Mata tajam itu menatap datar 3 orang yang baru saja turun dari sebuah taksi di depan gerbang rumahnya. Ia masih bersedekap dada sambil memerhatikan gerak-gerik objek matanya dari jendela kamarnya saat ketiga orang itu dengan lihainya membuka pagar rumah
Hingga ia memilih beranjak dan turun ke lantai satu setelah menyambar sesuatu di atas nakas, karna ia yakin orang itu tak lama lagi memasuki rumahnya, dan...
Ceklek
tatapan datar Alex tujukan tepat pada seorang wanita yang kini terbelalak kaget saat pandangan keduanya bersirobok, dan sepersekian detik selanjutnya netra sayu milik wanita itu bergerak gelisah dengan menundukan kepala tak berani menatap Alex
"tu-tuan? Bukannya tuan sudah.."
"kenapa kalian melihat saya seolah melihat hantu? " potong Alex tanpa mengalihkan tatapannya dari istrinya. Sedang Asep yang disela oleh tuannya ikut menunduk.
bik Imah sendiri yang juga terkejut hanya bisa menelan ludah kasar sebelum berucap
"nona sudah baikan, jadi dokter sudah mengizinkan pulang hari ini" jelas Imah
"masuk!" titah Alex dengan nada dinginnya. Ia bergeser agar Asep dan Imah bisa membantu Maura masuk ke dalam rumah
"dudukan di sofa, setelahnya kalian kerjakan pekerjaan kalian" ujar Alex yang ternyata mengikuti mereka dari belakang
"saya sudah nggak pa-pa, kerjakan saja pekerjaan kalian, saya bisa sendiri" ujar Maura dengan nada pelan, ia tak mau jika Asep dan Imah yang sudah menjaganya di rumah sakit malah dapat masalah dari si tuan rumah karna dirinya
Dan dengan terpaksa Asep dan Imah meninggalkan nona dan tuannya di ruang keluarga itu
"kamu gimana sih Sep, katanya tuan udah berangkat ke kantor" cerocos Imah menyalahkan Asep yang ternyata mengikutinya ke ruang dapur
"saya juga bingung bik, tapi tadi pagi tuan udah berangkat, saya sendiri yang bukain pagar kok" Asep nggak mungkin hilang ingatan bukan? Jelas tadi pagi ia melihat tuannya keluar rumah dengan setelan rapi dan memasuki mobil kemudian di kendarai menuju kantor
"kamu yakin itu tuan?" tanya Imah karna memang Imah semalam menemani Maura di rumah sakit, wanita tua itu tak tega meninggalkan Maura sendirian, ia hanya pulang sebentar untuk membuatkan tuannya makan malam setelahnya balik lagi ke rumah sakit.
"yakinlah, mata saya ini tajam loh, apalagi tuan tadi sampai buka kaca mobil pas membalas sapaan saya" Asep berucap sambil mengingat kejadian 2 jam lalu
Imah memiringkan kepalanya berfikir sejenak, jika benar apa kata Asep jadi ada apa gerangan tuannya tiba-tiba pulang cepat dan berakhir memergoki mereka yang mengantar istri muda tuannya itu pulang ke rumah.
"jantungku tuh hampir copot waktu baru mau buka pintu eh malah kebuka duluan dari dalam" ujar Imah mengatakan apa yang sebenarnya tengah dirasakan beberapa menit yang lalu
"saya dan nona Maura-pun sepertinya, bik. Kami tentu kaget dengan kemunculan tuan yang tiba-tiba, apalagi tadi mobil tuan tidak ada di halaman rumah" mereka memang tak melihat mobil milik Alex terparkir depan rumah sewaktu mereka tiba tadi.
Sekitar jam 07,40 Alex keluar rumah dengan setelan jas kerjanya, ia mengemudikan pajero hitamnya menjauh dari rumah, dan pasti tujuannya adalah perusahaan. Pikir Asep
Setelah memastikan tuannya beneran pergi, Asep mengamankan semua keadaan sebelum ia menyusul ke rumah sakit karna ia mendapat kabar jika istri siri tuannya sudah bisa pulang hari ini. Tapi karna Asep takut tak di beri izin oleh tuannya untuk menjemput Maura, jadilah ia pergi diam diam untuk membantu kepulangan Maura setelah memastikan tuannya sudah tidak di rumah. Bukannya ia berpikiran yang tidak-tidak pada tuannya itu, tapi melihat bagaimana hubungan yang terjalin di antara tuan dan istri sirinya membuat Asep berfikir jika tuannya itu tak peduli dengan keadaan Maura, apalagi kemarin sore Alex bahkan pergi begitu saja tanpa berniat menemani Maura di rumah sakit yang belum sadarkan diri
KAMU SEDANG MEMBACA
Derita Istri Siri
General FictionJudul di Novelt*on (TUAN SUAMI YANG KEJAM) Javier Alex Maulana, suami sah dari wanita cantik berusia 34 tahun bernama Elana Deariska itu mata elangnya menatap tajam gadis muda yang tengah menunduk takut dihadapannya Gadis ini adalah hadiah dari sang...
