Pintu ruangan ujian dibuka.
"Silahkan, kalian sudah bisa pulang. Langsung pulang ke rumah masing-masing, ya." guru pengawas mempersilahkan anak-anak muridnya keluar dari ruangan seusai ujian di hari ini.
Siswa-siswa Mipa beriringan keluar ruangan bersama tas-tas yang mereka gendong.
Salah satu mata seseorang tak henti memperhatikan ruangan ujian dari kejauhan.
Huft
Di ruangan ujian, masih ada beberapa perserta yang masih santai berberes.
"Kei," Cristy yang duduk di depan, memanggil sahabatnya di belakang sana.
"Ya?" balas Keisya, sambil menyeleting tasnya.
Cristy memainkan bibirnya. "Emm... Abis ini.. Kamu mau kemana?"
Keisya bangun dari kursinya. "Ke rumahlah."
Langsung manyun Cristy. "Gak tertarik gitu ke starbucks? Atau McDonald's? Oh! Menantea! Ide bagus tuh buat relex."
"Hmm... Aku mau langsung istirahat di rumah aja, Ty. Atau gak.. Ajak yang lain aja." Keisya berjalan menuju pintu.
Cristy segera membuntuti Keisya. "Yaah... Gak asik-gak asikkk." bad mood sudah Cristy dibuatnya.
"Maap yaa." Keisya tak tahu lagi selain meminta maaf.
Keduanya berjalan keluar ruangan ujian sambil menutup pintunya. Kemudian, menuju tangga bawah seperti biasanya.
"Ekhem!" Langit melocat centil mendekati Keisya yang tentu saja membuat wanita itu berhenti mendadak. "kalian lama banget, sih." keluhny pada Keisya dan Cristy.
"Ehk! Gua bejek juga lu, ya. Gak kira-kira kalo ngagetin orang." Jengkel Cristy. Langit tidak tahu caranya bersikap kepada orang lain.
Keisya hanya menghela nafas.
"Oh? Gua bikin kalian kaget?"
"Au, ah!" Cristy bodo amat.
"Yaahh... Maap deehh. Ya gimana, saking senengnya orang yang gua tunggu-tunggu dah nongol."
"Emang siapa yang lo tunggguin?" Cristy bertanya.
"Keisyalah! Gak mungkin elo." Langit tersenyum manis pada Keisya.
Dengan segera, Keisya mengalihkan pandangannya.
"Halah." Cristy melipat dada.
"Kei, tadi ujiannya gimana? Lancarkan? Ada kesulitan gak?" Langit memberi perhatiannya kepada wanita yang ia sayangi.
"Alhamdulillah , lancar."
Itu karna terbantu oleh ucapan bijak kamu kemarin.
Lanjut Keisya dalam hatinya. Ia sampai tidak bisa melanjutkan perkataan itu. Alasannya hanya satu. Ia... Malu.Mereka kembali berjalan menuju lantai bawah untuk pulang. Namun sebelum benar-benar keluar gedung sekolah, muncul email masuk di handpone Keisya.
Gmail
Pak Jodi
Baru saja
Selamat siang anak-anak 12 Mipa 1
Silahkan kalian kunjungi youtube bapak untuk melihat siapakah kelompok yang mendapatkan nilai terbaik. Untuk itu, di video hanya ada 2 kelompok yang bapak tanyangkan. Selamat menonton!Entah mengapa, jantung Keisya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Pesan dari guru olahraganya itu langsung membuatnya dag dig dug. Ia penasaran sekaligus takut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Insya Allah Sholihah ✅
Teen Fiction"Mengejar cinta? Bukan saatnya membuang waktu percuma. Gw akan terus mengejar Dia, Dia dan Dia Sang Maha Cinta." -Keisya Maharani Audya Ini, cerita seorang remaja biasa. Ketika sebuah cobaan datang, membuatnya tersadar akan posisinya. Segala upaya...