1605 words
jangan lupa klik tanda bintang dan ramein komennya ya! enjoy! <3
ㅡ
"jung wooyoung, ada yang mencarimu."
wooyoung yang sedang menyantap makan siangnya di dapur kafe mau tidak mau menghentikan kegiatannya usai mendengar perkataan hongjoong.
mungkin ini terdengar bodoh, tetapi secercah harapan serta-merta tumbuh di dalam hati wooyoung bahwa mungkin saja, pemuda yang tengah mencarinya adalah seonghwa.
dengan senyum tertahan, wooyoung bergegas mengelap mulutnya dan merapikan seragamnya yang sedikit berantakan, kemudian berjalan cepat menuju ruang utama.
namun, senyum itu seketika luntur ketika mendapati fakta bahwa sosok yang tengah menunggunya saat ini bukanlah pemuda yang ia tunggu-tunggu.
"san?"
pemuda yang dipanggil pun bangkit dari tempat duduk, merapikan setelan jasnya sekilas kemudian berjalan mendekat ke arah wooyoung, masih dengan wajah angkuhnya.
"kudengar dari mingi hyung, kau kabur dari rumah? kenapa tidak bilang padaku?" tanya san dengan nada rendah, menatap tajam pemuda di hadapannya itu.
sedangkan wooyoung dibuat terperangah mendengar ucapan si pemuda choi.
kabur, katanya? bukankah lebih tepatnya, ia diusir paksa dari tempat yang disebut rumah itu?
"itu bukan urusanmu, san," jawab wooyoung datar.
alis san menukik tidak suka. "tentu saja ini urusanku! aku calon suamimu!"
"sudah kubilang, aku tidak akan pernah menyetujui pernikahan ini lagi!" wooyoung ikut meninggikan suara, tak peduli beberapa pasang mata pengunjung kafe kini mulai melirik ke arahnya.
"tutup mulutmu! mulai sekarang, kau tinggal bersamaku," ucap san penuh penekanan. "kau juga tidak perlu bekerja di tempat seperti ini."
"apa-apaanㅡ!" wooyoung berusaha memberontak ketika san menarik paksa tangannya.
"permisi. sepertinya anda sudah keterlaluan, tuan." yunho berjalan menghampiri keduanya, lantas menatap san dengan tatapan kurang bersahabat.
"kau siapa lagi, sih?!"
"menyebut kafe kami sebagai 'tempat seperti ini' sepertinya agak kasar. bukan begitu, tuan?" tanya yunho, masih berusaha bersikap sopan walaupun hatinya sudah cukup geram.
"lalu? dengan begitu, kau bisa memotong pembicaraan orang lain seenaknya? di mana sopan santunmu, huh?" san bertanya balik dengan senyum remehnya.
"tuan sendiri memaksa rekan saya padahal dia sudah bilang tidak mau, itukah yang dinamakan bersikap sopan?"
ucapan yunho barusan membuat tangan san terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
"aku akan melepaskanmu kali ini. lain kali, kuharap kau tidak menolak perintahku, jung wooyoung," ucap san final, kemudian pergi meninggalkan kafe dengan segala amarah tertahan yang tergambar pada wajahnya.
ㅡ
"hyung, kau tidak pulang lagi malam ini?" tanya jongho setelah menyerahkan berkas yang harus ditandatangani oleh sang manajer.
waktu sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh malam dan jongho belum melihat tanda-tanda sang manajer akan meninggalkan meja kerjanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
bitter sweet; hwawoo [✓]
Fanfichidup seonghwa sebagai manager hotel menjadi runyam setelah kedatangan seorang tamu yang memaksa tinggal di kamar vip hotelnya. ㅡ bxb, lowercase, baku ㅡ dom!hwa sub!woo ⚠ li'l bit mature content
![bitter sweet; hwawoo [✓]](https://img.wattpad.com/cover/216824754-64-k929288.jpg)