19. h i d e

29 9 6
                                    

"Drew, bantu aku"

"Ada apa?"

"Kau ingat kecelakaan yang menewaskan ayahku, yang pernah aku ceritakan padamu"

"Tentu"

"Dan kejadian ibuku?"

"Tentu saja, jangan bilang kau mau menangis?"

"Aku serius"

"Ok ok ok ada apa?"

"Semua itu telah direncanakan"

"Hah?"

*****

Sabtu, 13 Maret 2016, Pukul 13.05

Carl sibuk dengan lembaran penuh angka itu, otaknya bekerja lebih intens dari biasanya, mencerna segala angka itu.

"Kau bisa tidak?" Kenric bertanya dengan nada sebal.

"Biarkan dia dulu" Isaak menimpali sembari sibuk bermain game di ponselnya.

"Tapi sebentar lagi aku harus pu-"

"Sudah"

Carl memberikan lembaran itu kepada Kenric, dengan tatapan bangga, sementara Kenric masih terdiam di tempat, tak percaya apa yang temannya sudah lakukan.

"Eh eh cepat sekali"

"Bayar"

"Hah, cuman satu nomor saja"

"Salah sendiri kau meremehkan ku"

"Sialan, ya ya ya akan kubelikan makanan untuk sehari penuh di sekolah"

"Bagus aku setuju"

Hari ini, Kenric dan Isaak sedang berkunjung ke rumah Carl untuk meminta bantuannya mengerjakan soal matematika dari Mrs. Julie yang sangat susah, bagi mereka kecuali Carl.

Bagi Carl ini jauh lebih mudah daripada soal olimpiade yang ia pernah mengerjakan sebelumnya, notabene ia juga murid kesayangan Mrs. Julie.

"Aku harus pulang, ada tugas dari klub biologi, sekali lagi terimakasih Carl, bye Isaaak"

Kenric pergi setelah membereskan kertas-kertas kedalam map lalu memasukkannya ke dalam ransel, selain tugas klub, ia juga harus membantu ibunya yang entah mengapa secara tiba-tiba sibuk membuat kue akhir-akhir ini.

"Hey kau tak pulang?"

"Tidak"

"Kau merepotkan sungguh"

"Bilang saja kau kesepian, Carl" Isaak menampilkan smirk mengesalkannya.

Carl memutar bola matanya malas, ia pun mengambil sebuah buku untuk mengisi waktunya, orang tuanya ada pekerjaan di hari sabtu, jadi ia selalu sendirian dan Isaak pun menemaninya, ia tahu kalau Carl butuh teman walaupun pada akhirnya ia hanya menumpang untuk memakai wi-fi di rumah Carl.

"Hey Carl, internetmu je-"

Ting tongg

"Siapa lagi?" Gerutu Carl.

"CARL!!"

"Kenric? Ada yang tertinggal?"

Isaak segera beranjak dari kursinya, melihat Kenric yang kembali lagi.

"Hahaha, tadi aku sudah mau naik bus tapi ibuku menelfon, beliau bilang ada urusan di suatu tempat, jadi rumahku kosong"

"YESSSS KENRIC WUHUUU" Teriak Isaak girang.

29.02 | Unsolved case ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang