Siapin bantal mending deh :)
◽
◽
◽
Sudah memasuki 2 bulan sejak irene memilih menata kembali kehidupan nya bersama seseorang yang dia cintai, dia tidak menyesal ataupun memikirkan ulang mengenai keputusan nya, karena semakin hari dia melihat Kim Suho maka semakin yakin juga perasaan nya kepada pria yang tidak ingin ia biarkan pergi lagi dari sisinya.
Cukup satu kali saja ia merasakan betapa sakitnya ditinggalkan dan juga berpura-pura merelakan. Untuk kali ini, dia menginginkan kehidupan nya bersama Kim Suho di jauhkan dari hal-hal yang menyakitkan.
Bulan ini musim dingin menyelimuti kota seoul, jadi orang-orang yang bekerja dan memiliki kegiatan diluar rumah harus siap berpakaian hangat dan menjaga kondisi imun tubuh dengan baik agar tidak mudah terserang flu di cuaca dingin seperti ini.
Begitupun dengan dua orang sahabat yang baru saja tiba di kantor perusahaan mereka setelah keduanya mengunjungi klien di luar kantor. Kedua wanita cantik itu datang masing-masing membawa segelas coffee hangat yang mereka beli diluar dan beberapa makanan manis kesukaan wanita.
"Wen, tolong naikkan suhu penghangat ruangan"
Bae irene yang terlihat sedikit kedinginan itu memilih untuk duduk di sofa panjang yang berada diruangan nya, ia juga membuka mantel tebal yang ia pakai untuk keluar tadi. Sama halnya dengan shon wendy yang kini baru duduk di sofa sebrang irene dan langsung mencicipi kopi hangat mereka.
"Tadi itu jadwal terakhirku untuk hari ini kan?". Tanya irene dengan tubuhnya yang saat ini ia senderkan sepenuhnya di sofa, wanita itu terlihat lelah sekali di sore hari ini.
"Eum, itu yang terakhir. Memangnya kenapa? Kau mau langsung pulang?", wendy bertanya sambil meneliti kondisi sahabatnya yang saat ini sedang memejamkan matanya.
Ya, wendy akui beberapa hari ini irene terlihat lesu dan wajahnya kadang ia dapati pucat diwaktu tertentu, seperti saat ini contohnya. Dia tau betul irene sensitif dengan dingin, imun tubuhnya lebih mudah sakit jika dia kedinginan.
"Aku tidak langsung pulang, Hari ini aku ada jadwal check up dengan dokter Yoo". Irene bersuara masih dengan mata terpejamnya.
Bae irene memang memiliki jadwal check up kesehatan rutin yang dilakukan 1 bulan sekali dengan dokter pribadi nya. Hal itu dilakukannya sejak lama, mengingat posisinya sangat penting diperusahaan ini jadi irene harus selalu tau kondisi kesehatan nya untuk berjaga-jaga.
"Ya sudah kau beristirahat dulu saja sebentar disini setelah itu baru kau bisa pergi ke rumah sakit". Ujar wendy
"Eum"
Wendy kembali asik mengunyah roti keju yang mereka beli, ia cukup lapar karena tadi dia sempat melewatkan makan siangnya.
"Ya tuhan.."
Kedua mata shon wendy kembali tertuju ke arah sahabat nya yang baru saja melenguh lelah bercampur kesal. Tapi irene masih di posisi yang sama dan tidak menunjukkan pergerakan bahwa ia akan bangkit.
"Kenapa?", tanya wendy.
"Aku lupa Ada pekerjaan yang belum aku selesaikan, tadi kita sudah keburu pergi menemui klien", balas irene dengan helaan nafas kasar.
"Take it easy rene, kau istirahat saja biar aku yang selesaikan", wendy yang sudah menyelesaikan sesi makan nya lantas berdiri dari posisi nya.
Irene yang mendengar itu membuka matanya sebentar untuk memberikan jempol kepada sahabat nya yang sudah melangkah menuju meja kerja milik irene.
KAMU SEDANG MEMBACA
Faultless ✔
Fanfiction[Completed story by Ciionuzy] Apa rasanya menikahi seorang pria dewasa yang berfisik tampan namun mempunyai sifat dan sikap yang berbeda dari kebanyakan pria normal lainnya. Ya itu yang dirasakan oleh Bae Irene, ketika tanpa dia duga takdir memper...
