Kapt Lisa2

2.3K 396 9
                                        

Lisa melangkah pergi,namun tangannya ditahan membuat gadis itu menoleh mendapati Joshua yang tengah memandangnya

"bisakah kau mengantarku?"

Joshua memandang Lisa dengan sorot yang benar benar memohon, pegangannya masih bergetar membuat Lisa menghela nafasnya sesaat

Ayolah ini hari liburnya! aughh lagi pula kenapa ia harus tak tega seperti ini sih?

"arrasseo arraseo.. jangan menatapku seperti itu" balas Lisa dengan tak ikhlas yang membuat senyum Joshua terlihat dengan lega

 jangan menatapku seperti itu" balas Lisa dengan tak ikhlas yang membuat senyum Joshua terlihat dengan lega

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"mwo? ayo tunggu apa lagi.. aku sibuk" ucap lisa yang membuat Joshua langsung gelagapan bangkit ,namun sialnya lututnya terasa lemas membuat lelaki itu limbung kearah Lisa yang dengan sigap menangkap Joshua dengan memeluknya

DEG....DEG...DEG

benar itu detak jantung Joshua yang berdebar seperti bom yang akan meledak

"astaga! neo gwaenchanha?"

Joshua menyadarkan dirinya dan langsung berusaha berdiri membuat perbandingan tinggi antara keduanya terlihat kontras dengan lisa yang masih memegang lengannya

"yak! astaga kenapa kau sering melamun sih? kau mendengarku?"

blush!!

wajah Joshua memerah ketika Lisa malah mendekatkan wajahnya yang membuat Joshua blank seketika..oh astaga eomma!

"mi_mianhaeyo aku masih shock" ucap Joshua yang langsung memalingkan wajahnya salah tingkah dan menunduk dengan telinga dan pipi yang memerah

suara kekehan terdengar membuat Joshua tiba tuba mendongak, matanya semakin terpaku ketika tawa renyah gadis itu dengan senyuman indahnya yang semakin membuatnya gila

entahlah , Lisa melihat gurat merah itu dan rasanya lucu saja ketika pemuda tinggi dihadapannya bertingkah seperti anak remaja yang sedang puber

"baiklah.. kajja,kau harus ganti rugi untuk waktu liburku mengerti?" ucap Lisa seraya menggandeng tangan Joshua yang tampak terkejut namun mengangguk patuh

"nde" balasnya polos mebuat senyum Lisa terpatri

"baiklah ayo" ajaknya yang berjalan diikuti Joshua yang melangkah seperti anak ayam membuntuti induknya mengabaikan sorak kagum bahkan pembicaraan yang mengarah tentang lisa dan segala pujian untuk gadis itu yang kini sudah sampai didepan mobil Lisa yang terparkir

Joshua menghentikan langkahnya membuat Lisa ikut berhenti lalu berbalik menoleh kearah joshua sersya mengangkat alisnya tanda 'kenapa?'

"mobilku?" ucap joshua sembari menoleh ke kanan membuat lisa mengikutu arah pandang lelaki itu yang sontak saja membuat Lisa hampir berdecak kagum melihat salah satu mobil impiannya yang hanya ada 2 didunia terparkir disana.. Heol, sepertinya dia anak konglomerat

"lalu? kau mau pulang sendiri? sana" ucap Lisa seraya melepaskan genggaman tangan tadi membuat Joshua tersentak dan langsung melangkah maju bahkan memeluk lengan Lisa dan menggeleng cepat

"anni.. aku ingin bersamamu"

Lisa menghela nafas nya seketika karna sungguh jarak diantara keduanya benar benar hanya kurang dari 5 senti

"yak yak yak..jangan mengejutkanku" sebal Lisa seraya mendorong pelan kepala Joshua namun malah membuat lelai itu meringis

"wae wae___ astaga aku lupa kau terluka.. mianhae eoh" ucap Lisa ketika tangannya mengelus pelan pelipis Joshua yang membengkak dan berdarah

"ayo cepat.. lukamu harus diobati" ujar Lisa seraya membuka pintu mobilnya yang dengan polos dimasuki Joshua tanpa lama.. hey, tentu saja Lisa yang menyetir saat ini

