"kYAAAA!!!"
gubrak!
"akhㅡ apa yang kau lakukan?!" jongho menatap nyalang pada sosok pemuda yang baru saja menendang tubuhnya dengan keras hingga ia jatuh terjerembab dari atas kasur.
"seharusnya aku yang berkata seperti itu! apa yang kau lakukan padaku, hah?!"
sang pelaku, yeosang, menatap was-was ke arah tubuh kekar jongho yang hanya berbalutkan celana panjang dan menampakkan dada bidangnya dengan jelas.
setelahnya, yeosang beralih memeriksa keadaannya sendiri dari balik selimut, dan untungnya pakaian lengkap masih membalut tubuhnya.
"jangan asal menuduh, aku tidak berbuat apa-apa!" seru jongho tidak terima.
"jangan bohong!"
jongho mengusap wajahnya frustasi, bangkit berdiri sembari memegang pinggulnya yang sedikit ngilu akibat membentur lantai dengan keras.
"kau tidak perlu khawatir, aku tidak tertarik dengan pemuda kasar sepertimu," ucap jongho acuh kemudian berjalan ke arah pintu setelah ketukan dua kali terdengar dari luar.
seorang staff hotel mengantarkan setelan jas jongho yang baru saja selesai di-laundry dan dibalas senyum tipis serta ucapan terima kasih oleh pemuda choi itu.
"k-kalau begitu, kenapa kita bisa tidur bersama seperti ini?!"
yeosang masih tak habis pikir, bagaimana dirinya dan jongho bisa berakhir di salah satu kamar hotel tempat mereka bekerja, terlebih tidur di ranjang yang sama.
seingat yeosang, semalam ia memilih untuk meninggalkan ballroom karena merasa muak dengan keramaian pesta, kemudian bertemu wooyoung di balkon dan berbincang singkat dengan pemuda jung itu.
setelah wooyoung pergi, ia lanjut minum seorang diri, dan selanjutnya ... ia tidak ingat lagi.
"kau mabuk berat dan hampir melompat dari balkon. aku menahanmu lalu kau muntah di pakaianku, jadi aku membawamu ke kamar kosong. setelahnya, aku tidur karena terlalu lelah menggendongmu. puas?"
jongho menyudahi penjelasannya sambil memutar bola matanya malas ketika mengingat kejadian semalam yang menjijikkan baginya.
berbeda dengan yeosang yang kini tengah membenamkan wajahnya di balik selimut sembari melontarkan rutukan-rutukan kecil karena rasa malu yang serta-merta menghinggapinya.
ㅡ
"b-bisakah kau berbalik sebentar, pak?" tanya wooyoung yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya dengan berbalutkan kemeja putih kebesaran milik seonghwa yang hanya menutupi setengah bagian dari paha mulusnya.
"kenapa?" seonghwa bertanya tidak mengerti, pandangan yang semula terarah pada ponselnya kini beralih menatap wooyoung yang duduk di kasur dengan gugup.
"aku ingin mengoleskan ini," cicit wooyoung sembari menunjukkan salep di tangannya.
seonghwa yang paham maksud wooyoung hanya mengangguk-angguk. namun, alih-alih berbalik seperti permintaan pemuda jung itu, ia malah meletakkan ponselnya dan menghampiri yang lebih muda.
"sini, kubantu pakaikan."
mendapati seonghwa yang berjalan mendekat lalu mengambil alih salep di tangannya membuat wooyoung menggeleng agresif. "t-tidak usah."
"kenapa kau malu-malu begitu, sih? padahal, semalam kita sudahㅡ"
"aish, bukan begitu!" sanggah wooyoung.
KAMU SEDANG MEMBACA
bitter sweet; hwawoo [✓]
Fanfictionhidup seonghwa sebagai manager hotel menjadi runyam setelah kedatangan seorang tamu yang memaksa tinggal di kamar vip hotelnya. ㅡ bxb, lowercase, baku ㅡ dom!hwa sub!woo ⚠ li'l bit mature content
![bitter sweet; hwawoo [✓]](https://img.wattpad.com/cover/216824754-64-k929288.jpg)