BUDAYAKAN VOTE SEBELUM MEMBACA YA
Laskar, dan juga ketiga teman syella sedang menunggu di depan ruang UGD, dini yang sudah menangis, ia tidak kuat ketika melihat darah syella yang berceceran di koridor.
"Tenang din, syella baik baik aja kok, dia kan kuat" Kata vika sambil mengusap pelan punggung dini yang bergetar.
Tak lama, sergio datang dan berjalan ke arah laskar "Caca sudah di temuin, kepala nya berdarah, tapi kita masih belum tau siapa yang nusuk syella, ini ada dua kemungkinan mungkin dia di tusuk caca dan mungkin dia nusuk dirinya sendiri" Jelas sergio yang di angguki laskar.
Dini yang mendengar itu pun langsung histeris, "BAWA CACA KESINI! PASTI DIA YANG NUSUK SYELLA"
Sabrina dan vika langsung menahan tubuh dini, di dalam hatinya sabrina tertawa puas.
Pintu UGD terbuka lebar, "Siapa keluarga nya?" Tanya dokter tersebut.
Laskar langsung mengajukan diri "Saya kakaknya"
Dokter tersebut mengangguk dan langsung mengajak laskar untuk ikut dengan nya.
Sesampai diruangan dokter tersebut laskar di persilahkan duduk, raut dokter tersebut sangat susah di artikan.
"Keadaaan pasien koma, dia memiliki penyakit yang berkaitan dengan jantung kan? jika saja terlambat di bawa kesini nyawa nya sudah tidak bisa tertolong, dan apa anda tau? jika dia sudah tidak mempunyai dua ginjal?" Tanya dokter tersebut yang langsung membuat laskar kaget setengah mati
"Apa dia pernah kecelakaan?" Laskar mengangguk mengiyakan
"Menurut kami, ia sudah mengalami operasi pengangkatan ginjal dikarenakan ginjal nya rusak akibat kecelakaan tersebut" Lanjut dokter itu lagi.
"Hidup dengan satu ginjal dengan penyakit jantung seperti itu sangat beresiko tinggi, nyawanya bisa melayang jika ia tertabrak lagi, jadi kamu sebagai kakak harus menjaga nya penuh" Kata dokter tersebut, laskar mengangguk mantap.
Setelah itu syella dipindahkan ke ruang ICU.
Laskar masuk, dengan pakaian khusus untuk mengunjungi pasien koma. Ia duduk di sebelah syella yang terbaring lemah dengan mata yang setia tertutup.
Laskar mengambil satu tangan syella ia kecup pelan tangan dingin tersebut.
"Kamu bakal sehat lagi kok"
"Kamu harus bertahan ya"
"Jadi kamu harus bangun dulu"
"Syella kuat kan?"
Laskar menangis, tak kuat menahan bulir bening yang sudah tertumpuk di matanya, mengingat bagaimana syella tersenyum tanpa beban, padahal ia tengah menahan beban tersebut.
Laskar keluar dengan wajah sembab, ia melangkah kan kakinya untuk pergi ke taman, sabrina yang melihat itupun langsung mengikuti laskar.
Kemudian lelaki itu duduk di salah satu bangku taman, mata nya memandang langit yang cerah.
"Ayo minum dulu" Ujar sabrina yang datang sambil membawa dua cup kopi susu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARSYELLA (COMPLETE)
Fiksi RemajaTentang syella yang berusaha bangkit ketika semua orang memaksanya untuk menyerah. "Kita memang seiman tapi tuhan lebih mau engkau bersama dengannya dibanding aku"
