05 - Somewhere in Your Heart

25 3 0
                                    

Jumat, 25 Agustus 2023.

Tiga hari..., apa yang bisa aku kerjakan dalam tiga hari ini...?

Theta yang berpikir tidak akan bisa menginvestigasi seisi sekolah lagi, kini justru mendapat izin penuh dari Lisa dengan tetap menyamar sebagai guru BK. Namun dengan catatan, ia boleh kembali setelah tiga hari dari kejadian kemarin, tepatnya di hari Senin nanti.

Sekitar jam 10 pagi, seusai Theta mencuci dan menjemur pakaiannya yang kotor akibat pertarungan kemarin, ia mendengar Kyou mengetuk pintu berkali-kali sambil memanggil namanya. Terusik dengan suara itu, Theta segera membukakan pintu, lalu memperhatikan wajah Kyou yang lusuh dan kedua matanya yang seperti habis dihajar orang.

"Begadang lagi?" tanya Theta dengan tatapan datar.

"Mau bagaimana lagi? Pekerjaan utama dan sampinganku menumpuk belakangan ini," jawab Kyou lemas. "Kau bisa saja tertidur nyenyak karena pekerjaanmu, sementara aku tidak bisa tidur karena pekerjaanku."

"Tapi pekerjaanku bisa membuatku tidur selamanya lebih cepat," balas Theta kembali dengan tatapan datarnya.

Kyou ikut membalas tatapan itu. "Masuk akal."

Theta menghela napasnya sejenak. "Jadi, ada perlu apa memanggilku?"

Tanpa memberikan jawaban langsung, Kyou kemudian berjalan kembali ke kamarnya dan memberikan isyarat tangan yang meminta Theta untuk mengikutinya.

Baru saja berada di depan pintu kamarnya Kyou, Theta sudah bisa melihat lantai kamarnya penuh dengan barang-barang berupa dua printer, proyektor, controller game, dan motherboard beserta monitor tabung jenis lama. Theta sekarang paham dengan apa yang Kyou kerjakan semalaman, yaitu bagian dari pekerjaan sampingan sebagai tukang perbaikan barang terkait komputer dan sejenisnya.

"Karena kau bilang tidak bisa hadir ke sekolah hari ini, jadi aku ingin minta tolong agar kau mengantarkan semua barang-barang ini ke alamat-alamat yang sudah kutandai di peta yang aku kirimkan ke ponselmu," pinta Kyou, seketika itu pula terdengar suara dering singkat dari ponsel Theta. "Controller, proyektor, dan printer yang ini dulu yang kau antar, sisanya bisa nanti, sementara aku mau tidur dulu sejenak."

Permintaan macam apa yang tidak membiarkan aku konfirmasi dulu? pikir Theta hanya bisa menghela napasnya keluh.

Theta membuka peta yang dikirim Kyou barusan. Ia mulai memahami bagaimana tata kota dari Kota Abad Baru yang terbagi menjadi beberapa kawasan dengan gambaran yang disederhanakan oleh Kyou. Ketiga lokasi yang harus ia tuju salah satunya berada di sekitar Stasiun Barat, dan duanya lagi di Kawasan Pelabuhan yang cukup jauh.

Theta mengantongi ketiga barang itu dengan hati-hati menggunakan tote bag besar yang telah Kyou sediakan. Membawanya menggunakan sepeda adalah ide yang buruk, maka Theta memilih untuk berjalan kaki dan mengunjungi tempat terdekat terlebih dahulu.

***

Pemberhentian pertama Theta tidak begitu menjadi masalah, bahkan telah mengurangi beban bawaannya yang menyisakan proyektor dan controller game sebelum ia menaiki kereta listrik. Butuh waktu sekitar setengah jam lebih untuk ia mencapai lokasi berikutnya, yaitu tepat berada di pelabuhan, tempat di mana pertama kali ia menginjakkan kakinya di kota ini. Mengingat tempatnya yang begitu luas, membuatnya bingung harus ke arah mana nantinya.

Sesampainya di pelabuhan, Theta mencoba bertanya-tanya kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, informasi yang setengah-setengah dari mereka membuat Theta seolah dioper-oper layaknya sepak bola dari satu tempat ke tempat yang lain. Hingga pada akhirnya, ia mendengar seseorang memanggilnya dari jauh, suara yang tidak asing dan perlahan mendekatinya.

Faith in You : The SeekerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang