seonghwa membuka jas luarnya lalu memakaikannya pada wooyoung untuk menutupi bagian tubuh depannya yang terbuka akibat pakaiannya yang sudah dikoyak oleh pemuda bejat itu.
setelahnya, ia menggendong wooyoung dengan bridal style dan membawanya keluar dari ruangan terkutuk itu.
dapat seonghwa rasakan, tubuh pemuda mungil itu masih sedikit bergetar usai kejadian yang baru saja terjadi.
wooyoung tidak mengucapkan satu patah kata pun, ia hanya terisak sembari membenamkan wajahnya di dada seonghwa.
sesampainya di lantai dasar, yeosang dan staff hotel lain memandang mereka berdua dengan penuh tanya, namun seonghwa memilih untuk bersikap acuh dan terus melangkahkan kaki panjangnya menuju ruangan pribadinya.
pemuda bermarga park itu mendudukkan wooyoung di sofa lalu beralih ke counter yang berada di sudut ruangan untuk membuat teh.
"minumlah," ujar seonghwa lembut sambil menyodorkan segelas teh manis hangat itu pada wooyoung.
tangan wooyoung terulur untuk mengambil cangkir itu kemudian menyesapnya pelan.
"akhㅡ" wooyoung meringis tertahan karena perih yang kembali terasa saat air teh merembes melewati luka di bibirnya.
seonghwa yang menyadari hal itu segera mengambil salep di dalam kotak p3k lalu mengoleskannya dengan hati-hati pada bibir wooyoung menggunakan cotton bud.
setelah itu, ia meniup pelan bibir wooyoung membuat pemuda mungil itu menahan napasnya akibat jarak wajah seonghwa yang begitu dekat dengannya sekarang.
wooyoung dapat merasakan kedua pipinya yang mulai memanas dan darahnya yang berdesir jauh lebih cepat dari biasanya.
ia bertanya-tanya dalam hati, apakah seonghwa tidak merasakan apa pun dalam jarak sedekat ini?
sementara itu, seonghwa yang merasakan tatapan wooyoung terus mengarah padanya, ikut mengalihkan pandangannya pada netra pemuda mungil ituㅡmembuat keduanya saling beradu tatap selama beberapa saat.
tatapan seonghwa kembali turun ke arah bibir wooyoung. pemuda bermarga park itu meneguk ludahnya kasar karena bibir merah muda milik wooyoung seketika terlihat begitu ranum di matanya.
beruntung, akal sehat masih melingkupi otak seonghwa sehingga ia buru-buru menjauhkan wajahnya dari wajah wooyoung sebelum dirinya lepas kendali.
cukup lama keheningan menyelimuti mereka berdua usai kejadian canggung barusan, hingga akhirnya pemuda bersurai ungu itu membuka suaranya lebih dulu, "terima kasih, pak ... sudah datang."
seonghwa menghela napasnya pelan lalu menatap wooyoung dengan pandangan khawatir. "kalau sudah merasa aneh, kenapa kau tetap masuk ke kamar itu?"
"mana mungkin aku bisa menolak permintaan tamu," cicit wooyoung pelan.
"tapi, tetap saja ...." seonghwa menggantungkan kalimatnya kemudian melonggarkan ikatan dasi pada kerah kemejanya dengan frustasi.
mendadak ia merasa menyesal karena telah menyarankan wooyoung untuk bekerja sebagai staff di hotel ini.
pemuda bermarga park itu beralih membongkar isi lemarinya dan mengambil handuk beserta setelan kemeja yang kira-kira berukuran kecil di tubuhnya untuk ia pinjamkan pada wooyoung.
"kau bisa membasuh dirimu dan mengganti bajumu dengan ini. aku keluar sebentar untuk mengurus pekerjaanku."
wooyoung mengangguk sebagai balasannya lalu berjalan menuju kamar mandi.
"pak."
langkah seonghwa terhenti karena panggilan dari wooyoung.
"bolehkah aku tidur di sini untuk malam ini?" cicitnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
bitter sweet; hwawoo [✓]
Fanfictionhidup seonghwa sebagai manager hotel menjadi runyam setelah kedatangan seorang tamu yang memaksa tinggal di kamar vip hotelnya. ㅡ bxb, lowercase, baku ㅡ dom!hwa sub!woo ⚠ li'l bit mature content
![bitter sweet; hwawoo [✓]](https://img.wattpad.com/cover/216824754-64-k929288.jpg)