"Channie, hey bangun." panggil Mark pelan
Yang dipanggil tidak kunjung membuka matanya
"Chaniee..." panggil Mark lagi pelan sambil menusuk-nusuk lembut pipi gembul itu.
"Engg..." Haechan mengangkat kepalanya, menatap Mark sebentar, mengusap matanya pelan berusaha menetralkan pandangannya
"Ayoo bangun, katanya pengen ke pasar malam. Ini udah jam 7 loh" ucap Mark sambil mengelus lembut kepala Haechan
"Bentar lagi..." jawab Haechan yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya, lalu tertidur kembali
Mark tertawa pelan akan tingkah Haechan. "Chaniee itu ilernya dihapus dulu, berantakan loh" usil Mark agar Haechan segera bangun
"Eohh?! iler?!" mata Haechan tiba-tiba terbuka lebar. Dia terkejut dan langsung berlari ke kamarnya
Di kamar Haechan
"Astaga bodoh! kok gue bisa ketiduran!! mana pake ngiler segala lagi!!" Haechan mengumpati dirinya sendiri
Haechan segera pergi ke kamar mandi mencuci mukanya dan mengganti pakaiannya.
"Chaniee udah selesai belom?" teriak Mark dari bawah. Sudah 10 menit Haechan tak kunjung keluar dari kamarnya
"Iyaa sebentar!" teriak Haechan membalas
Ceklek...
Mark menoleh ke kamar Haechan, menampakkan Haechan yang memakai kaos sedikit oversized dengan karakter beruang di kantongnya, dipadukan dengan celana pendek hitam longgar, sepatu sneakers putih dan jangan lupa dengan kalung sunflower kesayangannya.
Mark menatap penampilan Haechan dari atas sampai bawah, " Lucu " gumam Mark dalam hati sambil senyum-senyum
"Mark hyung?" Haechan menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Mark. "Kenapa diam?"
"Ohh! gapapa"
"Mark hyung kenapa natap Haechan begitu? Ada yang aneh ya?" tanya Haechan penasaran
"Nggak ada kok!, Yaudah ayok berangkat ntar telat" ajak Mark
Haechan mengangguk cepat
"Sini naik" Mark membantu Haechan untuk naik dan langsung melingkarkan kedua tangan Haechan ke pinggangnya
"Peluk, biar nanti nggak jatoh lagi""Loh kok nyalahin Haechan, Haechan jatoh kan gara-gara Mark!" Haechan yang kesal hendak melepaskan pelukannya
"Panggil Mark hyung, Channie. Dan jangan coba-coba lepasin pelukannya." peringat Mark dengan suara dingin sedikit meninggi
Haechan langsung terdiam dan hanya mengikuti perintah Mark. Di sepanjang jalan, tidak ada percakapan yang menyelimuti keduanya
Sesampainya di pasar malam, Haechan turun tanpa mengatakan sepatah katapun. Sungguh, sekarang dia tidak berani berbicara ataupun menatap Mark.
Mark yang selesai memarkirkan motornya segera menghampiri Haechan.
"Yukk masuk!" ajak Mark dengan wajah yang berseri sedangkan Haechan hanya mengangguk pelan sebagai jawaban
"Chaniee mau makan dulu atau main wahananya?" tanya Mark menatap Haechan
"Umm... terserah Mark hyung aja deh" Haechan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Kok terserah Mark, tapi tadi yang semangat mau kesini Chaniee." protes Mark
"Ahh..iyaa" Haechan menundukkan kepalanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nonsense | MarkHyuck
Romance"Bagaimana jika semua janjimu hanyalah kebohongan yang menyiksaku?" • • • • Enjoy reading <3