Joshua memejamkan matanya ketika mobil sudah berjalan dengan keheningan.. tangannya meremas cincin yang hampir saja dirampok, ingatannya bergulir pada kejadian kejadian yang membuat nafas lelaki itu memburu. Keringatnya bercucuran bahkan tubuhnya kini gemetaran

Ingatannya kembali membuat Joshua benar benar ketakutan hingga suara ringgisannya membuat Lisa menoleh mendapati lelaki itu tengah kacau

"hey kau kenapa? yak jangan membuatku bingung" ucap lisa seraya menggoyangkan tubuh joshua dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kemudi

"eomma__andwaeyo eomma.. jangan tunggalkan aku__museowo" lirihnya yang terdengar oleh lisa membuat gadis itu dengan cepat meminggirkan mobilnya dan  langsung meyadarkan lelaki disampingnya itu

"hey sadarlah.. kau kenapa?" ucap lisa yang kini benar benar menatap bingung kearah Joshua yang menunduk dengan kacau

"yak!" sentak Lisa yang membuat Joshua perlahan mendongak menatap Lisa dengan raut wajah tak bisa dijelaskan

Grep!!

Joshua langsung memeluk Lisa dengan erat membuat gadis itu mematung

"museowo.. eomma ,,jangan pergi,,aku takut"  lirihnya dengab air mata yang mengalir membuat Lisa yang mendengarnya pun memejamkan matanya mencoba mengerti akan kondisi sekarang.. apa lelaki ini trauma akan sesuatu?

"gwaenchanha kau tak sendiri" ucap Lisa yang balas memeluk Joshua dan mengelus punggung bergetar lelaki yang bahkan belum tau siapa namanya

"museowo, jangan tinggalkan aku "

"anniya, kau aman bersamaku eo.. tenanglah" balas Lisa menenangkan.. Astaga dimana sikap tegas dan bodo amatnya itu?augh jangan tanya pada lisa ,dia bahka tak tau kenapa!

pelukan itu masih berlangsung beberapa menit hingga tubuh Joshua mulai tenang hingga Lis akhirnya merenggangkan pelukannya melihat wajah Joshua yang sembab

"minum dulu" ucap Lisa seraya memberikan botol minuman yang ada dimobiknya kehadapan Joshua yang langsung diminum oleh lelaki itu

"sudah membaik?" tanya Lisa pelan yang membuat Joshua menoleh dan mengangguk pelan.

"syukurlah... ahh kau membuatku panik saja" ujar Lisa lega membuat Joshua kembali menoleh kearah Lisa

"mianhae" ucapnya yang membuat Lisa tergelak

"anni anniyaa abaikan perkataanku.. baiklah sebutkan alamatmu"

Perjalanan berlanjut dengan alunan lagu yang kini menemani, tentu saja lisa sengaja! setidaknya lelaki disampingnya itu sudah mulai relax meski sesekali menoleh untuk memastikan jika Joshua benar benar baik baik saja.

Joshua tau ia diperhatikan, lelaki itu sudah benar benar waras sekarang.. bahkan tak menyangka jika traumanya akan kambuh dan bersikap menyedihkan pada gadis yang bahkan tak dikenalnya meski tak menampik jika pelukan Lisa benar benar menenangkannya

"aku punya trauma" ucap joshua tiba tiba membuat Lisa menoleh tersentak namun kembali bersikap biasa saja dan kembali menyetir dengan tenang

"terimakasih, dan maaf telah merepotkanmu.. aku sudah waras sekarang" ucap Joshua dengan jelas pada Lisa yang masih terdiam karna sungguh ia bingung untuk menjawab apa sekarang hingga hening kembali mendera

"turunlah, sudah sampai" ucap Lisa yang membuat Joshua menoleh kearah jendela mendapati mobil yang ia tumpangi sudah berada di depan Mansionnya, lelaki itu kembali melihat kearah lisa dan memandang gadis itu

"bolehkah aku memelukmu lagi?" izin Joshua

Lisa hanya menatap malas namun kepalanya mengangguk membuat Joshua dengan cepat kembali memeluk Lisa dengan erat

"pelukanmu hangat

seperti eomma" bisik Joshua yang bisa didengar oleh Lisa.. baiklah, biarkan Lisa berubah menjadi malaikat ubtuk hari ini sebelum besok berubah menjadi alpha yang siap melobangi kepala musuhnya

GJ? emang wkwkk.. ga ada feelnya kalo bikin beginian

Lalisa *OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang