Lisa baru dua hari pindah ke Seoul, rasanya dia masih sibuk adaptasi perpindahan budaya, makanan bahkan kebiasaan yang jelas jelas beda banget pas waktu dia di Swiss. Iya, Lisa memang bukan asli Korea, cuman ia juga punya keturunan Korea dari sang nenek.
Seoul National University menjadi salah satu pilihan Lisa untuk berkuliah disana dengan jurusan Design Arsitektur yang menjadi salah satu pasion Lisa.
Kali ini Lisa sedang berjalan di koridor kampus, ia sudah mempunyai teman namanya Rose namun sepertinya temannya itu belum datang. Lisa memeluk sebuah buku design miliknya dengan berbagai kertas itu. Langkahnya terhenti ketika merasa seseorang yang tiba tiba berdiri menghadangnya, untung saja ia mempunyai reflek yang cepat.
" hai"
Lisa mengerinyitkan dahinya bingung lalu menoleh kesana kemari..apa lelaki itu berbicara padaya? Ahh jangan lupa semua orang kini malah menatap kearahnya eh atau ke pemuda didepannya?
"iya aku berbicara denganmu" balas lelaki itu seraya tersenyum manis..
"ada apa?" balas Lisa yang agaknya mulai risih karna mendapat diperhatikan semua orang
"aku Hwang In Yeop" ucap Lelaki tersebut seraya mengulurkan tangannya untuk berkenalan
Tentu saja Lisa mendiaminya, tentu saja Lisa bukan orang yang cepat terbuka pada orang baru
"lalu? kau menghalangi jalanku tuan" balas Lisa yang membuat Inyeop tiba tiba terserang gugup karna respon Lisa yang tak biasa seperti wanita lainnya
"eh emm mianhae" InYeop menggaruk lehernya yang tak gatal
Lisa mengangguk "bisakah kau memberiku jalan?" ucap Lisa dengan wajah polosnya yang sontak saja membuat badannya reflek menyamping seolah memberikan jalan.. Namun sebelum Lisa melangkah terlalu jauh Inyeop berseru
"Tunggu" Lisa menoleh
"apa kau tak mengingatku?" percayalah jatung Inyeop sangat berdebar kali ini meski Lisa hanya menampakan wajah datarnya
Lisa mengerinyitkan dahi seolah berkata 'siapa?'
"a_aku mmm si anak kecil topi baseball?" ujar Inyeop yang membuat Lisa tersentak bahkan mematung seketika
"aku bahkan masih memakai gelang kita, apa kau sungguh melupakanku?" jelas Inyeop lagi seraya menaikkan tangan kanannya seolah menunjukan gelang couple yang dipakainya.. bahkan ia tak peduli dengan image dingin yang selama ini melekat padanya,bukan so coll tapi kepribadiannya yang introvert membuatnya terkadang malas berbicara, hanya saja untuk kali ini biarkan ia melakukan hal yang berbeda untuk seseorang yang dicarinya, seseorang yang menjadi mataharinya, seseorang yang dirindukannya, dan seseorang yang ia cintai yaitu Lily nya.
"Yeopie oppa?" lirih Lisa yang sontak saja membuat senyum lebar Hwang InYeop tercetak jelas menyebabkan pekikan kagum dan terpesona dari orang orang yang sedari tadi memperlihatkan mereka
"eo.. nan yeogi Lily-ya"
Mata Lisa berkaca kaca, ia bahkan langsung memeluk Inyeop dengan erat yang menyebabkan seruan bahkan pekikan tak terima .. tentu saja Inyeop menerimanya dengan bahagia, ia bahkan kini membalas pelukan Lisa lebih erat dan mengecupi berulang kepala gadis itu
"aku merindukanmu, bahkan rasanya seperti ingin mati karna terlalu merindukanmu " ujar Inyeop yang tak bisa menutupi perasaannya yang sangat lega dan senang
"Aku juga merindukanmu, mianhae" Lirih Lisa dengan air mata yang mengaliri pipinya
"anniya ... gwaenchanha, yang penting kau sudah ada dipelukanku jadi jangan pergi lagi Lily-ya.. aku membutuhkanmu" ujar InHyeop seraya mengelus kepala gadis itu dengan lembut.. ah abaikan para manusia yang menggigit gemas,iri, bahkan keoanasan melihat tingkah dua orang ini
Lisa mngangguk kemudian memundurkan kepalanya sedikit agar bisa melihat wajah Inyeop
"Aku sudah pulang Oppa, dan tak akan lagi meninggalkanmu" ujar Lisa yang kini menampilkan senyuman manisnya yang tentu saja menbuat Inyeop tersenyum dan memegang kedua pipi Lisa
"sungguh?" binar Bahagia dari mata Inyeop terlihat bahkan nada antusias tak bisa tertutupi membuat Lisa terkekeh dan mengangguk gemas
"iya Oppa.. aku tak akan meninggalkanmu lagi" ujar Lisa membuat InYeop Tertawa
"Hahahaha rasanya seperti mimpi.. apa ini sungguh nyata?" tanya nya tak percaya, sudah hampir 8 tahun berpisah dengan Lisa membuatnya masih saja merasa ini mimpi
"aku nyata oppa" ujar Lisa lembut membuat Inyeop mengangguk dengan senyum bahagia
"eo kau nyata lily-ya.. gomawo " lirih Inyeop seraya mencium kening Lisa dengan lembut
yakaishhh aku bisa gila melihatnya
astagaaaaOppa mengapa kau menciumnya huhu
woahhh berita besar ini
itu anak baru pindahan dari swiss kan?
gilaaa aku senang melihat senyum Inyeop tapi tak bisa menerima sikap manisnya pada gadis itu
woahh mereka cocok
lihat wanitanya, ketika tersenyum ia sungguh cantik
woahh seperti melihat barbie
sepertinya mereka kenal ya?
aigooooo aku patah hati
aku juga! bahkan sebelum berkenalan dengan gadis itu aku sudah kalah telak jika saingannya Inyeop
aku kesal melihat mereka dari tadi berpelukan
cih bilang saja kau iri
Inyeop mengendurkan kepalanya hingga kini kedua pasang mata itu saling menatap dengan tangan yang masih saling mendekap "Oppa" panggil Lisa yang kini mulai tersadar dan risih dengan pembicaraan orang orang orang
"abaikan mereka Ly" ucap Inyeop dengan senyum menenangkan
"apa jadwalmu hari ini?"
"aku akan masuk 2 kelas dan sehabis itu pulang" balas Lisa membuat Inyeop mengangguk
"baiklah ayo kuantar,aku akan menunggumu agar kita bisa menghabiskan waktu bersama .. kau mau? tapi aku tak menerima penolakan Arrachi?" ujar Inyeop seraya mencolek hidung Lisa membuat gadis itu tersenyum lalu mngangguk
"Arraseo Oppa, dengan senang hati" balas Lisa yang membuat senyum Inyeop lagi lagi terlihat
"baiklah Ayo " ajak Inyeop seraya merangkul bahu Lisa dengan sesekali mengecup kepala gadis itu
ah manisnyaa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.