Kangenn bettt dahh
◽
◽
◽
Hari kembali berganti, dan disebuah penthouse mewah itu seorang Pria sudah terbiasa bermain sendirian dengan aktifitasnya diruang tengah, ditemani dengan banyaknya permainan Lego dan rubik yang membuat siapapun akan merasa pusing hanya karena melihatnya memainkan benda-benda rumit itu dengan mudahnya.
Kim Suho duduk bersila dikarpet berbulu dengan tangannya yang kini sibuk menyusun lego diatas meja. Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah menjadi pemandangan biasa bagi seorang Bibi han yang kini melangkah mendekat membawa segelas susu ke arah suho.
"Tuan, Ini Susunya"
"Terima kasih Bibi han". Balas suho dengan matanya yang masih begitu fokus ke mainannya.
Pemandangan itu membuat Bibi han tersenyum kecil dan meninggalkan pria menggemaskan itu dengan dunianya.
Waktu sudah memasuki siang hari dan bibi han sudah mulai membuat makan siang untuk Kim Suho. Wanita yang masih asik mengadup sup ayam itu menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka, dan tak lama suara langkah mulai memasuki penthouse ini.
"Haiii Suhoooo!". Itu Shon Wendy yang saat ini berlari ke arah suho dan tanpa izin langsung memeluk tubuh pria yang langsung merengek meminta untuk dilepaskan.
Dibelakang nya Bae Irene menyusul dengan langkah tenang dan sempat menyapa bibi han yang sedang memasak sebentar.
"Ke_kenapa kalian disini? Bukankah kalian sedang bekerja?". Tanya Suho setelah dia berhasil menjauhkan tubuh wendy darinya.
Wendy yang ikut duduk bersila disampingnya hanya tersenyum lalu melirik Irene yang sudah duduk disofa dan membuka sebuah paper bag yang dibawanya.
"Kita hanya mampir sebentar, nanti kita akan kembali ke kantor". Balas wendy.
Suho hanya memasang wajah kaku dan lugunya itu hanya diam saja.
"Suho kemari?". Panggil wanita itu.
"Nde?"
"Duduk disampingku". Ujar Irene lagi.
Pria yang masih terlihat keheranan itu mulai bangkit dan melangkah untuk duduk disamping Irene.
"Kenapa?"
Irene mengambil sesuatu dari dalam paperbag dan langsung menaruk kotak kecil berukuran persegi panjang itu diatas telapak tangan Kim Suho.
Suho menatap benda ditangannya dan wajah Irene secara bergantian, kemudian dengan nada polosnya bertanya.
"Ka_kau membeli ponsel baru?"
"Eum, aku baru membelinya"
"Yasudah, ini milikmu". Suho memberikan kembali benda itu ke atas pangkuan Irene.
Wendy yang sejak tadi sedikit tidak sabar itu hanya bisa menahan mulutnya untuk berbicara.
"Aku membelikannya untukmu". Irene menaruh lagi benda itu ke tangan suho.
"Untukku?"
"Nde, aku membelikan ponsel untuk kau gunakan"
Suho memperhatikan pergerakan Irene yang saat ini membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah ponsel baru yang ada didalamnya. Pria itu masih memasang wajah lugu nan kakunya ketika Irene sudah menyalakan benda pintar itu lalu ditaruh kembali di atas telapak tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Faultless ✔
Fanfiction[Completed story by Ciionuzy] Apa rasanya menikahi seorang pria dewasa yang berfisik tampan namun mempunyai sifat dan sikap yang berbeda dari kebanyakan pria normal lainnya. Ya itu yang dirasakan oleh Bae Irene, ketika tanpa dia duga takdir memper...
