jamocha almond fudge. masih sama dengan ekspresinya, haechan ngambek.

mark juga masih gemes sama haechan yang bahkan gamau ngobrol sama mark sama sekali cuman gara gara kalah cepat pesen rasa yang dia pengen.

mark mencubit pelan pipi haechan, "hey, udah dong ngambeknya.."

"gak." haechan menepis pelan tangan mark dari pipinya, lalu lanjut memainkan ponselnya.

"lee donghyuck."

"apa?!"

"atas nama kak Mark!"

mark menghela nafasnya dengan kasar, "wait here, aku ambil dulu es krimnya."

haechan yang gak peduli, masih lanjut dengan hpnya sendiri. keasikan sampai gak sadar kalau mark udah kembali sambil bawa 2 mangkok es krim yang udah mereka pesen tadi.

mark memberikan milik haechan, "here yours"

meski statusnya masih ngambek, haechan akhirnya mau gak mau makan es krim yang udah dia makan. toh ini bayaran dari mark, sayang gak dimakan

rasa jamocha almond emang gak begitu buruk di lidah haechan. tapi balik lagi ke awal, haechan tetep haechan. lebih suka yang nomor 1 dibandingkan nomor 2 ataupun nomor 3 atau yang lainnya.

liat haechan yang makan es krim aja ngambek, mark mengambil milik haechan. mark menukar punyanya sama haechan.

"here, tuker aja, kamu makan punya aku, aku makan punya kamu."

haechan lansung tersenyum lebar melihat es krimnya udah dituker. moodnya lansung naik, dan mulai semangat melahap es krimnya.

mark tertawa kecil, lalu menggelengkan kepalanya. serasa asuh anak balita umur 5 tahun yang resenya minta ampun, tapi sekaligus gemes.
















































"kemana aja lu?" tanya jeno saat mark mulai memasuki rumah. mark yang tengah menggendong tasnya di sebelah pundaknya hanya mengendikkan bahu kanannya.

"date with someone, haechan." jawab mark acuh tak acuh lalu berjalan menaiki anak tangga satu persatu.

"again? are you already dating with him or not?" tanya jeno lagi. karna ini udah kesekian kalinya mark nyebut nama haechan setiap kali dia pulang ke rumah.

diam diam mark tersenyum kecil, "no, i'll make it be a real relationship." ucapnya lalu lanjut berjalan menuju ke kamarnya.

jeno yang ada di sofa cuman berdecih, "cih, real relationship katanya.."

mark sendiri sampai di kamar. lalu lelaki itu membanting dirinya ke kasur, berbaring sambil memejamkan matanya. setelah menghabiskan waktu beberapa jam bareng haechan, mark akhirnya tidur.

mark tersenyum kecil kalau diinget inget setiap kali date bareng haechan. ada aja hal gemesnya yang bisa bikin dia rasanya mau gigit pipi haechan sendiri.

"oh god.. please.." mark mengusap wajahnya. he's already fall in love now.

sosok haechan bener bener menghantui pikirannya sekarang. 24/7 mark bener bener nempel ke haechan.

"god, i'm already crazy.."









































wait till i'm already have a good mood to write okay:>

4% left | markhyuckTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang