#16 Di SMK N Aurora Unit 2

16 2 4
                                        

Hari ini tak ada mata pelajaran kejuruan!

Hanya ada pelajaran umum yang sangat membosankan.

Bahasa Indonesia
Fisika
Bahasa Jawa
Pendidikan Agama Islam.

Mendadak pelajaran umum tidak menjadi kesukaannya lagi. Padahal saat smp dulu ia sangat senang dengan mata pelajaran 'Bahasa Indonesia'. Dulu, ia suka sekali membuat puisi, hingga mengikutkan puisinya lomba-lomba online yang ia dapat infonya dari sosial media.

Ya, lumayan dia memiliki beberapa sertifikat manis yang terpajang di dinding kamarnya.

Entah kenapa, ia suka saja dengan Bahasa Indonesia.

"Ish Jihan mana sih?!" gerutu Weni kesal karena temannya itu tak kunjung datang. Sebal sekali duduk di hall sendiri seperti ini.

Pulang sekolah ini, rencana akan ke gedung sekolah unit 2 untuk mengambil buku Lembar Kerja Siswa. Tidak tahu apa maksudnya, tetapi semua LKS akan ada di gedung Unit 2. Kerana ya, penerbit buku yang mencetak LKS dekat dengan SMK Aurora Unit 2.

Weni sebagai bendahara kelas dengan Jihan bendahara 2.

Kemarin saat pemilihan anggota pengurus kelas, Ayu yang memang seperti memiliki spotlight khusus itu meneriakkan nama Weni agar jadi bendahara.

Weni yang mau menolak sudah tak bisa karena semua teman kelas malah langsung setuju.

Dan sampai saat ini, Weni masih sangat sebal dengan si mahluk mikrofon itu (re:Ayu). Ia sangat yakin jika suara temannya itu bahkan jika tak menggunakan mikrofon akan tetap sama volumenya. Mungkin lebih.

Saat ini, ia ditugaskan Pak Valdi si wali kelasnya untuk mengambil buku di Unit 2.

Jihan si mahluk kelinci akhirnya datang juga. Diikuti seorang lelaki di belakangnya.

Weni mendelik saat keduanya sampai.

"Jidan ngapain?"

Jidan yang langsung ditanya meringis saja. Menggaruk rambut bagian atas yang tak gatal, "gue mau ketemu temen gue di sana. Jadi sekalian ikut aja, hehe,"

"Dah lah Ci nggak apa. Lagian nggak ganggu juga ko," ucap Jihan.

Weni mengangguk.

Lalu, "eh kita kan mau pake gober, lo ikut juga?" tanya Weni. Jihan ikut menoleh menatap Jidan yang melangkah di belakang.

"Eum gue bawa mo-"

"HALO HALO HAIIIIII!" sapa- ralat, teriak si mahluk mikrofon berlari dan menyeruak di antara Weni dan Jihan.

"Mau ke unit 2? IKUUUUTTTTT!"

Ketiganya menutup kuping rapat-rapat. Sumpah, pita suara Ayu kenapa bisa se-nyaring itu sih?

"Gausah teriak-teriak lo!" protes Jidan kesal.

Ayu kaget dengan adanya cowok tinggi itu. "Ni cowok ikutan?"

"Harusnya gue yang nanya! Ngapain lo ikutan?!" emosinya. Ayu merapatkan bibir.

"Sssst udah-udah. Yuk," ajak Jihan menggaet tangan Ayu. "Eh iya Dan, lo berarti ikutin taksi kita di belakang ya," ucapnya santai.

Jidan mengangguk tanpa tahu harus menjawab apa.

***

Sampai di unit 2, mereka bertiga turun dari taksi. Bayar taksi dengan uang kas yang tersisa.

"Kemana ini?" ucap Weni si kaki jenjang saat menapakkan kakinya ke halaman depan SMK Aurora unit 2 ini.

"Situ aja," tunjuk Ayu ke dalam hall.

Sekolah unit 2 ini tak seluas sekolah utama, unit 1. Dengan bangunan tiga tingkat  yang mungkin hanya setengah luas sekolah utama. Cat berwarna cream yang senada dengan sekolah utama. Sedikit berbeda memang, di sekolah unit 1 pada halaman depan lebih didominasi tanaman-tanaman tinggi. Di sini, walaupun ada taman kecil tetapi lebih mendominasi tembok tinggi yang dihiasi oleh para murid itu sendiri.

Dikarenakan sekolah ini tak seluas unit 1, jadi tak ada air mancur di sini.

Walaupun begitu, sekolah ini tampak luar biasa karena di desain oleh para murid otak kanan dari jurusan DPIB dan DITF, disertai sentuhan kecil Otomotif juga Perkantoran. Ah, ternyata semua bekerja sama dengan baik di sini.

Jidan yang sudah memarkirkan motornya lalu mendatangi ketiga gadis manis itu.

"Yuk lewat sana. Biar langsung ke ruang TU," ucap Jidan bijak.

"Lo pernah ke sini?" tanya Weni.

"Iya. Waktu ada pameran budaya tahun lalu gue dateng. Gue muter-muter deh sambil lihat-lihat calon sekolah baru," jelas Jidan.

Weni, Ayu dan Jihan mengangguk saja percaya. Cowok biasanya memang serba tahu kan?

Tak jauh dari keempat remaja itu, dari satu sudut pandang, lebih tepatnya di depan koperasi siswa, seorang pemuda menawan tengah membinarkan mata menatap satu gadis manis.

***

Yuuuhhuuuu

SIRIUS STARSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang