"Kamu terima perjodohan bukan karna kamu cinta sama aku, tapi karna kamu mau jabatan di kantor papa kamu" ucap aqeela
"Aku kira kamu bener bener tulus sama aku rey!"
"Kamu salah faham sayang" ucap rey
"Salah faham apa sih? aku denger dari mulut kamu sendiri kok"
"Terus tentang cewek tadi, kamu juga bohongin aku" ucap aqeela
"Qeel, awalnya aku terima perjodohan ini itu karna nenek, kebetulan ayah aku juga bilang, dia bakal ngasih aku jabatan dikantornya kalo aku terima perjodohan ini"
"Aku kepengen banget bisa jadi penerus papa dikantor, akhirnya aku terima, tapi seiring berjalannya waktu, aku malah jatuh cinta beneran sama kamu, aku tulus qeel" ucap rey
"Tapi yang aku denger tadi bukan begitu, kamu gak bisa bohongin aku" ucap aqeela
"Lusa aku berangkat kuliah, dan gak bisa dibatalin lagi" ucap aqeela lanjut berberes baju bajunya
..
"Sebelum kamu pergi, aku mau buktiin ke kamu kalo aku gak bohong" batin rey
...
Malam harinya, aqeela tidur memunggungi rey dan rey hanya bisa memandang punggung aqeela
Ia tidak bisa bicara sama sekali, jika ia bicara pasti aqeela tidak akan percaya
Rey mengambil handphonenya dan mengechat razzan dan rinna untuk membantunya menjelaskan semua pada aqeela
...
Aqeela sedang menyiram tanaman tanamannya dihalaman, ia melamunkan kejadian kemarin
Ia sakit hati mengingat rey yang tidak tulus menerima perjodohan itu, "Gue kira semua yang kak rey lakuin ke gue itu tulus, ternyata gue cuma kegeeran aja" batinnya
Tiba tiba rey datang dan menarik tanganya, "Ikut aku ya qeel, kali ini kasih aku kesempatan buat jelasin ini!" ucap rey
"Kamu mau ngapain lagi sih rey?" tanya aqeela
"Panggil aku 'kak' jangan nama doang!" ucap rey
Rey memang tidak suka jika aqeela memanggilnya tidak dengan kata 'kak' atau 'mas'
"Aku mau jelasin semuanya ke kamu, biar nanti kamu fokus kuliah dan gak mikir macem macem tentang aku" ucap rey
Aqeela semakin bingung dengan sikap rey, ia mau mengelak bagaimana lagi, pikirnya
Didalam mobil aqeela bertanya pada rey, "Kamu mau ngapain lagi sih?" tanyanya
"Mau buktiin apa lagi, kemarin kan udah jelas, semua omongan kamu aku tau!" ucap aqeela
"Gak semuanya qeel, kamu tuh salah faham!" ucap rey sambil mengendarai mobilnya
"Aku gak mau, aku mau turun!" ucap aqeela
"Qeel"
"Aku tuh suami kamu, kamu harus nurut sama aku, jangan ngelawan aku terus plis, ini semua buat pernikahan kita!" ucap rey, mungkin ia lelah karna aqeela yang terus terusan bersikap egois dan tidak mau mendengar penjelasannya
Aqeela tertegun dengan perkataan suaminya itu, ia memikirkannya
"Apa yang diomongin kak rey bener, gue selalu egois" batin aqeela
"Aku minta maaf, aku bukan istri terbaik buat kamu"
"Kamu bosen sama aku ya? makanya kamu begini?" tanya aqeela
"Kamu istri terbaik buat aku, cuma kamu yang bisa ngerti semua sifat sifat aku qeel, kamu buat aku berubah, kamu selalu jadi penyemangat aku, kamu udah bikin aku cinta mati sama kamu" ucap rey
"Aku gak pernah bosen sama kamu qeel, kamu buat aku jatuh cinta sama kamu setiap hari" ucap rey
Aqeela terenung dan merasa bersalah, "Jadi apa yang gue denger kemarin itu bener atau salah?"
"Gue bener bener bingung sekarang" batin aqeela
....
