Pagi ini sekitar pukul 06.00 wib aku sudah terbangun dari dunia mimpi ku entah lah apa aku bermimpi atau tidak aku lupa mengingat kejadian semalam jauh lebih menyeramkan daripada mimpi horor sekalipun, aku membuka gorden tipis bermotif bunga berwarna pink dan membuka kaca jendela kamarku dan membiarkan udara dikamarku berganti, aku memejamkan mataku dan menghirup perlahan udara yang memasuki rongga hidung ku dan menghembuskan nya perlahan, rasanya aku butuh oksigen yang banyak jika mengingat sesak nya bathin ku semalam.
Aku membuka mataku perlahan membiarkan cahaya matahari yang berusaha menyentuh wajah ku dari balik pephononan, bersama kicauan burung kunikmati indah nya pagi ini, mataku terpaku menatap jalanan teringat awal aku mengagumi sesosok laki laki tampan berwajah blasteran, mata nya yang indah dan gayanya yang mempesona dengan bentuk tubuh yang kekar terawat, yang selalu membuat ku berlari ke balkon hanya sekedar menunggunya jogging didepan rumah ku, aku tersenyum simpul membayangkan segala hal mengenai kevin bagaimana cinta mulai merasuki hatiku disaat aku tak yakin akan hadir nya lagi setelah papa tiada.
Aku sebenarnya bukan gadis yang bisa membuka hati tapi ini aneh buatku pertemuan tak sengaja bahkan berulang kali membuat ku percaya cinta itu hadir tapi aku sadar cintaku butuh perjuangan.
senyum ku perlahan hilang tatkala bayangan grace menghampiri merusak semua imajinasi ku tentang kevin rasanya terlalu sulit membuat kevin mempercayai akulah yang mencintainya dengan segenap hati tapi aku adalah aku gadis biasa dan hanya bisa mencintai dengan sederhana.
" astaga, gue harus kerumah kevin, tu anak baik baik aja pa enggak ya" gumam ku buru buru bersiap, sebagai tunangan yang baik walau tak dianggap jujur aku menghawatirkan laki laki cuek yang menjadi calon ku kelak.
" pagi bunda" sapaku mencium pipi bunda yang menyiapkan sarapan dan terlihat sangat cantik dan rapi.
" pagi sayang, bukan nya kamu masuk siang tumben rapi banget, mau kemna? " ujar bunda tersenyum dan menyuruhku duduk untuk sarapan.
" iya, aku mau ke rumah kevin, dia sakit bun" gumam ku menghabiskan roti dan susu coklat ku.
"apa?sakit apa?"tanya bunda ikutan panik
" alerginya kambuh bun, tante dian lagi diluar kota, hmm yaudah aku berangkat ya bunda" ujar ku menciun pipi bunda dan bergegas keluar.
" hati hati sayang, salam buat kevin" ucap bunda.
****
Aku memarkirkan mobil ku dihalaman rumah kevin, kemudian memasuki rumah berdesain elegant nan mewah, aku disambut ramah oleh mbak surti salah satu asisten rumah tangga kevin.
" pagi non dea, cantik sekali" sapanya ramah dengan senyum yang tulus
" pagi juga mbak,biasa aja mbak, oh iya.. aku mau nyiapin bubur sekalian obat kevin, apa dia sudah bangun" ujar ku dan membalas senyum mbak surti
" den kevin belum bangun non, silahkan kalau non dea mau masak, atau biar mbak saja yang menyiapkan nya non" sahut nya pelan
" gak usah, biar aku aja bi" jawab ku dan menuju dapur memasak bubur dan menyiapakan obat kevin.
Aku membawa nampan berisi sarapan pagi dan beberapa butir obat ke kamar kevin, sebelum nya aku sudah diizinkan keluar masuk rumah ini karena mereka tahu aku tunangan kevin, tapi aku tak mau semena mena karena kepercayaan mereka terhadapku.
aku meletakkan nampan bubur diatas nakas dan menatap kevin yang tertidur pulas sangat tampan bulu mata yang lentik, hidung mancung dan bibir yang menawan tapi menyebalkan.huft...
" astaga , bisa gila gue natap dia mulu" bathinku
" woi..bangun dong vin, udah siang lo harus makan dan minum obat vin" teriak ku sambil menarik selimut tebal nya, kevin hanya menggeliat kemudian tidur lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUKAN DIA TAPI AKU
RomanceAku hanya punya keinginan sederhana, jika kau mencintaiku juga tetaplah disampingku