{Revisi Lagi}
10 vote + 10 komen???
🌼🌼🌼
Bruk.
"AZAA!!"
Tubuh Aza berguling di tangga dan terjatuh di lantai dua setelah anak tangga terakhir. Kepala Aza berdenyut, tubuhnya serasa mati rasa.
Aza dapat mendengar samar-samar orang meneriaki namanya. Mendengar suara langkah orang berlari menghampirinya.
Rasanya tubuh Aza mati rasa, tubuhnya tak bisa digerakkan. Kepala berdenyut, dapat dirasakannya hidungnya kembali mengalirkan darah.
Bau anyir menyeruak masuk ke Indra penciumannya. Matanya terasa sangat berat untuk tetap terbuka. Perlahan pertahanan nya pun hilang, matanya tertutup disusul teriakan dengan namanya.
"AZA!" Arthan berteriak kala melihat tubuh Aza dikelilingi banyak orang.
Arvin dan Arsen yang tadinya cekcok menoleh ke depan dan sama kagetnya saat melihat Aza.
Arthan berlari, Menghampiri Aza lalu mengangkat kepalanya. Menepuk-nepuk pelan pipi aza, berusaha mengembalikan kesadaran gadis itu.
"Za, hey bangun," ujarnya, mata Arthan terlihat menyiratkan kekhawatiran yang sangat besar.
Matanya tertuju pada Siska, gadis itu berdiri di tangga paling atas dengan tatapan kosong.
"GILA LO SEMUA, ADA ORANG JATOH BUKANNYA DI TOLONG MALAH DILIHATIN!!" Sentak Arvin kepada semua yang berdiri disana.
"GOBLOK LO SEMUA!!" sahut Arsen. Keduanya berlari menghampiri Arthan dan Aza.
"Bawa ke RS aja, gue...gue cari mobil dulu" ujar Arsen lalu berlari.
"Biar gue kasih tau bunda," ujar Arvin, Arthan mengangguk lalu mengangkat tubuh Aza dan dibawanya turun ke lantai 1.
"BUBAR LO SEMUA!! NGGAK ADA GUNANYA!!" semprot Arvin sebelum meninggalkan tempat kejadian.
🌼🌼🌼
Aza kini terbaring di ranjang rumah sakit. Sudah hampir satu jam lebih setelah dirinya dipindahkan ke ruang rawat.
Bunda, ayah, mama dan papa Arthan berada di luar ruangan. Bunda Zahra yang tak hentinya-hentinya menangis membuat hati Arthan semakin sakit.
Jessi juga tak berhenti menangis, Arvin sampai kewalahan dan membawa Jessi keluar ruangan.
Di dalam ruangan hanya ada Aza dan Arthan. Arthan menatap wajah Aza, wajah yang biasanya selalu ceria itu kini terlihat pucat.
Ia ingat beberapa hari lalu menggoda Aza, pipi gadis itu terlihat bersemu dan merah. Tapi tidak untuk sekarang.
Kening yang biasanya menjadi sasaran favorit untuk bibir Arthan kini terbalut perban dan terdapat bercak darah disana.
Sudut bibir yang terluka, hidung yang memar dan sikunya yang juga ikut di perban.
Ini semua diluar dugaan Arthan, Aza dan Siska bertengkar dan tak ada satupun yang melerai atau melapor kepadanya. Pikirannya melayang pada kejadian saat di rooftop kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH MUDA [COMPLETED]
Random⚠️ WARNING, CERITA INI MENGANDUNG KEBENGEKAN DAN KEBAPERAN. AWALNYA MASIH BIASA AJA TAPI LAMA-LAMA BIKIN KETAGIHAN⚠️ Nikah Muda, pasti udah ngga asing dong ya sama kata itu. Dan itu terjadi kepada seorang gadis mungil yang bernama Azalea Carolline. ...
![NIKAH MUDA [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/276331997-64-k185911.jpg)