Lisa itu suka banget sama fotografi, untung aja pacarnya punya hobby yang sama bikin mereka suka hunting hunting kece cari tempat bagus buat muasin hobby mereka.. ga jarang juga kalo mereka suka gantian pinjem kamera dan nongki nongki seru karna ngomongin kamera terbaru atau tempat tempat yang mereka list agar menjadi destinasi selanjutnya...
Lisa menatap nanar kamera ditangannya yang rusak karna kecerobohannya tersandung batu di taman deket appartemen Kim Myungsoo
Kamera termahal pertama yaitu Phase One XF 100 MP. Berharga antara Rp 651.000.000 hingga Rp 680.000.000. Memiliki kekuatan utama pada resolusi gambarnya yang mencapai 11608 x 8707 piksel. Resolusi gambar yang besar dari Phase One XF 100 MP ini juga didukung dengan berbagai fitur pendukung lain yang turut membuat hasil gambar menjadi jernih, seperti rentang ISO 50 hingga 12800.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gabungan bodi Phase One XF dengan digital back IQ3-nya dan fitur-fitur lain seperti layar sentuh membuat kamera medium format ini dihargai begitu mahal telah retak dibeberapa bagian bahkan LED nya tak bisa menyala
"eotteohkeeeeee" ujar Lisa dengan suara menahan tangissss seraya menatap kamera ditangannya dengan nanar, merutuki dirinya sendiri yang tak berhati hati
Lisa berjalan dengan menunduk lesu ke appartemen kekasihnya lemas... memasukan paaword dan mencari keberadaan kekasihnya yang ternyata sedang mandi di kamar mandinya
"ahh bagaimana iniii" ujar Lisa resah seraya menggigiti kuku tangannya srraya mondar mandir di dekat kasur kamar Myungsoo
"sayang ngapain?" ucap Myungsoo bingung menatap kekasihnya yang mondar mandir tak jelas seraya mengusak rambut basahnya dengan handuk ditangannya
Lisa mendongkak dengan wajah yang berkaca kaca
"Oppa" ucap Lisa dengan lirih yang sontak saja membuat Myungsoo langsung menghampiri Lisa panik
"wae?waeyo?ada apa baby?" ucap Myungsoo seraya mengusap bahu Lisa dengan raut wajah khawatir
"oppaa mianhaee huwaaaaa hiks" ujar Lisa menangisss membuat Myungsoo semakin kaget
"hey hey apa yang terjadi denganmu? kenapa menangis sayang?" ujar Myungsoo yang langsung memeluk gadis itu seraya terus melihat kearah wajah Lisa lalu memeluknya lagi
"hiks oppa maafkan akuuu" ujar Lisa dengan tangisannya
"heyy maaf untuk apa?kau tak melakukan kesalahan sayang..berhentilah menangis, kau menbuatku khawatir" ujar Myungsoo seraya mnghapus air mata dipipi lisa dengan lembut
"hiks aku akan menggantinya hiks aku janjii" ujar Lisa yang masih menangis sesegukan
"astaga babyyy, berhentilah menangis sayang.. lagi pula apa yang ingin kau ganti?" ucap Myungsoo dengan lembut membuat Lisa menatap lelali itu lalu menunjuk kearah kamera yang berada diatas meja
"itu terjatuh saat aku tersandung hiks huwaaa oppa mianhaeeee" ujar Lisa yang langsung kembali menangis
"Mwo!? kau tersandung?! yak! apa ada yang sakit? katakan pada oppa ada yang terluka?" panik Myungsoo seraya memeriksa seluruh badan Lisa
"Anniyo hiks hanya lututku yang sakit oppa huwaaa tapi kameramu rusak eotteohkeeeeee huhu "Lisa menangis seraya berdiri
"Astaga apa ini sakit?hey ayo kerumah sakit agar yakin kau baik baik saja sayang" panik Myungsoo yang langsung berjongkok lalu mngelus pelan lutut Lisa yang memar
"Anniyo oppa! hiks kameramu bagaimana huhu aku merusaknyaaa" rengek Lisa seraya menghentak hentakan kakinya
"Yak lalisa berhenti menghentakkan kakimu! lututmu bisa sakit sayang" ucap Myungsoo yang langsung menggendong Lisa agar duduk di pinggiran kasurnya
"hiks lalu kameranya bagaimana?" ujar Lalisa gemas
"aishhh persetan dengan kamera itu, kau jauh lebih penting untukku.. apa kau tak apa sungguh? apa kita perlu ke rumah sakit?"
"tapi itu kan mahal huwaaaa hiks oppa mianhae" rengek Lisa membuat Myungsoo dengan cepat mencium bibir Lisa dan melumatnya agar membuat gadis itu diam dan berhasil!
"dengar sayang, kau lebih berharga dari kamera itu, aku bisa membelinya lagi jika rusak.. tapi aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika kau terluka baby" ucap Myungsoo hangat seraya mengecup pipi Lisa dan kedua mata Lisa dengan hangat
"jadi jangan menangis lagi sayang, aku bahkan sangat khawatir ketika kau berkata tersandung.. apa sungguh baik baik saja?"
"Anniyo oppa gwaenchanha.. aku baik baik saja " balas Lisa yang mmbuat Myungsoo tersenyum lega
"syukurlah " ucap myungsoo lega
"tapi aku aka tetap menggantinya Oppa" ujar Lisa
"Anniyo sayang! kau tak perlu menggantinya arraseo?" ucap Myungsoo tegas
"ta_tapi__"
"tak perlu tapi tapian sayang" balas Myungsoo yang membuat Lisa menghela nafasnya lelah
"tapi aku merasa bersalah padamu oppa" lirih Lisa yang membuat Myungsoo menangkup wajah Lisa
"kalau kau merasa bersalah.. cukup selalu ada disampingku dan selalu mencintaiku, itu sangat lebih dari cukup untukku" balas Myungsoo seraya menatap mata Liaa teduh
Lisa tersenyum manis
"tanpa perlu oppa minta, aku akan tetap berada disisimu dan selalu mencintaimu" ujar Lisa dengan gemad yang membuat Myungsoo tersenyum lalu mengecup bibir gadis itu
"Saranghae" ujar myungsoo seraya mencium kening Lisa
"nado saranghae oppa" ujar Lisa yang langsung duduk di pangkuan Myungsoo dan mencium pria itu seraya mengalungkan tangannya dileher pemuda itu yang tebtu saja dibalas dengan senang hati oleh Myungsoo
"apa boleh?" tanya Myungsoo menatap sayu Lisa
"Touch me daddy!" ucap Lisa dengan aegyo nya yang disambut bahagia oleh Myungsoo
"kau milikku baby girl" ucap dengan suara deep seraya langsung menyerbu Lisa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.