Disisi lain, tempat razzan dan rinna
"Maaf kalo omongan gue kemarin nyakitin lo rin, gue cuma mau lo sadar tentang jefan" ucap razzan
"Iya gapapa" ucap rinna singkat, ia merasa canggung dengan razzan
Ia tau mengapa razzan berbicara seperti itu, razzan hanya ingin rinna bahagia
Ia tau razzan sudah menganggapnya sebagai seorang adik
Ia juga tak pernah marah pada razzan, hanya saja omongannya kemarin benar benar menjadi beban pikiran untuk rinna
Rinna berfikir jika ia terus terusan mengabaikan jefan, ia malah akan menyakiti hati jefan
Dan jika ia menerima jefan nanti, ia takut malah mengecewakan rassya dan membuat persahabatan rassya dan jefan hancur
...
Rey sudah sampai ditempat tujuannya, sudah ada razzan dan rinna ditempat itu
"Ayo, biar aku jelasin semuanya qeel" ucap rey, ia dan aqeela menghampiri mereka berdua
"Halo, salam kenal gue razzan, dan ini rinna" Ucap razzan
"Hai aqeela, gue rinna, gue juga udah denger semua tentang lo dari rey" ucap rinna juga
"Hai" jawabnya singkat
"Gue mau bantu rey jelasin semuanya ke lo qeel, yang lo denger itu salah faham" ucap razzan
Razzan menjelaskan semuanya pada aqeela, semua yang rey ucapkan kemarin, dan ternyata yang aqeela dengar hanya sekilas, ia tidak mendengar sebelum dan sesudah percakapan itu
Aqeela malu pada mereka, ia benar benar ingin menghilang dari tempat itu
"Gue malu, bener kata rey, gue emang egois" batin aqeela
"Iya qeel, dan gue itu temen kampus rey, gue juga satu sma sama rey, kakak kelas lo juga" ucap rinna
"Gue bukan selingkuhannya kok" ucap rinna sambil tertawa
"Aku gak akan main main dibelakang kamu qeel, kamu percaya kan sekarang?" tanya rey
Aqeela mengangguk saja
Rey mengerti jika aqeela sudah ingin pulang, akhirnya mereka pamit
"Kamu ke mobil duluan aja qeel" ucap rey, aqeela masuk ke mobil dan tidak berkata apa apa
..
"Makasih ya zan, rin, makasih udah bantu gue jelasin ke aqeela, gue gatau lagi harus gimana kemarin" ucap rey
"Santai rey, oh iya, istri lo jadi ke luar negri?" tanya razzan
"Iya jadi, seenggaknya dengan penjelasan kalian ini dia bisa tenang nuntut ilmu disana" ucap rey
"Oh yaudah rey, kalo gitu lo harus semangatin dia terus ya, jangan bikin dia kepikiran sama lo" ucap rinna
"Iya pasti, yaudah gue jalan dulu" ucap rey
"Byee, hati hati rey" ucap razzan dan rinna
..
Sedangkan aqeela didalam mobil, ia hanya merenung
"Gue salah besar sama kak rey"
"Harusnya gue mau dengerin penjelasan dia kemarin dan gak nuduh nuduh dia begini"
"Gue emang egois, gue gapantes sama kak rey" batin aqeela
..
Dijalan mereka hanya diam dan tidak ada yang membuka pembicaraan
Dan sampai di rumah, "Qeel, barang barang kamu udah disiapin semua apa ada yang belum sayang?" tanya rey
"Kalo ada yang belum, ayo aku anterin beli" lanjutnya
Aqeela sudah tidak bisa menahan tangisnya, ia memeluk rey, "Maafin aku kak, aku egois sama kamu, aku salah"
"Aku tau aku selalu buat salah, minta maaf, buat salah lagi, minta maaf lagi, tapi kali ini aku bener bener nyesel, aku nyesel gak mau dengerin kamu" ucap aqeela
Rey mengelus rambut aqeela, "Gapapa qeel, aku ngerti posisi kamu gimana"
"Udah yang penting sekarang kamu udah tau yang sebenarnya, jadi pas kamu kuliah nanti kamu bisa fokus" ucap rey
Rey menghapus airmata aqeela yang terus terusan mengalir, "Udah ah, aku gasuka kalo kamu begini" ucap rey
"Aku emang gak pantes buat laki laki baik kaya kamu" ucap aqeela
.
Hargai author dengan vote dan komen!
To be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Scenario
Teen FictionGimana jadinya kalo dijodohin sama kakak kelas sendiri? - Fahreyza Anugrah Efrianda (Rey) - Aqeela Aza Calista (Aqeela) Rank #1 - Reyqeel #1 - Rey #1 - Kakakkelas #1 - Kiesas #1 - Saskiachadwick #1 - Farell #2 - Kieshaalvaro #4 - Aqeela #13 - Rassya...
