26

29 19 1
                                        

Ferro menunggu Fella setelah mengetikan pesan di ponselnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ferro menunggu Fella setelah mengetikan pesan di ponselnya. Ferro melihat Zafrel yang baru saja keluar dari pagar sebelah rumah Fella, dan menatapnya sinis. Namun Fella yang melihatnya dari jauh terlihat lucu.

"Helm?" ujar Fella pada Ferro

"Nih by"

Dengan kecepatan kilat, Fella melirik geli ke arah Ferro.
"By mata mu by!" ucap Fella sambil mengambil helm dari tangan Ferro.

"Ciee makin lengket ajee." ujar Zafrel dari balik mobilnya.

"Sirik aje lu!" ucap Ferro tak mau kalah.

"Udah buruan udah mau telat!"

...

"Fell plis kasi tau yang ini ajaa... Gue gak ngerti. Udah gue itung itung juga ga dapet hasilnyaaa" keluh Ana pada Fella.

"Makannya belajar" ujar Fella datar

"Lo mah gitu gak tau apa gue ujian kemarin udah muter otak terus!!"

"Siapa suruh remedial!"

"Ya.. Ya gak ada. Udah emang dari sana nya gue harus remed"

"Yaudah jalanin aja ya na!"

Ana tampak kesal karna fella tak menggubrisnya. Sesaat kemudian Rian sang pacar mendatangi Ana dengan wajah yang masih sama.

"Byyyyyy!!!" teriak Rian dari balik pintu kelas Fella.

"Kamu kenapa yangg? Fella apa apain kamu??"
Gurau rian dengan wajah khawatir

Ana menunjukan kertas ujian nya kepada Rian.
"Kasian sayang nya aku harus remed"

Fella yang melihat bergidik jiji dengan pemandangan di sampingnya.

Saat berikutnya Ferro datang dan duduk di bangku depan Fella menghadap Fella yang lagi membaca buku PTN.

Dengan tangan yang menopang dagu nya, Ferro menatapi wajah Fella yang manis dimatanya.

"Cantiknya pacar aku" ucap Ferro sembari mengelus pelan pucuk kepala Fella.

Fella yang tersadar menjatuhkan pandangannya pada mata Ferro.

"Apa?"

Satu kata dari Fella, benar benar pacarnya satu ini sangat dingin seperti es.

"Silvi bilang gak usah bawak apa apa cukup lo dateng aja udah cukup" sambil menyodorkan sepucuk undangan kepada Fella.

Tangan Fella spontan ingin menarik kertas tersebut.

"Oke" ucap Fella sambil mengangguk pada Ferro.

"Fell?"

"Hm" jawab Fella dengan deheman singkat.

"Gak jadi deh"

Kemudian Fella langsung melirik Ferro dengan tatapan datar nya.

"Gak laper? Ke kantin ayok!" seru Ana pada Fella dan Ferro.

Jatuh Dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang