Sejeong mengerjapkan matanya ia membuka perlahan matanya ia tidak menyadari jika tubuhnya sudah berada di ranjang. Padahal terakhir kali ia masih ingat jika dirinya sedang bersama Lucas. Tubuhnya begitu lemas dan rasanya ia malas untuk bangun. Dia berfikir apa karena seharian kemarin ia tidak mengisi perutnya.
Drrt
Drrt
DrrtPonsel yang berada di bawah bantal itu terus bergetar. Sebenarnya Sejeong malas melihat siapa yang menghubunginya. Karena risih Sejeong melihat nomor baru di ponsel itu terus menghubunginya padahal yang tahu nomor ini hanya Mina. Sejeong berfikir mungkin Mina menghubunginya dengan nomor baru.
Sejeong membulatkan matanya ketika mendengar suara yang keluar dari ponselnya. Dengan perlahan Sejeong mendudukan tubuhnya di ranjang. Ia diam beberapa menit ketika mendengar suara itu terus memanggilnya.
"C-chanyeol".
Terdengar suara Sejeong begitu rendah, ia menyebut nama Chanyeol begitu pelan. Sejeong tidak tahu dari mana Chanyeol mendapat nomornya. Dia berfikir Mina yang memberikannya.
Setelah sekian lama akhirnya Sejeong bisa mendengar lagi suara serak itu. Sejeong memejamkan matanya sebentar. Lalu menghela nafas.
...
"Maafkan aku Chanyeol, aku tidak bisa bicarakan hal ini sekarang".
...
"Tidak Yeoll. Mungkin besok aku akan kembali".
...
"A-apa? Bagaimana bisa?"
...
"Aku akan pergi".Sejeong mematikan ponselnya ia bergegas untuk pergi. Perutnya sedikit nyeri karena Sejeong terlihat meloncat dari ranjang. Ia sedikit meringis dan mencengkram perutnya
Ia mengumpat kenapa perutnya begitu sakit
Kemudian ia mencoba berdiri dan berjalan perlahan. Sejeong menemui Lucas karena ada hal yang ingin ia sampaikan.Tok tok tok
Lucas menoleh ke arah suara pintu terdengar ketukan pintu yang tergesa-gesa Lucas berjalan ke arah pintu dan membuka pintunya. Terlihat Sejeong sudah berdiri dengan nafas terengah- engah dan tangannya masih mencengkram perut itu.
"Sejeong ada apa".
"Lucas. Bisakah aku pergi malam ini?"
"Memang nya kenapa?"
"Lucas suamiku kecelakaan. Tolong Lucas".
Dengan nada sedikit bergetar Sejeong menggenggam tangan Lucas.Mendengar itu Lucas hanya diam dengan tatapan kosong. Ia tidak percaya jika Sejeong harus pergi secepat ini. Sesungguhnya Lucas masih ingin Sejeong berada dirumahnya namun dia tidak bisa mementingkan egonya. Lucas terus menatapi Sejeong tanpa satu patah kata pun Sejeong yang melihatnya terlihat sudah berurai air mata memohon agar Lucas mau membiarkannya pergi.
"Lucas?"
Sejeong menggoyang-goyangkan tubuh Lucas dan lucas tersadar dari lamunannya."Ah-ia Sejeong?"
"Bagaimana?"
"Biar ku antar".
"Benarkah".
Lucas mengangguk.Anggukan lucas menandakan jika Lucas tidak akan lagi menahannya diaana. Sejeong terus menitikan air matanya ia kemudian berhambur memeluk pria itu. Lucas yang menyadarinya hanya terlihat menatap kosong sambil memejamkan matanya.
"Seperti ini rasanya mencintai orang yang sudah dimiliki orang lain".
Lirih Lucas dalam batinnya."Baiklah Sejeong biar aku antar sampai ke rumahmu"
"Tidak perlu kau antarkan aku ke rumah sakit saja".
"Baiklah.
"Lucas tunggu".

KAMU SEDANG MEMBACA
A MARRIAGE FULL OF LIES- [END]
Romance[MATURE CONTEN!!] Empat tahun berpacara sejeong dan sehun memutuskan untuk menikah. Mereka yakin dengan keputusannya bahkan para sahabat terdekat mereka mendukung niat baik kedua pasangan itu. Para sahabat memanggil kedua insan ini dengan sebutan se...