Pagi yang cerah kembali tiba dan irene sudah terlihat rapih dengan setelan kerjanya seperti biasa, wanita itu keluar dari kamar dengan sebuah tab yang ada ditangannya dengan sesekali membaca email yang semalam belum sempat ia baca.
Langkah kakinya ia bawa menuju meja makan, dimana disana sudah ada Kim Suho yang telah duduk sambil menunggu Bibi han menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Selamat pagi". Sapa irene kepada Dua orang yang ada disana.
"Selamat Pagi, Nona Bae". Balas bini han dengan senyumnya yang ramah.
Wanita itu juga menyempatkan diri untuk mengusap Puncak kepala Kim suho sebelum pada akhirnya ikut mendudukan tubuhnya dimeja makan.
Irene terlihat begitu fokus dengan tab yang ada ditangannya sampai tidak menyadari jika Kim Suho sejak tadi memandang nya.
"Nona Bae, Kau ingin bubur abalone atau roti panggang seperti biasa?"
Irene yang masih asik menyentuh layar Tab membalas bibi han dengan santai, "Aku ingin roti saja, dan segelas coffee"
"Baik, tunggu sebentar"
Pria yang menu sarapan nya sudah tersaji dihadapan nya itu, masih terdiam dan belum memulai untuk menyantapnya. Ia terlihat seperti menunggu sesuatu.
"Kenapa Suho?". Irene yang mulai menyadari tatapan Suho kini dengan perlahan mulai mengalihkan perhatian nya.
Pria itu masih diam, dan membuat irene kini menoleh ke arah Bibi han yang datang membawa sepiring roti dan segelas coffee.
"Terima kasih, Bibi Han"
Sesaat irene mengigit rotinya, pada saat itu dia juga melihat suho mulai menyantap sarapannya dengan tenang.
"Bibi Han?"
"Iya, Nona Bae?"
"Aku akan pulang sore, karena hari ini aku hanya mengunjungi lokasi syuting di hongdae"
"Baik Nona"
Irene kembali melanjutkan sarapannya dengan sesekali meihat ke arah Kim Suho yang begitu terlihat pendiam pagi ini.
"Dia kenapa?". Tanya irene kepada bibi han.
Bibi Han yang duduk tidak jauh dari sana hanya tersenyum sebelum membalas pertanyaan majikannya.
"Tadi.. pagi-pagi sekali saya melihat Tuan Kim mencari sesuatu di tong sampah"
"Mwo?! Untuk apa kau melakukan itu?". Irene kali ini menatap Kim Suho yang sedang asik meminum airnya.
Sambil menunggu suho selesai dari kegiatan itu, irene masih terus menatap suho dengan ekpresi penasaran.
"Ak_aku membuang cat lukis ku yang sudah habis kemarin, tapi_tapi tadi pagi aku menyadari sesuatu jika aku tidak sengaja ikut membuang beberapa Cat yang masih baru"
Irene membuang nafasnya dengan pelan setelah mendengar penjelasan dari pria didepannya.
"Seharusnya kau lihat-lihat dulu barang yang akan kau buang"
"Maaf, itu salahku". Ujar suho pelan dengan ekpresi nya yang berubah sedih.
Irene memegang pelipisnya sebentar sebelum perhatiannya kini teralihkan ketika Bel pintu terdengar.
"Saya akan membukanya". bibi Han sudah lebih dulu bergerak dan meninggalkan dua orang itu disana.
"Tidak apa-apa, nanti kau bisa membeli yang baru". Ujar irene yang kali ini berusaha menghibur Kim Suho yang kelihatan murung sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Faultless ✔
Fanfiction[Completed story by Ciionuzy] Apa rasanya menikahi seorang pria dewasa yang berfisik tampan namun mempunyai sifat dan sikap yang berbeda dari kebanyakan pria normal lainnya. Ya itu yang dirasakan oleh Bae Irene, ketika tanpa dia duga takdir memper...
