hari ini hari liburnya kafe, jadi yunho memutuskan untuk membeli bahan-bahan makanan dan beberapa snack di supermarket untuk mengisi persediaannya.
di saat yunho tengah mendorong trolley-nya ke salah satu lorong yang menyediakan berbagai macam makanan instan, seorang pemuda lain yang tak asing dalam penglihatannya berjalan dari arah yang berlawanan.
kalau yunho tidak salah ingat, nama pemuda itu adalah san.
berhubung first impression keduanya tidak begitu baik, yunho pun memilih untuk berpura-pura tidak melihat dan melanjutkan kegiatannya, yakni mengambil beberapa bungkus ramyeon.
namun, tak disangka-sangka, ternyata san juga mengenalinya dan membuka percakapan lebih dahulu.
"kau lagi?" pemuda choi itu menyapa dengan nada remeh.
"aku tak menyangka tuan muda sepertimu bisa berbelanja juga," sindir yunho.
"keluargaku pemilik mall ini, asal kau tahu," ucap san acuh tanpa mengalihkan pandangan pada ponsel di tangannya.
"oh."
merasa tak ada hal lain yang harus mereka bicarakan, yunho pun mendorong trolley-nya menuju lorong sebelah. pemuda tinggi itu sedikit mengernyit heran ketika didapatinya san masih mengekorinya di belakang.
"kau ini siapanya wooyoung?" pemuda choi itu berjalan angkuh di samping yunho dengan kedua tangan yang ia tautkan di belakang tubuhnya.
"hanya rekan kerjanya."
mendengar jawaban yunho, san pun mendengus.
hanya rekan kerja, tapi berani memotong pembicaraanku dengan wooyoung tempo hari.
"benar juga. lagipula, waktu itu sudah ada pria yang mengaku-ngaku sebagai kekasih wooyoung. entah benar atau tidak."
pikiran yunho seketika mengarah pada sosok pemuda yang ia lihat tengah tertawa bersama wooyoung tadi.
"aku juga sudah melihatnya."
san sontak menoleh ke arah pemuda jeong itu, kedua netranya mengerjap tidak percaya. "jadi, itu benar adanya?"
yunho hanya mengedikkan bahunya acuh.
"sial. kalau bertemu lagi, akan kuhabisi dia." san menggeram tertahan, kedua tangannya terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
"kenapa kau begitu terobsesi dengannya, sih?"
"dia milikku. dari awal dan sampai kapan pun itu," ucap san penuh penekanan.
"kalau kau benar-benar mencintainya, seharusnya kau biarkan dia bersama orang yang dicintainya."
san tertawa hambar. "omong kosong. itu hanya ucapan klise dari seorang pria pengecut yang tidak berani memperjuangkan cintanya."
perkataan san barusan membuat langkah yunho terhenti. pemuda bermarga jeong itu menoleh ke arah san dengan tatapan yang cukup tajam, membuat yang lebih pendek seketika mengatupkan bibirnya.
"bukankah itu masih lebih baik daripada membuat orang yang kau sayangi membencimu hanya karena keegoisan dan obsesi yang membutakan segalanya?"
san akui, yunho adalah orang yang pandai berbicara hingga mampu membuatnya bungkam seperti perdebatan mereka di kafe terakhir kali, ditambah tatapannya yang cukup kuat untuk mengintimidasi sang lawan bicara.
namun, karena san benci dengan yang namanya kekalahan, ia pun segera berseru untuk mengakhiri percakapan yang sebenarnya ia mulai sendiri.
"aku tidak butuh nasihatmu!" san berkata dengan penuh penekanan sambil mengarahkan jari telunjuknya di hadapan yunho. "dan juga, kenapa kau sedari tadi tidak berbicara secara formal kepadaku?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
bitter sweet; hwawoo [✓]
Fiksi Penggemarhidup seonghwa sebagai manager hotel menjadi runyam setelah kedatangan seorang tamu yang memaksa tinggal di kamar vip hotelnya. ㅡ bxb, lowercase, baku ㅡ dom!hwa sub!woo ⚠ li'l bit mature content
![bitter sweet; hwawoo [✓]](https://img.wattpad.com/cover/216824754-64-k929288.jpg)