Malam itu adalah awal aku diakui resmi sebagai tunangan kevin aku tak lagi harus menyimpan perasaan suka ku atau berpura pura menolak pertunangan itu karena sekarang aku berhak menunjukkan perasaan ku begitu sebaliknya sikap acuh dan dingin yang selalu dia tunjukkan kepadaku seolah sirna menjadi kehangatan dan keromantisan, kukira benar aku hanya pelampiasan semata layak nya sebuah halte tapi ternyata dugaan salsa dan ketakutan ku tak terbukti sama sekali.
Dua bulan sudah hubungan ku dan kevin berjalan harmonis layak nya pasangan kekasih seperti yang aku impikan selama ini setidaknya aku lega karena santer terdengar grace tak pernah kembali setelah dia ke singapura dengan kekasihnya entah apa yang terjadi tapi itu bukan urusan ku sekarang aku hanya berharap kevin serius mencintaiku meski grace mungkin saja kembali.
Pagi ini aku harus bisa mandiri sarapan sendiri mengurus semua sendiri karena bunda ada urusan pekerjaan keluar kota selama beberapa minggu untunglah aku sudah terbiasa mandiri seperti yang diajarkan bunda selama ini bahwa sebagai seorang wanita tangguh harus mampu mandiri.
Sudah setengah jam aku menunggu tapi kevin tak juga muncul menjemputku, aku mengambil tas selempangan ku dan melaju menuju rumah kevin kekasihku yang paling nyebelin tapi selalu bikin aku rindu setengah mati.
" selamat pagi mbak, kevin mana" sapaku pada asisten rumah tangga kevin yang sudah sangat mengenal ku
" masih tidur non dea dan gak mau dibangunkan non" ucap nya kemudian permisi meninggalkan ku kembali ke dapur.
Aku membuka pintu kamar kevin perlahan dan mendekati ranjang nya menatap sang pangeran ku tertidur pulas sekali sangat tampan, aku duduk ditepi ranjang nya mengamati setiap lekuk wajah nya aku ingin menyimpan nya dalam memory ku agar selalu bisa kuingat tapi ada kekhawatiran yang tiba tiba kurasakan aku takut kehilangan nya lagi jangan biarkan dia menghempaskan hatiku lagi Tuhan, sebaris doa yang selalu terucap dengan mata terpejam saat aku menatap nya hingga kurasakan hembusan nafas yang menyapu wajah ku perlahan, genggaman tangan yang posesif hangat sekali, saat mata ku buka perlahan bibirnya yang tebal mendarat tepat dibibirku saat aku mengaminkan doaku, aku terperangah dan mematung sesaat lagi lagi dia mengerjaiku dengan cara yang so sweet menurutku.
" selamat pagi tunangan ku" ucapnya lembut dengan senyum nya yang menawan.
" keeviiiinnnn, kamu menciumku lagi" balas ku tersadar dari kekikukan ku dan memukul nya dengan bantal yang bisa kuraih, dia terkekeh dan berlari kekamar mandi menghindariku.
" berani, ayo masuk dea sayang" ujar nya menggodaku, aku kesal ulah nya selalu buat aku malu dan kesal.
Beberapa saat kemudian kevin yang sudah rapi menghampiri ku dimeja makan dan tertawa saat melihat aku masih manyun.
" udah dong kamu harus terbiasa dengan ciuman dari ku karena nanti aku akan selalu mencium mu setiap menit" sela nya mencubit hidungku dan berhasil membuatnya merah.
Entah itu sebuah mantra atau gombalan yang pasti aku langsung bisa tertawa setiap kali dia mengucapkan nya. Kami pun sarapan bersama dan bersiap ke kampus.
*****
Sesampai dikampus kevin menggenggam tangan ku erat dan kami berjalan berdampingan semua mata tertuju pada kami ada yang senang tapi tak sedikit yang iri buat ku itu resiko menjadi kekasih dari cowok terpopuler dikampus ini yang dikagumi banyak wanita.
Kevin bersikap acuh dan tak peduli apa kata mereka dia melirik kearah ku karena mengerti kecemasan ku sesekali dia mencium punggung tangan ku di hadapan semua mahasiswa yang berhasil membuat para gadis berteriak, aku bahagia sekali dia benar benar tulus mencintaiku.
" makasih sayang, aku mau masuk dulu ya" ucap ku lembut mengusap lembut pipi nya.
" ya sayang, selamat belajar nanti aku tunggu di parkiran ya" balas kevin lembut dan mencium kening ku dan berlalu meninggalkan ku yang senyum senyum sendiri karena ulah nya yang selalu romantis.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUKAN DIA TAPI AKU
RomanceAku hanya punya keinginan sederhana, jika kau mencintaiku juga tetaplah disampingku