Happy Reading📖
Kawasan banyak typo!
Malam ini adalah hari pernikahan Laura, Aqeela penasaran siapa laki laki yang kan bersanding dengan Laura.
"Gimana udah siap?" Tanya Revan
"Udah," Jawab Aqeela lalu keluar dari kamar hotelnya
"Lo beneran mau datang?" Tanya Aletha
"Hmm," Hanya di jawab deheman oleh Aqeela
Gedung pernikahan yang mewah, para tamu pun sudah banyak yang hadir, Aqeela berjalan berdampingan bersama Roby
+68 8**********
|Jangan pergi dari acaran, sampai acara selesai
Seseorang mengirim pesan kepada Aqeela dengan nomor indonesia.
Tiba saatnya pengantin di panggil semua orang tertuju pada Laura tapi, Marc di sana ada Marc yang sedang berjalan mengandeng tangan Laura dengan tersenyum lebar.
Kembali terpukul oleh seseorang yang sama, dan rasanya tetap sakit apa lagi dengan seseorang yang kita cintai.
Laura pun tampak bahagia di atas panggung sana, sesak. Aqeela memalingkan wajah tidak ingin melihat pemandangan di depannya, namun air matanya sudah tidak dapat di bendung lagi, Aqeela berlari keluar tidak ingin melihat acara bahagia itu.
Marc yang melihat kepargian Aqeela dari acara pun menyerahkan semuanya kepada pendeta, Marc melirik Laura dan di balas anggukan.
***
Aqeela berada di jembatan, hatinya bulum siap melihat Marc bersanding, egois sebut saja begitu. Rasanya kehilangan orang kita cintai dan pergi tampa jejak, lalu bertemu dan ingin bersanding wanita lain.
"SEHARUSNYA GUE GA TERLALU BERHARAP SAMA LO!" Aqeela melupa kan seluruh emosinya kepada aingin
"GUE BENCI LO MARC!!" Ucap Aqeela dan melempar gelang yang dulu pernah Marc beri saat kemping. Tubuh Aqeela merosot jatuh terduduk di terotoar jalan, sangat menyedih kan.
Semua temannya ingin menghampiri Aqeela terutama Roby tetapi di tahan oleh kedua Kakak Aqeela saat mobil Marc berhenti di samping Aqeela
"Qeel," Ucap Marc
Aqeela mendongak melihat Marc yang menggunakan jas hitam sedang berdiri di hadapanya.
"Ngapain Lo kesini?!" Tanya Aqeela
"Mending Lo pergi sana, nikah sono lo sama Si Laura," Ucap Aqeela ketus
"Nikah?" Tanya Marc
"Iya kan Lo mau nikah sama Laura?!" Ucao Aqeela
"Dengerin gue," Marc menarik satu tangan kedua tangan Aqeela mengengamnya erat
"Gue di sana sebagai Wali Laura, Orang tuanya meninggal, dan Lo tau Sevanya dia punya penyakit yang ganas Laura hamil anak Syam." Ucap Marc
"Jadi Lo ga nikah sama Laura?" Tanya Aqeela
Marc menggeleng "Sevannya meninggal dan dia titipin Lauran ke gue dan gue harus jadi wali Laura saat dia menikah," Ucap Marc
Seketika membuat Aqeela terdiam kikuk, mengapa dirinya tidak berfikir sejauh itu?
"Terus kenapa Lo ga dampingin Laura?" Tanya Aqeela
"Karna Lo," Ucap Marc
"Gue?" Tanya Aqeela
"Gue kirim pesan ke lo jangan tinggalin acara itu tapi lo pergi dan ada di sini," Ucap Marc, Aqeela hanya tersenyum malu Marc banyak berubah dari bahasa yang dulunya dingin sekarang hangat dan manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Q E E L A
Teen FictionSeorang gadis yang hati nya terkunci untuk laki laki manapun. Tapi saat bertemu dengan satu laki laki pindahan dari bandung dia merasakan ada yang berbeda. Apa mungkin gadis ini mencintai laki laki itu. Dan seorang anak yang besar dari keluarga asi...
