lisa membanting bantal yang sedari tadi ia peluk dengan kasar,menyentakkan tubuhnya untuk berdiri dan berjalan kesana kemari dengan kekesalan yang memuncak setelah mempouse vidio yang sedang ia tonton di laptopnya
"SIALAN! IS HE CRAZY?!!" umpat Lisa tak terima mempertanyakan dengan emosi yang tiba tiba memuncak setelah melihat adegan yang SHIT! rasanya ia ingin membantingkan kepalanya ke tembok
Lisa mengatur nafasnya ,memperagakan dengan tangan yang menaik dan menurunkan bersamaan dengan pengaturan nafas yang ia lakukan
"oke calm down.. kita lihat sekali lagi" ujar Lisa yang kembali lagi duduk dan mengulang part dimana ia emosi
"okay tenang, 26 detik sialan dan aku bisa menahannya" ucap Lisa seraya kembali menghela nafasnya kemudian kembali meemutar vidio yang menampilkan kelakuan kekasihnya
0.03 -0.08
"why are you holding his head like that ?!"
0.10
"damn it! why did you even follow him?!!
0.14
"what the fuck!Why does your expression have to be like that?!!"
0.16
"WHAT THE FUCKING YIBO!!!!"
0.17
"kenapa menjauhinya baru sekarang sialan!!"
Lisa menghentak hentakkan kaosnya dengan emosi, sialan!dadanya panas saat ini? bagaimana bisa si bastard Yibo yang sialnya adalah tunangannya sendiri malah menari seperti singa lapar yang ingin menerkam seseorang!
"Woahh sialan! harga diriku terluka!" ujar lisa tak percaya setelah kembali mengulang vidio yang membuatnya panas dingin
"kenapa harus dengan lelaki jadi jadian sih?astaga wang fucking yibo! arghh kesal sekali astaga aku tak bisa terima ini aughhhhh!!" dumal lisa yang benar benar panas..entahlah jika itu wanita mungkin masuk akal jika ia cemburu tapi HELL!INI LELAKI!!! Makannya lisa benar benar bingung mengekspresikan perasaaanya mana ekspresinya seperti itu lagi sialan!benar benar mengesalkan dan membuat hati lisa mendidih dan malah ingin menangis saking tak terimanya
"Sayang aku bawa sesuatu untukmu"
Lisa menoleh ketika Yibo datang dengan senyuman seraya menunjukan beberapa paperbag yang ia bawa seraya berjalan mendekat kearah Lisa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.