BUDAYAKAN VOTE SEBELUM BACA YA❤❤
Marsyella berjalan dengan langkah santai, sekarang kehidupan nya berubah, ia bukan syella yang dulu.
Semua orang bahkan terang terangan menghina dirinya dan juga mama nya, ia hanya diam, kadang jika kata kata mereka sangat keterlaluan syella akan melabrak orang itu.
Tak jarang ia keluar masuk ruang BK karena sering bermasalah dengan siswi siswi lain.
Syella menelusuri kantin yang terbilang cukup ramai, ia datang ke kantin hanya untuk sarapan.
Syella membeli roti dan juga susu, ia duduk di meja kantin yang terbilang cukup jauh dari keramaian.
"SYELLAAA" Teriak dini dari jauh, di susul dengan Sabrina dan juga Vika.
"Lo ngapain disini, biasanya langsung ke kelas?" tanya Sabrina.
"Gue belum sarapan, laper" ujar syella.
"Gimana urusan lo sama si cacanjing itu?" Tanya dini sarkas sambil mencomot sedikit roti yang syella beli.
"Ya gitulah, dia gak habis habis nya bikin gue di hujat" Ujar syella sambil memainkan sedotan nya.
"Oh iya, btw gue pacaran sama laskar" Ujar syella tiba tiba.
"Oh Laska- HAH APA?!" Heboh Vika.
"Anjirr, sumpah lo? demi apasi? laskar si es batu? muka triplek gitu? ganteng sih, tapi lo tahan syel?" Ujar Vika heboh.
"i-iya gue tahan kok, hehe" Kata syella hati hati, Vika tidak menyadari jika di belakang nya ada laskar yang sedang memperhatikan dan mendengarkan mereka berbicara.
"Isshhh, dia itu cuman menang di wajah doang, tapi kalo ngomong kaya ga ada kata kata, ga usah lah, wajah triplek gitu" Kata Vika sambil memakan kentang goreng nya.
"Vika..." Pelan Sabrina.
"Apaansi!?, bener kok si wajah triplek itu kan temenan ya sama Sergio?! jangan jangan sifat nya sama lagi!??!!" Lanjut Vika lagi.
"Vika, coba liat belakang lo" Ujar dini sambil tersenyum misterius.
"Apaansi, belakang gue ada apa!? lo nempelin sesuat-" Vika menoleh kebelakang melihat laskar yang menatap nya sangat tajam.
"Eh? kak laskar, sejak kapan disitu? tadi ya?" ujar nya lembut.
Laskar diam, tatapan nya tertuju pada syella, kemudian dia duduk di sebelah syella.
Suasana hening.
"Lo sih vik" Ujar Sabrina pada Vika.
"Gue ga tau kalo ada dia di belakang gue, gimana dong" Balas Vika.
"Tadi kan dah gue bilangin" Lanjut Sabrina lagi.
"Gapapa kok, laskar ga gigit, ga marah kan?" Tanya syella hati hati pada laskar, wajah cowok tersebut merah padam menahan amarah. Kemudian ia mengangguk pada syella menandakan ia tidak marah.
"Masuk yuk, bel udah bunyi" Ujar dini saat melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Gue duluan" Ujar laskar, sambil berlari entah kenapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARSYELLA (COMPLETE)
JugendliteraturTentang syella yang berusaha bangkit ketika semua orang memaksanya untuk menyerah. "Kita memang seiman tapi tuhan lebih mau engkau bersama dengannya dibanding aku"
