Lisa itu suka banget makan apalagi burger dan fastfood lainnya..tak heran jika pipinya sangat terlihat mbul jika sedang mengunyah sesuatu.. Lisa itu orangnya mageran bangetttttt bahkan hanya untuk menggunting kukunya saja ia malas bikin kekasihnya Wooseok yang turun tangan langsung kaya sekarang ini
Lisa yang enak enakan makan burger dengan satu tangan yang sedang dipegang wooseok untuk dipotong kukunya dengan hati hati
Raut wajah Lisa agak gelisah bahkan matanya berulang kali melirik lirik Wooseok yang sibuk memotong kuku tangannya
Lisa lagi insecure, Wooseok tuh tinggi dan ganteng banget,apalagi sekarang lagi pake baju turtleneck dan jas kantornya bikin dia makin keliatan calon suami idaman banget..wooseok tuh jenius bahkan diusia yang muda dia bahkan udah punya bisnis sendiri, mereka cuma beda 1 tahun karna Lisa adalah adik tingkatnya Wooseok ketika masa kuliah
Lisa menghela nafasnya gelisah yang terdengar oleh Wooseok
"kamu kenapa sayang" ucap wooseok yang masih memotong kuku jarinya tanpa melihat Lisa
Lisa kembali melirik dengan mulut yang kembali memakan burger ditangan sebelahnya
"aku denger mantan kamu udah balik ke Seoul ya sekarang" ucap Lisa tiba tiba yang membuat wooseok mengerutkan daahinya
"ohh.. kenapa jadi bahas itu hmm?" ucap Wooseok tenang seraya melanjutkan kegiatannya
"mm gimana kalo dia ngajak kamu balikan?" ujar Lisa pelan mmbuat Wooseok mendongkak lalu menatap Lisa
"kan aku udah punya kamu yang "
"ya aku cuman nanya aja..siapa tau kamu mau balikan kan" balas Lisa dengan mengalihkan pandangannya
namun sebelum Wooseok menjawab,sebuah panggilan di ponselnya terdengar membuat Lisa menoleh kearah meja dimana disitulah letak ponsel wooseok yang berdering.. Lisa melirik nama yang tertera..membuat perasaannya makin tak menentu..bahkan ketika wooseok hanya mnatap ponselnya tanpa pergerakan bahkan tangannya masih memegang tangan Lisa
'Chaeyeon'
"kenapa ga diangkat?" ujar Lisa dnegan susah payah membuat Wooseok menoleh padanya
" angkat aja" ucap Lisa seraya memakan kembali burgernya.. Wooseok yang mendengar itu langsung bangkit dan mengambil ponselnya lalu menerima panggilan itu setelah sedikit menjauh dari Lisa
Hati Lisa mencelos ketika melihat Wooseok yang berbicara dengan mantannya lewat telfon..meski tak bisa terdengar apa yang mereka bicarakan namun tampaknya mereka berbicara banyak yang membuat wajah Lisa menjadi murung
Mood nya benar benar hancur,bahkan burger kesukaan ditangannya ini terasa pahit ketika Lisa mengunyahnya..pikirannya berkecamuk meski mulutnya tak berhenti memakan burger nya melampiaskan kegelisaannya saat ini
-apa aku kurang baik?
- ah bahkan Chaeyon lebih cantik dari pada aku
- apa dia lebih baik memahami wooseok dari pada aku?
- ah mengapa rasanya sakit sekali?
-Lisa ya seharusnya kau sadar diri jika kau bukan apa apa dibanding Chaeyon
-kau hanya wanita pemalas dan jelek tak seperti dia
-lisaya seharusnya kau berhenti merengek agar wooseok tak meninggalkanmu
-ah kenapa dadaku sesak sekali rasanya?
batin Lisa yang tak sadar air matanya telah menumpuk dimatanya..
Wooseok berjalan menghampiri Lisa..dan menghela nafasnya ketika melihat wajah Lisa yang sangat gelisah.. ia menngangkat ponselnya lalu menlaudspeaker panggilan itu
" aku sudah punya kekasih..jadi jangan menggubungiku lagi" tutttttt ucap Wooseok seraya mengakhiri panggilan itu membuat Lisa sontak menatap lelaki yang berdiri dihadapannya
tanpa sadar Air mata Lisa mengalir membuat Wooseok kaget dan duduk disamping Lisa seraya mengusap pipi Lisa lembut
"hey mengapa kau menangis?" ujar Wooseok yang bukannya membuat Lisa berhenti malah menangis semakin keras
"hiks hiks"
"sayang kenapa jadi menangis sih" ujar Wooseok yang langsung memeluk Lisa dan menenangkan gadis itu
"hiks aku hanya sadar jika aku tidak ada apa apanya dibanding mantanmu itu hiks aku tak pantas untukmu" ucap Lisa seraya menangis membuat Wooseok memegang bahu gadis itu agar berhadapan dengannya
Wooseok mengambil tangan Lisa llu menggenggamnya
"Anniya kau berbeda sayang.. kau wanita yang aku butuhkan,bukan Chaeyon atau siapapun .. Kau tahu bukan jika wanita pertama yang ku potong kukunya adalah dirimu? kau juga tau bahkan aku meninggalkan dunia kelamku berkat dirimu " ujar Wooseok seraya mengecup tangan Lisa dan memegangnya dengan erat
"seharusnya aku yang takut kehilanganmu dan tak pantas untukmu Lis" balas Wooseok menatap teduh mata Lisa
"Anniya kau sempurna Oppa" balas Lisa parau dengan air mata yang masih mengalir
Wooseok mengusap air mata Lisa dengan pelan
"Tidak tanpamu sayang " ucap Wooseok membuat Lisa berusaha menahan senyumannya membuat Wooseok terkekeh karna kekasihnya itu
"gemas sekali jika sedang cemburuuuu" ujar Wooseok seraya mengusak rambut Lisa
"aishh siapa juga yang cemburu" balas Lisa dengan menggembungkan pipinya membuat wooseok tertawa
"haha baiklah kau tidak cemburu baby" goda wooseok yang membuat Lisa mendelik gemas
"dengar ya sayang aku bukan orang bodoh yang akan meninggalkan berlian sepertimu untuk sebiji jagung" ujar Wooseok yang membuat lisa terkekeh
"ih apasih perbandingannya ko kaya gituu" ujar Lisa menggemaskan membuat Wooseok tersenyum bahagia karna telah membuat Lisa tersenyum
"itu faktanya sayang.. aku tak akan meninggalkan dirimu yang gembul inii" gemas Wooseok seraya menguyel pipi Lisa
"Hey kau mengataiku gendut?" ucap Lisa sebal
"Anni.. kau tembam sayang" kkeh Wooseok
"ishhh sama saja kau mengataiku gendut!" kesal lisa yang menepis sebal tangan wooseok yang akan mencubit pipinya
"haha hey bahkan jika kau gendut seperti kekeyi saja aku akan tetap mencintaimu ko" ujar Wooseok membuat Lisa menatapnya tajam
"KO KEKEYI SIH!!!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.