SELAMAT MEMBACA CERITA DISTANCE <3
Rizky menepikan motor nya. hujan tiba tiba turun, membuat keduanya harus berteduh di salah satu halte jalan yang sunyi. Floren duduk sambil menatap rintik rintik hujan yang kian semakin deras. tak ada satu pun kendaraan yang melewati jalan itu malam ini. padahal biasanya selalu ramai dengan mobil dan motor yang melintas, juga pedagang kaki lima yang berjualan.
belakangan ini cuaca suka tak menentu. jangan heran jika pagimu disinari matahari tapi soremu dibasahi hujan.
Rizky ikut duduk di samping Floren yang nampak cemas ditempatnya. gadis itu takut jika ia akan dimarahi karena pulang telat. tetapi ia juga tak berani meminta Rizky untuk menerobos hujan. Floren tak mau menjadi penyebab Rizky jatuh sakit.
"Floren.. "
suara Rizky menyadarkan Floren dari lamunannya. perempuan itu hanya menjawab Rizky dengan tatapan sendunya, membuat Rizky seketika lupa ingin berbicara apa.
"Kenapa ky?" tanya Floren.
"Enggak. lo ngelamun dari tadi. gue takutnya lo tiba tiba kerasukan."
"Jangan ngomong gitu ah. tempat sepi nih."
Rizky tersenyum lalu mengusap wajahnya. apa yang harus ia lakukan sekarang? ia tak mau membuat Floren dimarahi karena pulang terlambat. tapi di satu sisi, Rizky juga takut jika nanti Floren jatuh sakit.
Keduanya hanyut dalam pikiran masing masing. menunggu hujan yang tak kunjung berhenti. Rizky menyandarkan punggung nya pada senderan halte lalu menoleh ke samping menatap Floren yang masih menatap hujan seolah memintanya untuk berhenti.
Rizky berpikir sebentar. ia tak akan mendapatkan kesempatan seperti ini dua kali. lelaki itu merogoh sakunya lalu menyalakan ponsel miliknya. matanya mencari aplikasi pemutar musik lalu menekannya. ia memutar lagu yang menurut nya cocok. lalu menaruh ponselnya di bangku halte dengan volume yang keras.
Gadis itu mendongakan kepalanya ketika Rizky tiba tiba berdiri sembari mengulurkan tangannya untuk Floren.
"Wanna dance with me?"
Floren menatap uluran tangan itu. pelan pelan ia angkat tangannya lalu menggenggam tangan Rizky.
Lagu yang diputar Rizky masih melantun keras.
"To make those rainbows in my mind..
When i think of you sometimes..
And i wanna spend sometime with you.."
Rizky memegang pinggul Floren lalu ditariknya tubuh gadis itu mendekat. kedua tangan Floren yang awalnya hanya menggenggam tangannya ia pindah kan agar memegang bagian bahunya. Rizky menggerakan kedua kakinya ke kanan dan ke kiri lalu maju dan mundur. kini keduanya hanya saling tatap dalam diam.
"Just the two of us..
We can make it if we try..
Just the two of us..
You and i.."
Floren mengangkat kepalanya, gadis itu dapat melihat wajah teduh Rizky dalam jarak sedekat ini. ia memperhatikan setiap inci dari wajah tersebut...
Indah.
Floren tak bisa terus menerus menatap Rizky seperti itu. gadis itu kembali menurunkan wajahnya, tak kuat dengan mata Rizky yang menatap nya balik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Distance
Fiksi Remaja"Aku untuk kamu kamu untuk aku Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda." Kamu tahu potongan lagu itu tha? Potongan lagu itu kayak kita. Sejauh apapun kita berjalan. Pasti ada persimpangan yang memisahkan kita untuk tidak lagi sejalan.
