Jaemin's Special Birthday

44 5 0
                                        

#####

Sekarang kita lagi pelajaran seni. Karena pak Chanyeol ada acara, jadi kelas kita jam kosong.

Tiba-tiba Lami datang ke bangku gue.
"Na temenin gue ke toilet yuk?" Ajak Lami.
"Haechan kita izin pergi ke toilet."

Tanpa basa-basi gue langsung ikut Lami pergi ke toilet. Dia bicara ke gue.

"Na hari ini kan ulang tahunnya Jaemin. Gue mau bikinin kejutan buat dia. Gue mau minta bantuan lo sama temen-temen ya?" Kata Lami ke gue.

"Iya iya boleh aja kok Lam. Emang mau minta tolong apaan?" Tanya gue.

"Gini nih, nanti pas bel pulang gue sama Jaemin langsung pergi. Gue pura-pura minta ditemenin ke mall. Nah kalian nanti langsung aja ke rumahnya Jaemin, Jeno tau kok rumahnya. Nanti kalian siapin dekorasinya sama kuenya aja. Nanti gue ganti kok." Kata Lami panjang lebar.

"Emm ide bagus juga itu, nanti gue coba bilang ke temen-temen deh." Ucap gue.

---

Kringgg.....
Bel pulang berbunyi

Lami sama Jaemin langsung pergi waktu denger bel. Gue sama temen-temen gue belum pada pergi.

"Guys gue mau ngomong." Kata gue ke temen-temen.
"Kenapa Na? Tanya Somi.

"Gini nih. Hari ini kan Jaemin ulang tahun, nah Lami minta bantuan ke kita buat ngrayain ulang tahunnya Jaemin. Kita nanti langsung aja ke rumahnya buat ndekor segala macem juga sama beli kuenya." Jelas gue .

"Kuyy laa gass." Kata Haechan.

Akhirnya kita semua sepakat untuk ngrayain ulang tahunnya Jaemin. Kita lanjut pergi menuju rumahnya Jaemin.

Sampai di rumahnya Jaemin.

"Permisiii bundaaa." Teriak Jeno.

Lalu ada seorang wanita cantik membukakan pintu. Dia bundanya Jaemin.

"Eh Jeno, ada apa kok rame-rame gini? Jaeminnya belum pulang malahan." Kata bunda Jaemin.

"Ini bunda kita mau ngadain kejutan buat Jaemin, sekarang dia kan ulang tahun. Boleh kan bunda?" Tanya Jeno.
"Ya boleh banget dong. Kalian langsung masuk aja bunda juga mau pergi." Kata bunda Jaemin lalu pergi meninggalkan kami.

---

Sekarang kita udah di dalem rumahnya Jaemin.

"Langsung dibuat aja yuk guys, nanti keburu pulang mereka." Kata gue.
"Oh ya yang mau beli kue siapa?"

"Gue aja sama Somi." Sahut Haechan.
"Yeuu mau beli kue apa mau pacaran," Kata Renjun.
"Dua duanya hehe." Jawab Haechan.

Haechan sama Somi pergi buat beli kuenya. Kita semua lanjut dekor.

Gue bantu tiup balon. Gue udah niup balon cukup banyak.

"Udah sini gue aja yang lanjutin. Muka udah merah kaya babi gitu masih ae niup." Kata Renjun ke gue.
"Iihh apa si njun manusia gini dibilang babi. Dahh ah." Karena kesal gue akhirnya pergi meninggalkan Renjun.

Gue yang bingung mau ngapain akhirnya berinisiatif untuk masang hiasan di atap.

Gue naik tangga. Awalnya gue enjoy aja masangin hiasannya. Tiba-tiba gue kehilangan keseimbangan gue, dan.....

Brughhh

Gue jatuh, tapi ada yang nolongin gue. Karna gue kaget jadi gue merem. Sekarang gue buka mata gue. Ternyata Jeno yang nolongin gue.

Di sini gue posisinya masih digendong Jeno. Gue masih terdiam sambil mandangin dia.

"Ehemmm inget tempat dong, mesra mesraannya jangan disini." Teriak Chenle.
"Iya tuh, bikin iri orang aja." Teriak Jisung mengikuti Chenle.

PERGI [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang